Bahaya Mencaci dan Membunuh Muslim (tanpa haq)

Bahaya Mencaci dan Membunuh Muslim (tanpa haq)

 بسم الله الرحمن الرحيم

 Berkata Alloh ta’ala:

 وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (٩)

“Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil.” (Al-Hujuroot: 9) Continue reading “Bahaya Mencaci dan Membunuh Muslim (tanpa haq)”

Fatwa Ulama Untuk Berpuasa Bersama Penguasa Muslim Yang Berru’yat Hilal

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

صُوْمُوْا لِِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِيْنَ

“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berbukalah (berhari raya) karena melihatnya. Jika ada mendung di atas kalian, maka sempurnakanlah jumlah (Sya’ban) 30 hari”.

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah (no. 10973)

Soal , ” Ada sekelompok orang yang multazim, dan berjenggot di negeri kami; mereka menyelisihi kami dalam sebagian perkara, contohnya puasa Romadhon. Mereka tak puasa, kecuali jika telah melihat hilal (bulan sabit kecil yang muncul di awal bulan) dengan mata kepala. Pada sebagian waktu, kami puasa satu atau dua hari sebelum mereka di bulan Romadhon. Mereka juga berbuka satu atau dua hari setelah (masuknya) hari raya…”  Continue reading “Fatwa Ulama Untuk Berpuasa Bersama Penguasa Muslim Yang Berru’yat Hilal”

DIMANA ALLAH?

Firman Allah subhanahu wa ta’ala (terjemahnya): “Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada yang berhak disembah melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik),” (QS. Thaahaa:1-8)

Dimana Allah?

Bila anda ditanya dimana Allah?

Maka katakanlah Allah Yang Maha Tinggi di atas langit, Istiwa’ diatas Arsy, Dan Ilmunya meliputi segala sesuatu Continue reading “DIMANA ALLAH?”

IKHLASH

IKHLASH 

Bila anda ditanya apa itu Ikhlash?

Maka katakanlah Ikhlash adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah atas dasar cinta kepada-Nya, mengharap rahmat surga-Nya dan takut akan siksa neraka-Nya bukan beramal karena dunia, pujian atau mengharap balasan dari manusia.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman (terjemahnya): Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah: 165) dan firman Allah ta’ala yang menyebutkan sifat penghuni surga ketika beramal di dunia (terjemahnya): “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. (dan berkata) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan (azab) Tuhan kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan.”  Maka Tuhan memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. (QS. Al-Insaan: 8-11)

juga firman Allah ta’ala tentang orang-orang sholeh yang disembah kaum musyrikin (terjemahnya): “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (QS. Al-Israa’: 57) dan firman Allah ta’ala (terjemahnya): “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Huud: 15-16)

Dan dalam Hadits dari Anas radhiallaahu ‘anhu, dari Nabi Shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ada tiga hal yang barang siapa ada pada (diri)nya, maka ia dapat menemukan manisnya iman, (1) siapa yang Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari pada yang selain keduanya, (2) dan ia mencintai temannya tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, (3) dan ia benci kembali ke dalam kekufuran setelah Allah menyelamatkannya  sebagaimana ia benci dilemparkan ke dalam neraka. (HR. Al-Bukhary no. 15 cet. lain no. 16, dan Muslim Rahimahumallaah no. 60 cet. lain no. 43)

Kesimpulan: IKHLASH adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah atas dasar cinta kepada-Nya, mengharap rahmat surga-Nya dan takut akan siksa neraka-Nya bukan karena dunia, pujian atau balasan dari manusia.

 

Hukum mengambil dana dari Yayasan dan hizbiyyun

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdillah Al-Imam hafidzahullah pada kitab beliau “Adz-Dzull wash Shigar ‘Ala man Qobila minal Muslimin Musa’adatil Kuffar” artinya: “Kehinaan Dan Kerendahan Bagi Siapa Saja Dari Kaum Muslimin Yang Menerima Pemberian Orang-Orang Kafir” hal. 153-154:

بسم الله الرحمن الرحيم

Ucapan Dua Ulama Seputar
Hukum mengambil dana dari Yayasan dan hizbiyyun
Asy-Syaikh Abu An-Nashr Muhammad bin ‘Abdillah Al-Imam Hafidzahullah Continue reading “Hukum mengambil dana dari Yayasan dan hizbiyyun”