PERBEDAAN DAKWAH SALAFIYYAH DENGAN DAKWAH HIZBIYYAH

ترجمة
القواعد السلفية
لأبي أحمد محمد بن سليم اللمبوري
إلى اللغة الأندونيسية
KAEDAH-KAEDAH
DALAM MEMAHAMI PERBEDAAN DAKWAH SALAFIYYAH DENGAN DAKWAH HIZBIYYAH
Ditulis oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory
Diterjemahkan oleh:
Muhammad (Syamsul ‘Alam) Al-Makassary
-semoga Allah menjaganya-

قال أبو أحمد محمد بن سليم اللمبوري: Berkata Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory:
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang).

ترجمة
القواعد السلفية
لأبي أحمد محمد بن سليم اللمبوري
إلى اللغة الأندونيسية
KAEDAH-KAEDAH
DALAM MEMAHAMI PERBEDAAN DAKWAH SALAFIYYAH DENGAN DAKWAH HIZBIYYAH
Ditulis oleh:
Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory
Diterjemahkan oleh:
Muhammad (Syamsul ‘Alam) Al-Makassary
-semoga Allah menjaganya-

قال أبو أحمد محمد بن سليم اللمبوري: Berkata Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limbory:
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). Lanjutkan membaca “PERBEDAAN DAKWAH SALAFIYYAH DENGAN DAKWAH HIZBIYYAH”

Adakah Yayasan Salafyyah?

Menyingkap Fikroh Hizbiyyah Dibalik Slogan ”Yayasan Salafiyyah”

بسم الله الرحمن الرحيم
Menyingkap Fikroh Hizbiyyah Dibalik Slogan ”Yayasan Salafiyyah”

Bantahan terhadap risalah ” Mendulang Berkah dengan Membuat Yayasan Salafiyyah”
Asykari – Pimpinan Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan, Yayasan as-Salaf Balikpapan

Oleh:
Abul Husain Muhammad Bin Muhyiddin Al-Jawy
Abu ‘Abdirrahman Shiddiq Bin Muhammad Al-Bugisi
di Darul Hadits Dammaj – Markaz Induk Dan Pusat Da’wah Ahlussunnah
-semoga Alloh menjaganya dari segala kejelekan dan makar- Lanjutkan membaca “Adakah Yayasan Salafyyah?”

MUTAWAQIFIEN

PENULIS:
SYAIKH YAHYA BIN ‘ALI AL-HAJURI
حفظه الله
TRANSKRIP:
ABU TUROB DAN ABU SAIF
Penterjemah
Muhammad Irham Al-Demaki
Dengan Tambahan Renungan:
Kisah memilukan dan memalukan yang menimpa Bos mutawaqqifien, mutamayyi’in dan mardho La Tapa alias Abu ‘Abaya .
DI LENGKAPI DENGAN : DAFTAR PARA MUTAWAQIFIEN dan MUTA’ASHIBIN
Darul Hadits Dammaj.
Penerbit : Al-Uluum As-Salafiyah

http://www.aloloom.net/vb/showthread.php?t=5266

PENULIS:
SYAIKH YAHYA BIN ‘ALI AL-HAJURI
حفظه الله
TRANSKRIP:
ABU TUROB DAN ABU SAIF
Penterjemah
Muhammad Irham Al-Demaki
Dengan Tambahan Renungan:
Kisah memilukan dan memalukan yang menimpa Bos mutawaqqifien, mutamayyi’in dan mardho La Tapa alias Abu ‘Abaya .
DI LENGKAPI DENGAN : DAFTAR PARA MUTAWAQIFIEN dan MUTA’ASHIBIN
Darul Hadits Dammaj.
Penerbit : Al-Uluum As-Salafiyah
MUQODDIMAH
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له و أشهد أن لاإله إلاالله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله.
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ [آل عمران:102]
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً ﴾ [الأحزاب:71]
﴿ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً ﴾ [النساء:1]
فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فى النار أما بعد:
Maka sesungguhnya Alloh -subhaanahu wa ta’ala- telah berfirman di dalam kitabnya :
+ وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ_ [النحل : 53]
Artinya:”Dan semua apa saja nikmat yang ada pada kalian,maka hal itu datangnya hanya dari Alloh”.(An Nahl :53)
Dan berkata pula Alloh -subhaanahu wa ta’ala- di dalam Al Quran Yang Mulia:
+ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّار _[إبراهيم : 34]
Artinya:”Dan jika kalian mau menghitung nikmat Alloh -subhaanahu wa ta’ala- tidaklah kalian dapat menghitungnya.Sesungguhnya manusia sangat dholim lagi mengingkari nikmat Alloh”.(QS.Ibrohim:34),
Demikian pula Alloh -subhaanahu wa ta’ala- berkata di dalam Al Quran:
+ لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آَيَةٌ جَنَّتَانِ عَنْ يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ * فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ * ذَلِكَ جَزَيْنَاهُمْ بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ_[سبأ : 15 – 17]
Artinya:”Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda kekuasaan Alloh ditempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun disebelah kanan dan sebela kiri (kepada mereka dikatakan):”Makanlah kalian dari rezki yang dilimpahkan Alloh dan bersyukurlah kalian kepada –Nya.Negerimu adalah negeri yang baik dan Robmu adalah Alloh Al-Ghofur( Pengampun)”.
Kemudian Alloh mengganti nikmat yang diberikan kepada mereka tersebut dengan dua kebun yang ditumbuhi dengan pohon-pohon yang berbuah pahit,pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr”.Hal ini disebabkan sikap mereka yang masa bodoh terhadap kebaikan dan kenikmatan Alloh yang dilimpahkan kepada mereka dan tidak bersyukur kepada-Nya.Sesungguhnya nikmat Alloh akan hilang karena sebab sikap masa bodoh dan ingkar kepada nikmat tersebut sebagaimana firman Alloh subhaanahu wa ta’ala:
+ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ_ [إبراهيم : 7]
Artinya:”Dan ingatlah,ketika Alloh memaklumkan:”Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti kami akan menambah nikmat-Ku kepada kalian dan jika kamu menginkari nikmat-Ku maka sesungguhnya adzab-ku sangat pedih”.(Q.S.Ibrohim:7).
Demikian juga nikmat Alloh akan hilang disebabkan adanya perubahan terhadap nikmat tersebut dan tidak adanya perhatian dan perawatannya sebagaiman firman Alloh Ta’ala :
+ ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ _ [الأنفال : 53]
Artinya:”Yang demikian(siksaan)itu adalah karena sesungguhnya Alloh sekali-kali tidak akan merubah suatu nikmat yang telah dilimpahkannya kepada suatu kaum hingga kaum tersebut merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”.(Q.S.Al Anfal:53).
USAHA PARA PENGHIANAT UNTUK MENGAHANCURKAN DA’WAH
Bertolak dari prinsip agama ini dan juga bersamaan dengan wajibnya bagi kita untuk saling mengingatkan diantara kita, dan mengingat nikmat-nikmat Alloh yang telah dilimpahkan kepada kita, maka wajib bagi kita untuk menjaga kebaikan ini yang telah dianugrahkan kepada kita dalam rangka mengamalkan perintah Alloh -subhaanahu wa ta’ala:
+ فَاذْكُرُوا آَلَاءَ اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ_ [الأعراف : 69]
Artinya:”Maka ingatlah kalian tehadap nikmat-nikmat Alloh kepada kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang beruntung”.(Q.S.Al A’rof:69).

Maka sesungguhnya kami melihat bahwasanya kebaikan ini yang telah dianugerahkan Alloh kepada kita dari keutamaan-Nya dan kemurahan-Nya,yakni dengan terwujudnya Markaz Yang Mubarok beserta kebaikan yang banyak yang ada padanya ini, melalui tangan seorang yang terpercaya dan sholih dengan kegigihan dan usaha besarnya telah mencurahkan segenap kemampuannya dalam menunaikan kewajiban besar yang diembannya, yaitu menjelaskan Al Haq dari kebatilan dan memperingatkan ummat dari kata-kata indah yang menipu serta membongkar tipu daya dan kecurangan para penipu dakwah yang menjadikan dakwahnya permainan-kita berdoa mudah-mudahan Alloh merahmatinya(Syaikh Muqbil) dan memperbesar pahalanya disisinya serta menjaga jerih payahnya dalam mewujudkan amalan yang bagus ini – sesungguhnya sejak dulu telah bangkit disana orang-orang yang mempunyai keinginan yang jelek (tendensi) terhadap dakwah yang suci ini. Mereka takut perkembangan dan kekuatan dakwah ini sehingga mereka bersemangat untuk kemudian bangkit untuk merusak hasil dakwah tersebut dengan cara mengiming-imingi para thulabulilmi (yang telah berhasil meraih prestasi dalam berbagai disiplin ilmu atau mahir dalam pidato dan menulis buku serta orang-orang yang semangat menuntut ilmu) dengan perhiasan dunia.Mulailah syaithon menggoda mereka,demikian juga para pemilik dunia dan Jam’iyyah tidak ketinggalan bermain dari dalam agar mereka meninggalkan kegiatan belajarnya/tholabul ilmi dan sibuk dengan dunia.
Melihat fenomena yang demikian,Syaikh Muqbil selama lima tahun lebih, senantiasa memperingatkan dan mengingatkan mereka. Beliau berkata:”Hal ini adalah hizbiyyah yang tersembunyi”.
Adapun sebab perkataan beliau ini adalah karena beliau melihat adanya sikap kecondongan terhadap kebatilan dan mulai munculnya bibit-bibit fitnah yang menjangkiti sebagian para santrinya.Beliau melihat bahwa beliau telah bekerja keras dalam memberikan nasehat yang sungguh-sungguh,murni dan segar akan tetapi banyak santrinya yang berjatuhan dan terbengkelai.Tentunya hal ini ada penyebabnya? sebabnya adalah fitnah dunia oleh karena beliau senantiasa memperingatkan hal ini dan kita semua mengetahui tentang peringatan beliau tersebut bahwa ini adalah hizbiyyah yang tersembunyi.
Pada suatu ketika diawal fitnah Zindany (yang pada waktu itu belum ada seorangpun yang mengatakan bahwa Zindany adalah tokoh hizby yang sesat),ketika itu Syaikh Muqbil mulai menjelaskan tentang Fitnah Zindany dan dimajelis beliau ada salah seorang santrinya yang bernama Abdulloh bin Gholib dan satu orang lagi yang bernama Qosim Al ‘Udainy.Ketika beliau sedang berceramah,dua orang yang berada diakhir majelis ini mencibir ucapan Syaikh Muqbil (padahal majelis Syaikh Muqbil waktu masih kecil sekali) dengan mengatakan bahwa perkataan beliau tentang Zindany tidak betul.Maka berkata Syaikh Muqbil: “Matikan tape perekam”.Kemudian dimatikanlah tape perekam,setelah itu beliau berkata :”Duhai kalau seandainya dua orang ini dikeluarkan dari majelis”.
Demikian gambaran dari usaha dalam merintangi perjalanan dakwah Ahlussunnah yang dilakukan oleh mereka dari sana dan sini,akan tetapi hal itu tidak banyak berpengaruh karena thullab/pelajar pada waktu itu masih sedikit,kemudian yang kedua tidak ada dari Ahlussunnah orang yang berpengaruh yang berusaha menyalakan fitnah.Adapun dua orang tersebut hanyalah bagian dari para pelajar pemula,yang jika berdiri salah seorang dari mereka seperti Baidhony atau si fulan dan fulan menentang dakwah,mereka tidak akan banyak menimbulkan pengaruh dalam dakwah.Oleh karena itu dakwah hizbiyyah mereka segera lenyap dan hilang dan dengan itu pula gagallah segenap usaha dari Jam’iyyah Ihyautturots,Jam’iyyah Hikmah atau Jam’iyyah – Jam’iyyah lainnya yang menginginkan hancur dan bekunya dakwah Ahlussunnah ini dengan cara merusak hasil dari buah dakwah (yakni mereka merusak dakwah dengan cara merekrut para santri hasil didikan Ahlussunnah untuk merusak dakwah Ahlussunnah).
Namun syaithon menipu mereka dan menghiasi khayalan mereka bahwa dakwah Ahlussunnah telah lemah sehingga Abdul Majid Ar Raimy sampai mengatakan,sebagaimana yang dinukil dari perkataannya bahwa dia berkata tentang Syaikh Muqbil: “Kafilah akan tetap berjalan,barang siapa yang ingin mengikuti kafilah tersebut dipersilahkan, dan barang siapa yang tidak mau ikut maka sesungguhnya kafilah tidak akan merugi”.
Lihatlah bagaimana tipu daya dan sikap besar kepala yang ada pada mereka pada awal munculnya hizbiyyahnya.
Akan tetapi Abdul Majid Ar Raimy sekarang menjadi orang yang terlantar didalam dakwahnya, dia menjadi orang yang suka mengumpulkan uang dari para pengusaha di Emirat. Dia mengatakan kepada para pengusaha tersebut – sebagaimana kabar yang kami terima- :”Ayo bersedekahlah kalian, belanjakan harta kalian di jalan Alloh”.Biasanya dia pergi ke Emirat di bulan Ramadhon dari satu pengusaha kepada pengusaha yang lainnya untuk menjadi imam sholat mereka.
Padahal kalau seandainya dia istiqomah diatas manhaj Ahlussunnah,mungkin ma’hadnya akan dipenuhi para santri sehingga dia tidak perlu lagi untuk berpindah dari satu negeri ke negeri yang lainnya.

FITNAH ABUL HASSAN

Kemudian datang fitnah berikutnya dari Abu Hassan setelah meninggalnya Syaikh Muqbil sebagaimana yang telah kalian ketahui.Makarnya terhadap ma’had sama seperti yang dilakukan para hizbiyyun dizamannya Syaikh Muqbil walaupun caranya berbeda-beda.
Mereka(hizbiyyun)tidak mengetahui lagi bagaimana cara masuk untuk menghancurkan Mahad ketika berbagai fitnah mereka yang sebelumnya telah kandas.Mereka memikirkan bagaimana cara untuk memulai fitnahnya lagi akan tetapi semua pintu telah tertutup.Thullab yang mau pergi karena terkena fitnah hizbiyyah sudah pada pergi,sementara sebagian mereka yang masih tersisa sudah putus asa tidak punya pengaruh lagi.Tempat belajar semuanya sudah marak dengan ilmu dan kebaikan,barang siapa yang berani menunjukkan pemikiran hizbiyyahnya akan segera dibungkam dan akan dijelaskan kepada ummat kedustaannya sehingga menjadi orang yang terusir dari ma’had.Dengan demikian bersihlah ma’had dari hizbiyyah dan bangkrutlah semua usaha mereka.
Namun setelah itu syaithon menyalakan api fitnah melalui Abul Hasan Al Mishry beberapa tahun sebelum meninggalnya Syaikh Muqbil.Sebagaimana hal ini diakui sendiri olehnya bahwa ia menginginkan kebaikan yang ada disini segera sirna dan terbengkalai karena keberadaan markaz Dammaj dengan segenap kebaikan yang ada padanya sangat membuatnya marah.
Berbagai Jam’iyyah telah mengeluarkan jutaan Dolar untuk mewujudkan kebaikan seperti yang terwujud disini akan tetapi tidak ada yang berhasil sedikitpun bahkan tidak berhasil walaupun sepersepuluhnya.Demikian juga orang-orang yang mempunyai niat jelek terhadap dakwah ini dari segenap para pengikut kelompok-kelompok sesat tidak mampu untuk mewujudkan kebaikan seperti ini.Intinya mereka semuanya gagal dan tinggallah Abul Hasan yang mempunyai program akan tetapi program tersebut gagal pula.Diantara programnya adalah memberikan tugas kepada para thullab yang berprestasi untuk memegang kepengurusan di masjid-masjid di negeri Yaman.
Program ini ia lakukan ketika Syaikh Muqbil masih hidup.Hasilnya,thullab yang didalam hatinya ada keraguan dan tidak mempunyai rasa qonaah dengan kebaikan yang ada pada Ahlussunnah dan tidak qonaah untuk belajar dengan Syaikh Muqbil(padahal beliau adalah peletak dakwah Ahlussunnah pertama di Yaman),mereka pergi ke Ma’arib dan menghabiskan waktunya disana, terkadang mereka melakukan pembahasan ilmiah dengan Abul Hasan akan tetapi tidak menghasilkan sesuatu hal yang bermutu dari pembahasan tersebut.
Diantara para thullab yang pergi ke Ma’arib adalah orang-orang Aden dan orang-orang Libya dan yang lainnya.Ada sebagian dari mereka yang menetap di Ma’arib sehingga dengan ini Abul Hasan berbangga bahwa dia telah mempunyai ma’had dan dakwah serta para pengikut.
Sebelumnya Abul Hasan adalah orang yang mempunyai Jam’iyyah.Akan tetapi Syaikh Muqbil tidak mengetahuinya dan baru tahu sekitar empat tahun sebelum kematiaan beliau.Hal ini disebabkan karena Abul Hasan berusaha untuk menyembunyikan keberadaan jamiyyahnya.Baru kemudian ketika empat tahun sebelum meninggalnya Syaikh Muqbil, Abul Hasan mengakui bahwa dia punya jamiyyah dan dia sendiri yang bertindak sebagai kepala jam’iyyah tersebut.Setelah itu kemudian dia berani mengatakan dengan terang-terangan bahwa jamiyyahnya berbeda dengan jamiyyah-jamiyyah yang ada sebelumnya.Jam’iyyahnya adalah jam’iyyah Salafiyyah yang memberikan bantuan hanya kepada Ahlussunnah saja.
Demikian syubhatnya terus menyebar sehingga sebagian orang hampir termakan dengan tipu dayanya ini.
Sebenarnya Abul Hasan adalah seorang yang mempunyai doktrin yang ingin dia susupkan ke dalam manhaj Ahlussunnah akan tetapi usahanya tersebut senantiasa gagal karena Syaikh Muqbil pada waktu itu jika melihat dia menampakkan sesuatu penyelisihan manhaj maka beliau akan segera membantahnya.
Abul Hasan dihadapan Syaikh Muqbil hanyalah seorang santri yang datang dari Mesir melalui Jama’ah Hijroh yang ada disana kemudian pergi ke Ma’arib mengajar anak-anaknya disana,yang jika ada sesuatu tekanan terhadap pelajar Libya dari Pemerintah Yaman kepada Syaikh Muqbil dia berkata : “Demi Alloh,jika kalian datang kepadaku dengan perangkat perang untuk menghancurkan rumahku,aku tidak akan mengokang senjataku melawan kalian.Akan tetapi aku disisi lain tidak kuasa untuk menyerahkan mereka (para pelajar Libya)kepada kalian karena mereka datang dalam rangka untuk menjalankan perintah Alloh dan Rasulnya dan dalam rangka untuk menuntut ilmu agama,maka jika kalian ingin menangkap mereka silahkan tangkaplah mereka”.
Dengan sebab perkataannya yang bernada pembelaan kepada thullab inilah, banyak para pelajar Libya yang akhirnya memilih pergi ke Ma’arib sehingga akhirnya Ma’rib menjadi tempat berkumpulnya orang-orang Libya.Dari sinilah kemudian muncul bibit-bibit musuh dakwah Ahlussunnah (semoga Alloh menjaga kita dari kejelekan mereka).
Sebenarnya permusuhan mereka adalah dalam rangka untuk menghabisi kebaikan yang ada disini dan menghancurkan buah dakwah ini kemudian setelah itu mereka bisa memperluas bangunan rumah mereka untuk kenyamanan anak istri dan keluarganya.Alloh berfirman :
+ يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ_ [التوبة : 2]
Artinya : “Mereka menginginkan padamnya cahaya Alloh dengan mulut-mulut mereka akan tetapi Alloh tidak mau kecuali menyempurnakan cahaya –Nya tersebut”.
Maka hasil dari permusuhan ini adalah mereka menjadi orang yang sesat/terlantar dan menelantarkan orang-orang yang lainnya.Sekarang mereka menjadi para da’i demokrasi,menghalalkan televisi didalam rumah-rumah mereka dan lain sebagainya dari keadaan mereka yang kalian sendiri sudah mengetahuinya(yakni menjadi hizby dan ahli maksiat)- Alloh telah menjaga kita dari kejelekan mereka dan membela kebaikan yang ada ini.
(Kembali kepada kisah fitnah Abul Hasan),ketika aku melihat fitnahnya,aku selama satu tahun lebih – dan Ikhwan menyaksikan yang aku lakukan ini-senantiasa berusaha untuk menjelaskan kepada Ahlussunnah- baik dimasa Syaikh masih hidup maupun setelah kematian beliau sehingga mereka melaporkan hal ini kepada Syaikh Muqbil dengan berkata:”Ya Syaikh,Yahya menggunjing Abul Hasan”,namun Syaikh Muqbil menjawab:”Biarkan dia karena beliau berbicara bukan karena hawa nafsu akan tetapi berdasarkan apa yang beliau ketahui”.Semua orang yang hadir di majelis tersebut mendengar ucapan Syaikh Muqbil tersebut.
Kemudian mereka juga berkata lagi:” Ya Syaikh Muqbil,Yahya menggunjing Su’ud Al Maliky”.Syaikh Muqbil menjawab :”Biarkan dia.Ucapan beliau hanyalah bentuk nasehat”.Ada lagi yang masih tersisa,yaitu Syaikh Robi’-mudah-mudahan Alloh menjaga beliau-menelponku dan berkata: “Ya Akhy,diamlah kamu, kamu jangan menggunjing lagi Syaikh Abul Hasan.Tutup mulutmu terhadap beliau”.Demikian beliau berkata kepadaku pada waktu itu.Maka aku jawab:”Ya Saudaraku,aku melihat dan mendengar sesuatu,bagaimana aku diam terhadap sesuatu yang aku menyaksikan sendiri dan mendengarnya?Demi Alloh aku pasti akan jelaskan siapa sesungguhnya dia”.
Maka aku tetap pada prinsipku,sampai akhirnya menjadi jelas perkara yang sesungguhnya dan hilanglah sekarang sebagian perkara yang kalian ingkari dariku.Kemudian pada masa akhir fitnah,mereka mengumpulkan beberapa point kesalahan-kesalahan Abul Hasan yang mereka tulis dari apa yang mereka ketahui dan mereka saksikan sendiri karena mereka yang belajar kepadanya.Kemudian setelah itu,kumpulan kesalahan tersebut dikirim kepada Syaikh Robi’ sampai akhirnya keluar jawaban beliau dari sana.
Sementara itu,sebagian Masyayikh di Yaman sini pada waktu itu masih mengatakan bahwa Abul Hasan adalah Imam, sebagian lagi mengatakan bahwa Al Hajury tidak bisa mengajar kitabnya Abul Hasan-demi Alloh mereka mengatakan ini-dan sebagian lagi mengatakan bahwa mereka (kelompoknya Abul Hasan) mempunyai kesalahan dan Al Hajury juga mempunyai kesalahan.Dan seterusnya,masih banyak lagi dari perkataan-perkataan mereka yang lainnya.
Pada suatu hari mereka berkunjung ke Ma’had Dammaj sini yakni setelah keluarnya fatwa Syaikh Robi’ dan setelah aku lelah menjelaskan tentang penyimpangan Abul Hasan,berkata Syaikh Robi’ kepada mereka :”Mengapa kalian tidak mau bekerja sama denganku untuk membongkar fitnah/penyimpangannya Abul Hasan?”.Para Masyayikh menjawab:”Insya Alloh,Ya Syaikh”.Seminggu kemudian mereka baru menyambut permintaan Syaikh Robi’ dan menjelaskan kepada Ahlussunnah tentang dua puluh penyimpangan Abul Hasan terhadap prinsip Ahlussunnah –padahal mereka sebelumnya mengatakan:”Mana buktinya bahwa Abul Hasan menyelisihi dua puluh prinsip Ahlussunnah?”- namun kemudian mereka akhirnya bahu-membahu menjelaskan tentang fitnah Abul Hasan dengan mengatakan bahwa Abul Hasan telah memecah belah dakwah Ahlussunnah,telah berbuat ini dan itu sampai akhirnya dakwah menjadi bersih dan kembali diatas kebaikan.Walhamdulillah.

FITNAH SHOLIH AL BAKRY

Berlalu fitnah Abul Hasan,kemudian datang fitnah berikutnya dari Sholih Al Bakry.Dia adalah seorang yang sombong dan lupa diri.Diantara pernyataannya:”Ma’had Dammaj sekarang berubah menjadi ma’had Al Asy’ary”.
Dia juga berkata :”Duhai seandainya kalau Ulama Yaman yang menamakan dirinya ulama,mereka mau naik truk gandeng yang membawa mereka ke Su’udi untuk menuntut ilmu lagi karena sesungguhnya mereka belum bisa berdakwah”.
Sholih Al Bakry ini disini dulu didukung oleh orang-orang yang sangat fanatik kepadanya dari orang-orang daerah Yafi’ – sebagian pendukungnya ini sekarang menjadi para pendukung fanatik partai komunis.
Gerakan mereka adalah dengan menyebarkan malzamah-malzamah yang berisi omong kosong,kedustaan dan berita yang dibuat-buat dan dibesar-besarkan/bombastis yang hanya Alloh saja yang mengetahuinya.Mereka mengatakan :”Al Hajury menggunjing ulama’ seperti Syaikh Falih Al Harby (sekarang menjadi da’i hizby).Al Hajury memerangi Ahlussunah sekaliber Syaikh Falih Al Harby,Al Hajury tidak mengerti kedudukan ulama’ seperti Syaikh Falih Al Harby”,kemudian mereka mengumpulkan sepuluh atau dua puluh point kesalahanku terhadap Falih Al Harby.
Malzamah-malzamah tersebut sampai sekarang masih ada padaku dan aku simpan. Namun semua fitnah tersebut akhirnya kandas.Syaikh Robi’ pada waktu itu mengirim pesan melalui Abu Bakr dan orang yang bersamanya,beliau berkata:”Biarkan mereka,tahanlah lisan kalian dari bicara tentang Bakry”.Aku berkata:”Kami lebih tahu tentang kejelekannya,tuan rumah lebih tahu tentang kondisi rumahnya”.
Aku tetap menjelaskan keadaan Al Bakry, sampai akhirnya Alloh kemudian menyelamatkan dakwah Salafiyyah dari fitnahnya.Walhamdulillah.
Namun apa kata Masyayikh pada waktu itu?Mereka berkata:”Kami tidak meninggalkan seseorang sampai orang tersebut yang meninggalkan kita”.Akhirnya Bakry meninggalkan mereka.Para Masyayikh tercengang ketika Bakry mulai menggunjing mereka.Setelah ada gunjingan tersebut baru kemudian mereka mengambil sikap terhadapnya dan meninggalkan Bakry.Semua ini terjadi karena mereka memegang prinsip tidak akan meninggalkan seseorang sampai orang tersebut yang meninggalkan mereka.
Padahal yang wajib adalah seharusnya seseorang meninggalkan orang lain karena penyimpangannya terhadap prinsip manhaj Ahlussunnah atau karena permusuhannya terhadap dakwah atau karena jauhnya orang tersebut dari kebenaran,bukan sekedar karena dia meninggalkan kita baru kita meninggalkannya.Prinsip yang benar seharusnya meninggalkan orang yang mempunyai sifat-sifat diatas baik orang tersebut mau meninggalkan kita atau mendekati kita.
Akhirnya hilang dan berlalulah fitnah Sholih Al Bakry.Kemudian Muhammad Bin Abdul Wahab ikut mencibirnya dengan menjulukinya sebagai munafik berdalil dengan surat Muhammad :
+ أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُم_ [محمد : 29]
+وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُم_ [محمد/30]
Artinya :”Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Alloh tidak akan menampakkan kedengkian mereka?”
“Dan kalau Kami menghendaki,niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya.dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan kata mereka.dan Alloh mengetahui perbuatan-perbuatan kamu”.(Q.S.Muhammad :29-30).

FITNAH ABDURRAHMAN AL ‘ADANY

Berkata Abdurrahman Al Adany ketika kita berkumpul di ruang tamu: ” Tidak ada yang aku sembunyikan dari kalian, dan aku berterus terang kepada kalian bahwa setelah jatuhnya Al Bakry datang kepadaku beberapa orang sembari mengatakan:” Bangkitlah kamu”.
Disini aku ingin tekankan perhatian ikhwan kepada rencana dari orang yang mengatakan kepadanya :”Bangkitlah kamu”.Maka pergilah setelah itu Abdurrahman untuk Umroh.
Sudah menjadi kebiasaannya bahwa dia tidak mau pergi dakwah kecuali minta izin dahulu kemudian mengambil mobil dakwah dan uang perbekalan secukupnya kemudian berangkat berdakwah.
Jika kembali dia menceritakan perjalanan dakwahnya kemudian kami memujinya dengan kebaikan.Aku tidak mengira kalau disana ada orang yang memujinya sebagaimana aku memujinya.Hal ini aku lakukan -Demi Alloh-agar dia menjadi orang yang teguh,sekaligus sebagai penyemangat baginya dan dalam rangka memuliakannya.
Akan tetapi orang ini tidak tahu kebaikan orang yang berbuat baik kepadanya,ternyata dia adalah orang yang mempunyai itikad tersembunyi yang tidak baik.Bertahun-tahun tinggal di Dammaj tidak mau mengajar atau khutbah.Diam tidak bergerak sembari beralasan : “Aku sakit,aku sakit”.Jika datang orang dari So’dah minta ceramah aku katakan kepada mereka :” Datanglah kalian kepada Syaikh Abdurrahman,berilah semangat agar beliau mau bergerak dan berangkat ketempat kalian untuk ceramah serta giat dalam berdakwah atau bisa bekerja sama dengan kalian”.
Demikian pula Ikhwan,mereka meminta kepadanya untuk mengajar kitab Muqoddimah Ushul Tafsirnya Syaikh Al Islam Ibnu Taimiyyah.Dia sambut permintaan ini dan pelajaran ini adalah pelajaran pertama yang dia ajarkan setelah dia menggunakan istilahnya “Aku sakit”.Namun ia menjabarkan isi pelajaran tersebut dengan penjelasan yang sangat tidak bermutu.Sementara itu berkumpul disekelilingnya orang-orang yang aku telah isyaratkan di depan dari orang-orang yang mempunyai tujuan tersembunyi yakni orang-orang yang ingin membangkitkan fitnahnya yang senantiasa bersenandung :”Al faqih,Al Faqih”.
Padahal demi Alloh,Abdurrahman Al Adany sangat jauh dari sifat tersebut,akan tetapi mereka mengatakan itu dalam rangka untuk membesar-besarkan kedudukannya agar orang terpesona dengannya.(Bagaimana dikatakan faqih),sementara dia hanya monoton mengajar kitab Darory (kitab fiqih)sejak dia memulai kiprahnya dalam dakwah.Selesai mengajar kitab tersebut,ia ulang dari awal lagi dan begitu seterusnya.Pernah dia mengajar pelajaran Mustolah Hadits karangan AtTohhan yang buku tersebut merupakan ringkasan dari kitab Nuzhah karangan Al Hafidz Ibnu Hajar namun dia tidak pernah mengajar Nuzhah itu sendiri.
Adapun pada cabang ilmu ushul tafsir,dia dulu pernah belajar dengan Abu Hafs Al ‘Araby Al Mishry.Abu Hafs adalah seorang yang demi Alloh dia dulu membanggakan dirinya,dia berkata:”Thullab di Mazro’ah seperti ayam di dalam pekarangan yang tidak tahu menahu tentang ilmu.Adapun Syaikh Muqbil menghargai aku karena beliau mengambil faedah ilmu dariku”
Demi Alloh, aku (Syaikh Yahya) sangat sesak mendengar perkataannya, mereka yang hadir tahu hal tersebut,sehingga aku berdiri selesai sholat Isya’ membantah ucapannya.Aku berkata :”Dia orang yang meninggalkan sholat Shubuh berjama’ah,dia itu begini,begini…”.Masuklah setelah itu beberapa orang kepada Syaikh melaporkan perkataanku tersebut akan tetapi Syaikh tidak mau mendengar perkataan mereka.
Kemudian setelah kejadian tersebut Abu Hafs menulis beberapa ta’liqot (catatan kaki) terhadap beberapa kitab Ushul Fiqh seperti kitab Al Mudzakiroh karangan Asysyinqithy dan beberapa kitab yang lainnya,setelah itu kemudian Abu Hafs pergi dakwah ke daerah Kuna.Sampai di kampung tersebut dia meminta syarat kepada warga untuk menyediakan setiap hari daging ayam dan jeruk impor untuk istrinya yang sedang hamil.Demikian kenyataan yang ada, kalian bisa tanya kepada warga kampung tersebut-Abu Hafs menyusahkan mereka – padahal warga Kuna pada waktu itu masih dalam suasana yang kritis karena adanya permusuhan dan perselisihan diantara mereka,sehingga dengan hal ini tidak diketahui siapa yang memihak kepada Abu Hafs dan siapa yang memusuhinya. Oleh karena itu,warga Kuna mengumpulkan beberapa point kritikan yang hasil akhirnya mereka sepakat untuk mengeluarkan Abu Hafs dari kampung mereka setelah memberikan penghormatan dan jamuan yang menjadi persyaratannya.
Demikian juga mereka dahulu pernah menghormati dan menjamu Usamah Al Kusy Al Mishry ketika singah dan tinggal di Kampung Kuna tersebut,akan tetapi ketika sebagian Ikhwan dari Kuna pergi ke tempatnya Usamah Al Kusy di Mesir,ia sama sekali tidak mau menjamu Ikhwan tersebut walaupun cuma sekedar secangkir teh ataupun jamuan yang selayaknya terhadap tamu.
Baiklah,adapun cerita selanjutnya tentang Abu Hafs adalah kepergiannya setelah itu ke Bani Dhobyan.Suatu ketika aku bersama Syaikh Muqbil makan siang di ruang tamu bersama salah seorang tamu bernama Ali Al Jal.Dia berkata:”Ya Syaikh,Kami mengharapkan agar barang siapa yang ingin keluar dakwah supaya singgah sebentar/ziaroh ke tempatnya Abu Hafs,karena warga masyarakatnya sekarang meninggalkannya”
Syaikh Muqbil kemudian menjawab:”Tidak,tidak,tidak,tidak boleh seorangpun boleh pergi ke Abu Hafs sampai dia memperbaiki akhlaknya,kalau dia sudah memperbaiki dirinya sendiri baru boleh thullab ziaroh kepadanya,Insya Alloh.Namun kisah terakhir dari Abu Hafs ini,dia terkucil dan akhirnya pulang ke Mesir.
Demikianlah,kisah-kisah diatas merupakan fenomena yang mengotori perjalanan dakwah.Ketika telah berakhir satu permasalahan muncul permasalahan yang berikutnya,ketika selesai fitnahnya Solih Al Bakry,kita disibukkan dengan fitnah Abdurrahman Al Adany yang menghasung kebanyakan orang-orang yang terhina yang terhalangi dari taufiqnya Alloh.apa sebabnya?sebabnya adalah gila sanjungan dan pujian orang.
Pergi untuk dakwah kemudian memberikan ceramah sepuluh menit setelah itu berkata:”Aku cape,aku sakit, setelah itu ia berkata:”InsyaAlloh,ceramah berikutnya akan dilanjutkan oleh Syaikh Fulan,kepada Syaikh Fulan dipersilahkan..!”Kemudian Syaikh Fulan tersebut yang meneruskan ceramahnya menyanjungnya dengan menyebutnya: “Syaikhuna(syaikh kami),Wafaqihuna(orang kami yang faqih)”,dan kemudian bicara kesana kemari tanpa ilmu.Demi Alloh,kondisi ini yang sebenarnya terjadi.Mereka bicara tanpa ilmu.Akan tetapi aku berkata tentang mereka :”Biarkan mereka berdakwah,biarkan mereka semoga Alloh memberikan taufiq kepada mereka”.Aku tidak ada masalah terhadap mereka.Barang siapa yang ingin keluar dakwah atau ceramah dipersilahkan pergi,jika ingin memakai mobil milik dakwah dipersilahkan untuk memakainya.
Aku tidak akan mempermasalahkan hal tersebut dan aku tidak akan melarangnya dari hal yang seperti ini.Mereka mengambil mobil dan membawanya(Abdurrahman Al Adany)pergi.Sampai ketika datang waktu Ashar,mereka berteriak :”Mobilnya si fulan berangkat,mobilnya si fulan dan fulan ..”sampai terkumpul enam mobil,aku tidak mempermasalahkan hal itu semua.Hatiku tetap tenang dan tidak ada masalah.
Akan tetapi rupanya dia sedang menjalankan program barunya,sampai akhirnya kami tidak tahu ternyata dia sudah mengambil sebagian thullab,para juru khutbah,dan para penulis kitab dan memprovokatori/memanas-manasi mereka dengan berita-berita yang menyesatkan dan dengan permasalahan-permasalahan yang lainnya.Diantara perkataannya yang dikatakannya kepada thullab :”Syaikh Yahya penakut,dia cuek tidak tanggap terhadap permasalahan”.
Berkata Yahya AsSabuwy :”Sekarang kembali menjadi debu”-yakni sekarang mereka menganggap bahwa dakwah di Dammaj akan segera berakhir-si Fulan disana telah berhasil demikian, dan bersamanya Fulan yang lain dari arah sana,pokoknya dakwah akan segera berakhir”.
Lihatlah makar dan kedustaan yang mereka lakukan!
Pada suatu hari di bulan Romadhon ketika aku sedang tasmi’ Al Qur’an dengan Al Akh Faiz di masjid,datang kepadaku Al Akh Nabil Al ‘Umary-semoga Alloh memberinya taufiq- menyodorkan kepadaku kertas.Sebelum itu pula telah disodorkan kepadaku kertas yang isinya sama oleh Al Akh Abdulloh Al Mathhany Al Qodiry,adapun isi kertas tersebut adalah : “Kamu begini dan kamu begitu”.Aku berkata :”Isi kertas tersebut adalah kedustaan,manipulasi dan perkara-perkara lainnya yang dibuat-buat,misalnya mereka mengatakan bahwa perkataanku tidak mudah untuk dipahami ketika berbicara dan lain sebagainya dari perkara yang mengherankan”.
Ini semuanya adalah pengacauan-Demi Alloh-aku sebelumnya tidak tahu kalau disana ada pengacauan.Aku menyangka disana ada majelis ta’lim/muhadhoroh dan engkau-yakni Akh Nabil-datang kepadaku untuk meminta pertimbangan atau pendapatku tentang hal tersebut.
Namun kemudian setelah itu datang Akh Nabil membawa buku dan menyampaikan isinya kepadaku sembari mengatakan: “kamu-yakni Syaikh Yahya- berbuat begini dan begitu,aku datang membacakannya kepadamu point-point tersebut dalam rangka untuk menasehati kamu”.
Mereka memprovokasi Al Akh Nabil sehingga datang kepadaku seakan sebagai penasehat.Di tengah perkataannya aku berkata kepadanya :”Ya Akhi,apa yang kamu sampaikan semuanya tidak benar,aku tahu sekarang bahwa disana ada begini dan begitu,aku katakan kepadamu siapa yang berbuat semua ini?”sambil aku angkat sedikit suaraku.
Dia menjawab: “Wahai Abu Abdirrahman, kamu akan membahayakan dirimu sendiri dan akan membahayakan dakwah jika engkau berbicara tentang si fulan”,yakni maksudnya jika aku berbicara tentang Abdurrahman ‘Adany,dakwah akan segera berakhir.Maka aku katakankepadanya:”Apa yang aku lakukan tidak akan membahayakan dakwah,dan tidak pula membahayakan kamu atau orang selain kamu.Siapa kamu sehingga kamu bisa membahayakan dakwah?Apa yang menyebabkan kamu untuk berkata dan berbuat seperti ini?”.
Kemudian setelah itu dia berkata:”Baiklah!”.Alhamdulillah setelah itu dia tetap istiqomah diatas manhaj Ahlussunnah sampai sekarang.
Point permasalahan dari apa yang kita sampaikan ini adalah bahwa disana ada provokasi,kemudian setelah itu dilanjutkan dengan perekrutan orang-orang agar berada pada barisannya melalui majelis-masjlis ta’lim.
Hal ini terbukti sebagai cara yang efektif karena barang siapa yang terfitnah dengan propaganda mereka maka dia akan segera aktif dalam mengajar,membuka pelajaran ini dan membuka pelajaran itu, membuka silsilah aqidah atau silsilah pelajaran yang lainnya. Aku berkata pada diriku sendiri:”Silahkan kalian buka pelajaran sesukamu, aku malah senang”. Padahal aku tahu mereka menginginkan dari itu semua agar para thullab menjadi pengikut mereka.
Mereka sangat giat sekali dalam perekrutan massa ini.Abu Khottob (pelajar dari Libya)melakukan perekrutan dari sisi ini,kemudian Azzaidy dari sisi itu dan si fulan dari sisi yang lainnya,menghidupkan majelis ini dan majelis itu,keluar dakwah kesana kemari,program ini dan program itu sampai Abdurrahman ‘Adany yang dulunya sakit-sakitan menjadi semangat sekali,tidak pernah aku lihat dia bersemangat seperti itu sebelumnya sama sekali.Sehingga akhirnya terkumpul para pengikut yang telah aku sampaikan didepan.
Sebagai gambaran saja,dalam seminggu mungkin mereka membuat beberapa majelis ta’lim di beberapa tempat,si fulan menggalang massa diikuti pula kemudian yang lainnya.Yang satu mencela dan menggunjing sampai akhirnya pada tingkat provokasi yang muara tujuannya satu yaitu menjatuhkan Yahya Al Hajury.
Ini adalah tingkat provokasi yang paling bagus diantara mereka yaitu menjatuhkan Yahya,adapun yang lainnya(yang ekstrim),mereka berkata :”Kita tidak akan pergi dari Dammmaj sampai kita bisa mensholati Yahya”,demi Alloh mereka mengatakan yang demikian ini.
Kami melihat bahwa perkara ini semakin berbahaya,disana ada makar yang tersembunyi yang tidak baik.Maka kami memanggil para Masyayikh Yaman untuk memberikan nasehat kepada para thullab.Demi Alloh,mereka akhirnya datang dan memberikan nasehat kepadanya(Abdurrahman Al Adany)di ruang tamu ma’had.Salah seorang Masyayikh berkata kepadanya :”Fitnah sekarang mengalir dibawah kakimu”,yang lainnya lagi mengatakan:”Fitnah ini adalah seperti fitnahnya Sholih Al Bakry”.
Mendengar nasehat ini,Abdurrahman Al Adany malah membalikkan badan dan keluar dari majelis sambil mengatakan bahwa dakwah kami di Yaman Utara berjalan dengan baik.Sejak saat itu,dia menginginkan untuk mendirikan dakwah sendiri di Yaman Utara berpisah dengan dakwah Ahlussunnah yang lainnya,akan tetapi dilain sisi dia takut ditinggalkan oleh para Masyayikh Yaman sehingga dia berusaha sekuat tenaga agar para Masyayikh mau sejalan dengannya.
Setelah itu para Masyayikh sepakat dan semuanya tanda tangan diatas kertas bahwa masjid dibawah pengawasanku dan aku masuk didalamnya,kemudian fulan,fulan dan fulan dan siapa saja yang ingin masuk dipersilahkan, termasuk Abdurrahman Al Adany dan yang lainnya.
Akan tetapi Abdurrahman tidak mau perduli dengan semua nasehat dan kesapakatan tersebut,dia terus saja melakukan pendaftaran (orang yang mau mukim di Fuyusy,Aden).Dari harga awal yang hanya 70 juta menjadi 100 juta dalam waktu sehari semalam.Kemudian naik lagi menjadi sekian,sekian sampai akhirnya menjadi 120 juta dan itupun orang banyak yang berebutan.Seakan fitnahnya semakin dikokohkan oleh syaithon.
Disana ada sebagian orang melihat kesempatan dan peluang bahwa akan ada kelompok yang kuat di Yaman Utara tinggal dengan pemukiman yang asri,sehingga tanah yang harganya murah akan bisa menjadi mahal,dan perencanaan-perencanaan lainnya dari urusan dunia.Dan memang terjadi sebagian rencana tersebut,tanah yang dulunya harga 100 bisa naik sampai 1 juta atau lebih.Ini yang mereka inginkan,demi Alloh ini kami dengar langsung.Sebagian dari mereka mengatakan :”Demi Alloh,aku tidak mau membeli tanah tersebut kecuali agar bisa mendapatkan laba saja bukan untuk aku tempati”.
Kami nasehati mereka akan tetapi mereka tidak mau mendengar nasehat bahkan semakin menjauhiku dan berani melawanku.Mereka membuat majelis-majelis di ladang dan di tepi sungai untuk menggunjing atau menjatuhkan namaku dan nama ma’had.Kemudian juga mereka pergi kepada sebagian temannya dalam rangka untuk menjelekkan kami dan mengobarkan api fitnah.Demi Alloh mereka tidak perduli dengan semua itu.Melihat hal yang demikian kami masih bersabar :”Biarkan mereka sampai datang waktunya,mereka nanti sendiri yang pergi ke Aden dan nanti akan kami nasehatkan kepada mereka untuk menetap dan tinggal di Aden menegakkan dakwah disana”,semoga dengan hal itu menurut perkiraanku dia akan menjadi baik,sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakatnya disana serta bisa memperbaiki dirinya sendiri yakni dengan meninggalkan hizbiyyah dan bertaubat dari fitnah yang telah dilakukannya.
Akan tetapi sejak saat itu,dia malah sibuk dengan telepon,menghubungi orang – orang disana sini,menghitung berapa orang yang bersamanya,masjid fulan bersama siapa kemudian juga pergi ke daerah Lodar untuk memecah-belah dakwah disana dan menelantarkan/menjauhkan warga dari Ahlussunnah.
Akankah dengan kondisi seperti ini,ma’had yang di Fuyusy akan menghasilkan penuntut ilmu yang bermutu?Tidak sama sekali,bahkan tidak akan menghasilkan penuntut ilmu meskipun sekecil apapun.Kenapa?Karena Abdurrahman Al Adany adalah orang senang melancong,tidak mempunyai ilmu,ditambah lagi kesibukannya untuk berobat mengobati penyakitnya.
Maka akhirnya dia telah menelantarkan orang banyak dari warga masyarakat Lodor,Mudiah dan banyak pula masyarakat Aden.Dia menjauhkan masyarakat tersebut dari ilmu yang bermanfaat dan sunnah.sehingga diantara mereka berkata ketika menelpon aku:”Dengan siapa ini kami berbicara,dengan Hajury ya?”Aku jawab:”Iya”.penelpon berkata: “Apa bedanya kotoran manusia dengan Al Hajury?”.Demi Alloh mereka berkata demikian ya Ikhwan,yang lainya berkata lagi di telpon:”Ini Yahya Al Hajury ya?”,Aku jawab:”Ya”,dia berkata:”Kamu membicarakan Syaikh Ubaid –hadahulloh- Al Jabiry Ya?”,Aku jawab:”Ya, Aku bicara tentang dia dengan bukti dan dalil tentang penyimpangannya”,penelpon menjawab:”Kakinya Syaikh Ubaid –hadahulloh- lebih baik dari pada kamu”.
Kalau seandainya di handphone-ku ada alat perekamnya akan aku rekamkan untuk kalian apa yang mereka katakan tersebut.Akan tetapi demikianlah yang terjadi.
Apa sebab semuanya ini?Sebabnya adalah pengacauan dan penghinaan yang dilakukan Abdurrahman Al Adany terhadap dakwah.Mereka melakukan tahdzir terhadapku sampai dikalangan para masyayikh,kemudian juga mengirim pertanyaan-pertanyaan yang mengarah untuk menjatuhkan aku kepada syaikh fulan dan syaikh alan,satunya dari Mustofa Mubarrom,yanglain lagi dari Hany’ Buraik yang lain dari fulan atau alan dan seterusnya.
Yang satu bertanya: “Apa pendapat kalian tentang belajar kepada orang yang mengatakan begini dan begitu..”kemudian dihiasi pertanyaan tersebut dengan kedustaan-kedustaan yang dulu diucapkan oleh kelompoknya Al Bakry dan pengikutnya Abul Hasan Al Mishry yang semua inti pertanyaan tersebut agar menghasilkan jawaban tidak bolehnya belajar di Dammaj dan agar dakwah di Dammaj segera terhenti.Namun Alhamdulillah semua usaha tersebut gagal total.
Kami melihat mereka membela kelompoknya Abdurrahman dan mereka memiliki usaha yang sungguh-sungguh dan program yang rapi terhadap para masyayikh.
Mereka melakukan pertemuan di tempat syaikh fulan dan syaikh fulan.Orang-orang yang pergi dari Dammaj sini ditampung di markasnya Syaikh Muhammad Al Imam.Padahal orang-orang tersebut memiliki banyak syubhat dan aktif dalam menyebarkannya kepada thullab.Demikian juga ceramah umum dengan menghadirkan Abdurrahman Al Adany sebagai penceramahnya atau musyawarah di kediamannya atau di tempat fulan dan alan,demikian juga Syaikh Muhammad Abdul Wahhab tidak ketinggalan bekerja keras untuk membela Abdurrahman Al Adany sehingga dia menjadi orang yang paling berbahaya dalam fitnah ini bahkan menjadi pemimpinnya.Padahal dia mempunyai hubungan dekat dengan para masyayikh yang lainnya dan seorang yang memiliki komando dan pengaruh yang besar dalam menyeret orang-orang yang lainnya dalam membela fitnah Abdurahman Adany.
Kami katakan : “Demi Alloh,semua yang kami sampaikan adalah kebenaran yang diketahui oleh semua orang.Fitnah terjadi ditempat kami dan kami sudah menjelaskan hakikat yang sebenarnya.Selama kami telah menjelaskannya maka wajib bagi orang yang mendengarnya untuk mengambil kebenaran tersebut.Barang siapa yang meninggalkan kebenaran tersebut maka dia telah berbuat kesalahan.”
Senantiasa kami mengulang perkataan kami terhadap orang-orang yang tidak mau qona’ah/menerima kebaikan yang ada di tempat ini bahkan memecah belah persaudaraan serta menjadi penyebab adanya saling hajr(sikap saling mendiamkan antara satu teman dengan teman yang lainnya) di negeri Yaman atau yang lainnya bahwa kebaikan yang ada disini masih berjalan sebagaimana dizamannya Syaikh Muqbil bahkan bertambah.
Datang salah seorang dari negeri Al Jazair yang dahaga terhadap ilmu ketika sampai kesini dan melihat Dammaj segera bersujud di tanah lapang.Akan tetapi,jika orang tersebut tinggal dengan si fulan dan alan dari orang-orang mereka menjadi sempit dadanya,mereka mencegah santri tersebut untuk berkumpul dengan kami sampai akhirnya ditelantarkan oleh mereka.Padahal mungkin tholib tersebut adalah seorang yang pemula yang tidak tahu menahu tentang permasalahan,atau tidak mengenal siapa kawan dan siapa lawan.Dikatakan kepada orang yang baru ini bahwa Al Hajury punya banyak kesalahan.Pusat dakwah sekarang sudah tidak disini lagi akan tetapi disana(ditempatnya Abdurrahman Al Adany) dan lain sebagainya dari isu-isu yang mengunggulkan markaz mereka di Fuyusy dan meremehkan markaz Dammaj.Mereka banyak menyebarkan ucapan bombastis ini terutama dikalangan para pelajar asing.
Ketika kami melihat kondisi yang demikian,kami jelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.Maka berdirilah orang-orang untuk mengadakan permusuhan yang sangit,demi Alloh ya ikhwan mereka memusuhi dakwah dengan sengit dan kalian bisa melihat sendiri gerakan mereka,mengadakan majelis disana-sini sambil terkadang membikin pemukulan dan mengadakan makar – mudah-mudahan Alloh menyelamatkan kita dari kejelekan mereka. Meninggalkan markiz dengan sikap fanatik yang sangat parah,pergi dari sini sehingga akhirnya menjadi orang-orang yang terlantar.
Bergembiralah kalian…karena sesungguhnya mereka tidak membahayakan dakwah sama sekali.Perbuatan mereka tidak lebih seperti apa yang dilakukan Abul Hasan Al Mishry dengan komplotannya.Delapan puluh satu orang dari mereka menulis tanda tangan di sebuah kertas dalam rangka memusuhi dakwah,namun akhirnya mereka sendiri yang melepaskan diri dan tersingkir dari dakwah Ahlussunnah.Sama sekali tidak terdengar dari mereka kiprahnya dalam dakwah dan tidak berbekas sedikitpun pengaruh permusuhannya terhadap dakwah.Terusirnya mereka dari dakwah seperti dikatakan dalam pepatah:”Pergi sebagaimana perginya keledai ‘Amr”.Maknanya adalah sama sekali mereka tidak punya pengaruh setelah kejadian tersebut,baik terhadap orang-orang baroah dzimmah (yaitu orang-orang yang menampakkan tidak punya sikap memihak kepada salah satu pihak di zaman fitnahnya Abul Hasan Al Mishry) atau yang lainnya dari pengikut hizbiyyah.
Akan tetapi pengaruh yang ada setelah mereka melakukan perpecahan dalam dakwah,fitnah,makar,pencelaan,penghinaan penjauhan orang-orang dari Dammaj,adu domba,dan sebagainya dari point-point hizbiyyah yang ada pada mereka adalah adanya sebagian orang yang aku dengar mereka mengatakan bahwa semua ini bukan gerakan hizbiyyah.Seakan mereka saja yang paling tahu tentang definisi hizbiyyah atau point-point diatas boleh dikatakan hizbiyyah kalau hal tersebut bahayanya menimpa mereka,adapun kalau bahayanya menimpa kami atau selain mereka maka hal itu bukan hizbiyyah menurut analogi mereka.Padahal telah menimpa kami sekian banyak permasalahan disebabkan hizbiyyah mereka dari orang yang jauh ataupun yang dekat,akan tetapi hal ini dianggap sepele oleh mereka.

POINT I:TERJADI PERPECAHAN DALAM DAKWAH

Terjadi perpecahan dalam dakwah atau tidak ya Ikhwan?Terjadi, bahkan perpecahan yang sangat dahsyat yang disebabkan oleh gerakan kelompok ini dengan taktik adu dombanya antara si fulan dengan alan bahkan mereka melakukan adu domba sampai ditingkat para masyayikh.Mereka memprovokasi masyayikh sehingga muncullah Syaikh Ubaid –hadahulloh- menyerang kami.Mereka menipu Syaikh Ubaid –hadahulloh- dengan perkataan yang telah kalian dengar sendiri.Alhamdulillah aku telah menjelaskan kedustaan ucapan-ucapan mereka,namun Syaikh Ubaid –hadahulloh- sudah termakan provokasi mereka sehingga selangkah demi selangkah dia keluar dari manhaj yang benar yang selama ini ia bepegang teguh dengannya.Mulailah dia menghalalkan pemilu dan terjatuh dalam fitnah pada sekian banyak permasalahan.
Melakukan permusuhan terhadap para wali Alloh bukanlah perkara yang mudah.Karena Alloh -subhaanahu wa ta’ala-akan menghancurkan setiap orang yang memusuhi dakwah ini.Demikian para da’i yang sholih tidak akan tinggal diam terhadap permusuhan mereka.
Mereka terus melakukan fitnah adu domba diantara para masyayikh sampai akhirnya Syaikh Muhammad Abdul Wahhab terprovokasi dan termakan dengan fitnah mereka sehingga kita harus menjelaskan kepada ummat tentang penyimpangannya tersebut.Demi Alloh -subhaanahu wa ta’ala- kita tidak akan membiarkan setiap orang yang membela kesesatannya dan Alloh pasti akan membongkar kejelekan siapa saja dari orang yang bersamanya.
Kami tidak akan membiarkan seorangpun membela kesesatannya tersebut.Kalau kami melihat ada yang membelanya pasti kami akan mentahdzirnya,demikian juga Ikhwan Ahlussunnah akan memboikotnya dan meninggalkannya.Hal ini kita lakukan karena dia ingin menghancurkan dakwah dengan syubhat yang halus yang berbahaya,dia menyatakan Abdurrahman Al Adany tidak hizby karena dia tidak masuk dalam jam’iyyah/yayasan Ihsan atau jam’iyyah/yayasan Al Hikmah atau karena dia tidak mengikuti pemilu bahkan senantiasa lisannya mengatakan bahwa hizbiyyah harom.Ini semua adalah omong kosong saja darinya.
Kalau seandainya datang orang yang paling awam kemudian melihat makarnya Abdurrahman Al Adany pasti akan mengatakan bahwa makarnya kepada dakwah lebih berbahaya daripada makarnya Zindany dan komplotannya.
Demi Alloh,Amerika tidak pernah melakukan hal itu terhadap dakwah salafiyyah walaupun mereka menginginkan agar bisa melakukan hal yang sama yakni pecahnya dakwah salafiyyah dengan mengucurkan dana yang besar untuk tujuan tersebut.
Intinya perpecahan dalam dakwah telah terjadi dan hal itu bukan terjadi begitu saja akan tetapi disebabkan oleh fitnahnya Abdurrahman Al Adany yang dia mulai dengan terang-terangan setelah kepulangannya dari umroh.Ketika itu kami tidak tahu apa yang menyebabkan dia tidak mau salam atau berbicara kepada kami.Di majelis ta’limnya berkumpul disekitarnya orang-orang yang senantiasa mengelu-elukan dan menyanjungnya :”Inilah Al faqih, inilah Al faqih”,sampai akhirnya dia tersanjung dengan pujian tersebut dan ingin melakukan perpecahan didalam dakwah.

POINT II : PENGHINAAN

Mereka melakukan penghinaan yang sengit,sampai diantara mereka ada yang mengatakan bahwa aku adalah Zindiq (orang yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekufuran).
Mereka mengatakan bahwa warga Dammaj begini dan begitu.Semua yang ada disini mereka cela,baik pencelaan yang bersifat khusus atau secara umum.Diantara mereka ada yang berkata bahwa Dammaj sebenarnya bagus akan tetapi Yahya Al Hajury saja yang tidak baik.Maksudnya –sebagaimana yang kalian ketahui- dari perkataan tersebut adalah pencelaan terhadap Dammaj dan orang-orang yang ada didalamnya.Berbeda kalimat akan tetapi tujuannya sama.
Demikian juga penghinaan yang amat sengit terhadap saya dan para ikhwan.Kalau seandainya mereka melihat ada orang yang mau mendekat kepada saya ingin mendengar perkataan Alloh dan Rasul-nya serta merta mereka akan mencibir orang tersebut :”Orang ini ingin riya’ dihadapan Al Hajury”,setelah itu mereka saling berkata kepada kawannya :”Pergi kamu kepada orang yang ingin riya’ dihadapan Al Hajury tersebut,berilah nasehat kamu kepadanya jika kamu ingin menjadi penasehat yang baik”.
Maka berangkatlah salah seorang dari mereka kepada orang tersebut memasukkan was-was dan keraguan dalam hatinya,memberikan gambaran yang menyempitkan dadanya sampai akhirnya tinggal menyendiri dipojok tempat seperti ini,jika mendengar kami berbicara tentang hizbiyyah orang tersebut terlihat seperti orang yang lunglai tidak punya semangat.
Hizbiyyah Abdurrahman Al Adany telah mendholiminya,menelantarkannya sampai akhirnya menjadi dai-dainya syaithon yang mengajak kepada hizbiyyah,memecah-belah dakwah dan menyebarkan fitnah diantara para dai dan thullabul ‘ilmi.

POINT III: ADU DOMBA YANG SENGIT

Mereka juga melakukan adu domba yang sengit sampai kepada tingkatan jika ada orang yang mau belajar ke Dammaj akan segera mereka takut-takuti dengan dikatakan kepadanya bahwa barang siapa yang pergi ke Dammaj,nanti dia akan ditanya dan diuji,dahulu Dammaj begini dan begitu dizamannya Syaikh Muqbil,dizaman sang Bapak yang penyantun,suatu zaman yang mana jika kamu datang ke Dammaj akan mendapatkan begini dan begitu dari para ikhwan”.
Padahal,demi Alloh mereka dahulu juga berkata bahwa jika Abul Hasan atau sebagian para Masyayikh duduk kemudian mereka menyelisihi pendapatnya Syaikh Muqbil,maka beliau akan segera berkata :”Aku tidak akan tinggal diam,aku tidak akan tinggal diam”- yakni beliau akan segera menjelaskan kepada mereka duduk perkara yang sebenarnya.
Suatu ketika datang Abul Hasan kepada beliau dan berkata : “Akan tetapi pemerintah berkata demikian dan demikian…?”,maka Syaikh menjawab : “Katakan kepada mereka bahwa Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa alihi wasallam- berkata :”Barang siapa melihat kemungkaran maka hendaknya dia merubahnya dengan tangannya,jika tidak mampu maka dia hendaknya merubahnya dengan lisannya dan jika tidak mampu hendaknya dia merubahnya dengan hatinya,dan yang demikian itu adalah tingkat selemah-lemahnya iman”.
Kemudian mereka berkata :”Akan tetapi ya Syaikh,ya Syaikh,ya Syaikh…..”,maka beliau segera menukasnya:”Diam kalian,diam kalian”.
Ya,beliau tidak terima dengan alasan mereka dan bahkan menghardiknya. Itulah Syaikh Muqbil yang betul-betul berperan sebagai bapak penyantun (menurut mereka dan begitulah sikap Bapak Penyantun yang sesungguhnya yakni tidak tinggal diam ketika melihat kemungkaran).
Namun sekarang mereka berkata: “Dahulu dakwah begini dan begitu…”,yang semua perkataan tersebut tujuannya dalam rangka untuk meremehkan semua upaya kerja keras dalam terwujud kebaikan disini dan dalam rangka untuk mengegolkan keinginan mereka dan program-program yang mereka inginkan terhadap Dammaj.
Ya,mereka sebelumnya telah mengakui kebaikan yang terwujud disini dan bahkan memujinya akan tetapi setelah terfitnah dengan hizbiyyahnya Abdurrahman Al Adany mereka balik menyerang dan memusuhi kebaikan yang ada disini.Terbalik sudah realita dimata hati mereka.

POINT IV: TAHDZIR BUTA

Tahdzir buta ini ada yang dilakukan dengan cara yang halus dan ada pula yang dilakukan dengan cara terang-terangan dengan mengatakan :”Hati-hati kalian kalau mau pergi ke Dammaj karena nanti jika kamu pergi kesana akan diuji dan ditanya bagaimana si fulan,apakah si fulan begini dan begitu ???”.Padahal Demi Alloh aku tidak melakukan itu,aku tidak menginginkan ujian kepada siapapun bahkan aku menginginkan keselamatan semua pihak dan aku ingin senantiasa menuntut ilmu/tholabulilmi.
Markaz ini dijelekkan,mereka mengesankan dalam hati manusia gambaran jelek tentang Dammaj dengan melakukan tahdzir buta terhadap Dammaj baik secara terang-terangan atau dengan cara mengaburkan permasalahan hizbiyyahnya Abdurrahman Al Adany.
Tahdzir yang seperti ini apakah layak sekarang ditujukan kepada Dammaj?kami bertanya :”Apakah sekarang kami ini adalah Shufy atau Syi’ah atau Ikhwanul Muslimin atau ahli bid’ah atau pengikut ajaran sesat yang lainnya sehingga manusia diharuskan menjauh dari kami?”
Sesungguhnya tidak ada orang yang mentahdzir dari kebaikan kecuali orang yang menjadi lawan dan memusuhi kebaikan itu sendiri atau orang-orang yang menjadi hizby atau pengikut hawa nafsu dan penyebar fitnah atau orang-orang yang suka membuat onar didalam dakwah Ahlussunnah.
Telah kami sebutkan dimuka tiga perkara yang ada pada hizbiyyahnya Abdurrahman Al Adany,yang pertama adalah terjadinya perpecahan dalam dakwah yang disebabkan fitnahnya,kemudian celaan yang membabi buta kepada Ahlussunnah dan para dainya,padahal dari merekalah tersebar kebaikan ini,demikian juga muncul para thullab dan para masyayikh serta terwujudnya keberlangsungan dakwah Ahlussunnah.
Kalau tahdzir yang tidak layak ini terus dibiarkan mau dikemanakan orang yang mau mencari kebaikan?
Dahulu Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab mengatakan:”Kalian mau pergi belajar kemana jika meninggalkan Dammaj?Apakah kalian mau pergi belajar ke Universitas Al Iman?”,namun sekarang beliau tidak mau berkata seperti itu lagi bahkan tidak mau menasehati dirinya sendiri dan menjadi orang yang bertujuan sama dengan hizbiyyahnya Abdurrahman Al Adany.
Adu domba yang sengit juga mereka lakukan di tingkat para hakim negara.Dia mengajak orang untuk berhukum dengan para hakim tersebut dengan mengatakan bahwa kita bukan di negara yang memperbolehkan sikap keluar dari hukum pemerintah seperti orang-orang Khowarij.
Yakni makna dari perkataannya ini adalah bahwa orang yang tidak mau berhukum kepada Syi’ah atau Shufy atau kepada para perempuan – yang duduk di majelis hakim negeri Yaman *- dalam memutuskan permasalahannya,berarti orang tersebut adalah Khowarij.
Betulkah pemikiran yang seperti ini?(Bahkan ini tidak betul),karena sesungguhnya penyelesaian masalah dakwah adalah kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa alihi wasallam- bukan dengan kembali kepada hukum buatan manusia atau bertahkim dengan orang-orang yang tidak tahu tentang seluk beluk dakwah ini dan kebaikan yang ada padanya.
Demikian juga Syaikh Muhammad Abdul Wahhab senantiasa mengajak orang satu per satu agar mau tunduk dengan keputusan-keputusan para hakim negara tersebut dan menyetujuinya.
Satu contohnya adalah pernah ada salah seorang da’i dari sini yang keluar dakwah sementara mereka tidak mampu untuk menghalangi ceramahnya,maka mereka memanggil para pejabat berwenang.Bertanya sang pejabat :”Siapa yang menjadi penceramah malam ini?bagus sekali isi ceramahnya?”,serta merta mereka akan menjawab:”Iya,betul penceramah tersebut memang fasih dalam menyampaikan ceramah akan tetapi dia mempunyai ini dan itu,berbuat begini dan begitu….”,dan seterusnya dari berita –berita yang dusta agar da’i Ahlussunnah tersebut tidak bisa berdakwah lagi dan dilarang oleh pemerintah untuk berdakwah ditempat tersebut.
Demikian juga adu domba mereka lakukan ditingkat para Masyayikh dengan mengadakan pertemuan disana sini,di tempat Fulan dan Alan.Apa sebab dari semuanya ini?Sebabnya adalah hizbiyyah dan kebencian terhadap kebaikan yang ada disini serta permusuhan terhadap perkara yang dulunya mereka berpegang dengannya dan berjalan diatas perkara tersebut.
Ketika kami menyampaikan nasehat kepada mereka dan menerangkan kebenaran dan kenyataan yang sebenarnya,mereka berusaha untuk menyembunyikan gerakan mereka dan menginginkan agar dakwah disesuaikan dengan keinginan mereka.Ketika kami menolak hal tersebut mereka serta merta menginginkan untuk menjatuhkan aku.Mereka ingin supaya aku jatuh dan Abdurrahman Al Adany naik atau minimalnya aku dan Abdurrahman Al Adany semuanya sama-sama jatuh.

POINT V : FANATIK BUTA

Fanatik buta sampai pada tingkatan jika muncul kesalahan dari salah seorang dari mereka,mereka akan diam,tidak ada penentangan sama sekali atau cibiran.Semua menampakkan sikap diam walaupun dalam hati sebagian mereka mungkin ada pengingkaran terhadap kejahatan tersebut.Ataupun kalau ada dari mereka yang mengingkari secara dhohir,hal itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi karena mereka menganggap bahwa pengingkaran terhadap kemungkaran yang dilakukan dari sebagian mereka akan melemahkan dakwah dan jama’ah mereka secara umum.
Hal ini menunjukkan bahwa mereka fanatik walaupun dalam perkara yang jelek sekalipun.Sikap fanatik juga terlihat dari da’i mereka ketika berceramah,dai tersebut berkata menyanjung Abdurrahman Al Adany:”Assyaikh Fulan,beliau adalah begini dan begitu,beliau berasal dari Yaman Utara,maka kalian wajib menolong Syaikh Fulan faqih tersebut,yang yang dan yang seterusnya,yang berasal dari Yaman Utara”.Demikian mereka menambahi sebutan Yaman Utara setelah kalimat Al Faqih pada salah satu ceramah di daerah Lahji,dalam rangka mengesankan kepada masyarakat bahwa syaikh kita ini dari Yaman Utara sebagaimana kita.Masih ada lagi sikap dari mereka yang menunjukkan fanatik buta dan telah kami jelaskan masalah fanatik buta ini dalam buku saya yang berjudul :”AtTahdzir Minal Hizbiyyah”.

POINT VI : AL WALA’ DAN BARO’ YANG SEMPIT

Permasalahan Wala’ dan Baro’ yang sempit sudah banyak buku yang menjelaskan hal tersebut bagi siapa saja yang mau membacanya.
Wala’ dan Baro’ yang sempit adalah salah satu rambu dari rambu-rambu hizbiyyah.Dan ini terbukti ada pada mereka,sebagai contohnya adalah Abu Khottob yang telah pergi setelah kita usir dari sini disebabkan karena dia terfitnah dengan Abdurrahman Al Adany.
Pada waktu itu aku berkata kepadanya:”Ya Akhy,kami telah berbicara dan menjelaskan tentang fitnah ini akan tetapi seakan engkau tidak peduli?”Dia menjawab:”Aku tidak pernah peduli dengan perkataan kamu walaupun dalam fitnah Abul Hasan,sesungguhnya aku dalam fitnah Abul Hasan hanya mengambil perkataan para ulama'”.Aku katakan kepadanya:”Berarti kamu tidak perduli dengan perkataanku dari dulu sampai sekarang?pergilah kamu dari sini!apakah setelah ini aku harus bersabar terhadap kamu lagi?bagaimana ini?”.
Ini adalah salah satu contoh masalah dan dia masih mempunyai masalah yang lainnya.Dia pergi setelah banyak membuat masalah dan berbagai fitnah.Dia pergi kesana setelah kami usir dari sini karena dia melakukan adu domba.Setelah terusir dari sini sebagian dari mereka menelpon Syaikh Robi’ dengan mengatakan bahwa orang ini yakni Abul Khottob pergi dari Dammaj.Sungguh,kepergiannya dari Dammaj dan pulang ke Libya-yakni ke negerinya Al Qoddafy yang komunis-lebih bagus dari pada tetap tinggal di Dammaj.
Demikian juga mereka gembira dengan keluarnya Abul Khottob dari sini sampai sebagian mereka berkata kepada yang lainnya:”Abul Khottob mari tinggal bersama kami”,yang lainnya berkata:”Ini adalah nikmat dari Alloh yang dilimpahkan kepada kalian”.
Jadi,orang yang terusir dari sini dan pergi kepada mereka untuk menambah kerusakan dan kejelekan mereka dianggap sebagai nikmat dari Alloh seperti hujan yang turun dari langit.
Demikianlah,terbukti Wala’ dan Baro’ yang sempit yang ada pada mereka.Siapa saja yang berani melawan dan memusuhi dakwah Ahlussunnah yang ada di Dammaj,maka orang tersebut akan diperkuat dan dibantu oleh mereka,walaupun terbukti bahwa orang tersebut tidak baik akhlaq atau perangainya atau orang yang terbenci disisi kami atau walaupun orang mau bilang apa terhadap orang tersebut,mereka tidak akan menggubrisnya.
Dahulu Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab berkata bahwa orang yang mencela Dammaj berarti dia telah mencela agama Islam.Menurut konsekuensi dari perkataannya tersebut berarti sekarang dia telah mencela Islam karena dia telah menjelekkan Dammaj.Demikian juga dia dulu berkata bahwa orang yang mencela Dammaj seperti orang yang membenturkan kepalanya kepada batu,batu tetap selamat dan kepala orang tersebut akan hancur.
Dan yang lainnya dari kata-kata mutiaranya tentang Dammaj yang sampai sekarang masih tertulis di buku-buku yang tersebar disini.

POINT VII: BERKUMPUL DENGAN SEBAGIAN KELOMPOK HIZBY

Semua ini adalah rambu-rambu dari hizbiyyah yang terlihat dari komplotannya Abdurrahman Al Adany yang melakukan fitnah yang dahsyat kepada kami melebihi dahsyatnya fitnah yang dilakukan oleh orang-orang sebelumnya.Dimulai dari tahdzir yang membabi buta kemudian adu domba yang sengit,meminta bantuan pemerintah untuk menghentikan dakwah,fanatik buta,wala dan baro’ yang sempit kemudian perkumpulan mereka dengan kelompok-kelompok hizbiyyah seperti berkumpulnya mereka dengan orang-orangnya Abul Hasan Al Mishry bahkan bekerja sama dengan mereka dalam rangka memusuhi dakwah Ahlussunnah.Dari mana sifat-sifat yang seperti ini muncul?Apakah sifat-sifat ini muncul dari seorang salafy?

POINT VIII: TIDAK ADANYA SIKAP INGKAR MUNGKAR

Tidak adanya sikap ingkar mungkar terhadap kemungkaran yang dilakukan oleh orang-orangnya mereka.Sementara disisi lain,mereka mencari-cari kesalahan yang ada pada kami atau berdusta atas nama kami agar bisa mendapatkan celah untuk menjatuhkan kami dan menutupi kesalahan teman –teman mereka.
Demikian juga mereka enggan untuk menerima nasehat yang kami sampaikan dengan bukti-buktinya dari waktu ke waktu,sementara dilain pihak mereka menerima semua syubhat yang datang dari Abdurrahman Al Adany dan kroninya – walaupun syubhat tersebut mungkin sekedar lewat telepon – kemudian berita tersebut akan mereka segera sebarkan sembari berkata :”Demi Alloh ya fulan begini dan begitu,sesungguhnya ini dan itu,…” yang ujung-ujungnya dia berkata: “Ana Mutawaqif,aku tidak tahu apakah yang dilakukan Abdurrahman Al Adany ini perbuatan hizbiyyah atau tidak”.

POINT VIX : MENJAUHKAN & MENELANTARKAN PELAJAR PEMULA DAN PARA PEMUDA DARI KEBAIKAN

Jika ada santri-santri baru yang menginginkan menuntut ilmu dan mengambil faedah dari tempat ini sebagiamana orang-orang yang terfitnah tersebut telah belajar dan mengambil faedah dari sini maka mereka akan menjauhkan para pelajar tersebut dari kebaikan ini.
Padahal orang-orang yang terfitnah tersebut mengakui dan tidak mengingkari bahwa mereka telah mengambil faedah dari sini akan tetapi jika ada orang yang baru,mereka akan memberinya informasi yang miring,provokasi atau menjauhkan dari tempat ini atau memberi berita yang menyesatkannya,mendholimi dan menipunya sehingga santri baru tersebut akhirnya meninggalkan tholabul ilmi dan memilih menjadi penjual warung kopi.Mereka menelantarkan para santri baru dari tempat ini dengan mengatakan:”Demi Alloh,kalian pergi dari sini dan menjadi penjual warung kopi lebih baik dari pada tetap tinggal di Dammaj”.Maka pulanglah sebagian santri baru tersebut sampai akhirnya betul-betul menjadi penjual warung kopi.Demikian juga yang lainnya melakukan penelantaran kepada para santri baru dengan metode yang sama.
(Perbuatan yang mereka lakukan tersebut),semuanya adalah bentuk penelantaran terhadap dakwah,para kader dakwah dan para santri yang tujuan akhirnya adalah agar dakwah disini menjadi lemah.
Apakah tercapai keinginan mereka tersebut?Tidak,bahkan yang terjadi adalah kenyataan yang sebaliknya.Jika salah seorang yang termakan fitnah pergi dari sini maka thullab yang lainnya akan segera berebut untuk bisa menempati rumah yang ditinggalkannya.Bahkan disana ada sebagian orang yang berdoa:”Ya Alloh mudahkanlah kepada kami agar orang-orang yang terfitnah segera pergi dari sini sehingga aku bisa segera menempati rumahnya”.
Sebagian lagi disana ada orang yang terdholimi –yakni tinggal di Dammaj satu tahun atau dua tahun akan tetapi tidak bisa mendapatkan rumah dakwah karena kalah cepat dalam berebut rumah dakwah dengan yang lainnya- dia berharap agar orang-orang yang terfitnah segera pergi dari tempat ini sehingga ia bisa menempati rumah yang ditinggalkannya.
Mereka menyangka bahwa makar yang dilakukannya akan melemahkan dakwah,akan tetapi Alloh menginginkan yang sebaliknya.Alloh menginginkan agar dakwah Ahlussunnah semakin kuat dan bersih dari orang-orang yang berpenyakit serta ingin agar manusia semakin terbuka menerima dakwah dan kebaikan ini.

POINT X : LEMAH SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU

Demikian juga lemah semangat dalam tholabulilmi kami melihat hal itu melekat kepada mereka yang termakan hizbiyyah ini atau orang-orang yang menamakan dirinya mutawaqif (tidak punya sikap).Sebenarnya kenyataan yang ada menunjukkan bahwa orang-orang yang mutawaqif,kondisi mereka disini seperti orang yang transit saja.Maksudnya jika kelompok hizbiyyah mempunyai kekuatan maka dia menggunakan peluang tersebut untuk ikut menyerang kami akan tetapi kalau komplotan hizbiyyah tersebut tidak berdaya maka mereka mempunyai tempat aman disini untuk menyembunyikan pemikiran di kepalanya.
Inilah kondisi orang-orang yang mutawaqif yang tidak terpuji padahal dalil dan hujjah sudah disampaikan kepada mereka,demikian juga malzamah ilmiyyah sudah tersebar dan bukti-bukti sudah jelas dan terang benderang tentang hizbiyyahnya Abdurrahman Al Adany,tidaklah tersisa kecuali hanya perkara taqlid/membebek kepada sikap dan perkataan si fulan dan alan.Padahal kamilah yang paling tahu tentang hizbiyyahnya mereka karena kami yang hidup bersama mereka.Kejadiannya di tempat kami dan kami pula yang melihat sepak terjangnyanya dengan mata kepala kami sendiri serta kita pula yang mendengar ucapan-ucapannya secara langsung dengan telinga kita.
Sebagaimana mereka telah lemah semangat dalam tholabulilmi,kami juga mendapati orang-orang yang terfitnah ini menjadi orang yang rajin meninggalkan sholat jama’ah di masjid ini dan memilih sholat dimasjid ‘UMMAL atau masjid yang lainnya yang jauh lebih kecil ukuran dan lebih sedikit jama’ahnya karena mereka tidak mau menghadiri ta’lim selesai sholat jam’ah yang ada di masjid ini.
Mereka memilih absen dari dars(pelajaran umum) dan lebih senang duduk-duduk di perkebunan atau dilapangan atau dirumah atau di kedai-kedai atau ditempat-tempat yang lainnya.Apa penyebab semua ini?Sebabnya adalah dada yang sesak terhadap kebaikan.Orang-orang tersebut tidak mengatakan bahwa disini tidak ada ilmu bahkan mereka mengakui disini ada ilmu dan kebaikan akan tetapi ilmu dan kebaikan yang ada disini disisi mereka dianggap seperti kulit bawang.Tidak ada lagi pada mereka pengagungan atau penghargaan terhadap ilmu dan kebaikan ini,demikian juga tidak ada lagi pada mereka kerja sama dalam menghidupkan ilmu tersebut.Dari mana sikap ini muncul?Apakah muncul dari seorang salafy atau orang yang ingin menolong agama Alloh?Atau sifat ini muncul dari orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan lemah dalam melakukan kebaikan sehingga tergelincir dari kebaikan itu sendiri?
Demikian juga tampak kelemahan mereka dalam tholabul ilmi ketika mereka hadir dalam majelis ilmu.Mereka jika hadir di majelis ilmu,duduk dijauh sana dalam keadaan tidak respon terhadap apa yang kami sampaikan.Sebagian mereka jika kami berkata:”Bukankah demikian yang betul ya Ikhwan?”,serta-merta Al Ikhwan menjawab :”Ya,betul!!”Sementara mereka mengatakan :”Tidak,tidak betul!!!”

POINT XI : BANYAK ABSEN DARI DARS

Adalah perkara yang maklum dikalangan masyarakat umum disini atau para santri bahwa setiap orang yang tinggal disini dia wajib untuk menghadiri pelajaran umum kecuali kalau sedang sakit atau ada udzur/halangan yang wajar.Akan tetapi kami melihat mereka yang terfitnah biasa absen dari dars padahal mereka tinggal di rumah milik dakwah.Hal ini tentunya tidak diperkenankan karena tempat ini diperuntukkan khusus bagi tholabul ilmi dan orang-orang yang diharapkan nantinya bisa bermanfaat bagi kaum muslimin.Bukan tempat ini diperuntukkan bagi orang yang memusuhi dan mencela dakwah ini atau menjelekkan saya dan menjauhkan orang dariku bahkan dibalik itu malah mengajak orang agar belajar ke Fuyusy atau ke tempat lainnya.Bukan pula tempat ini diperuntukkan untuk orang-orang yang mengikrarkan bahwa kami adalah mutawaqif.
Sesungguhnya haram bagi kalian untuk tinggal di rumah dakwah sementara kalian bersikap seperti itu jika kalian adalah orang-orang yang menjaga dirinya dari perkara yang haram atau orang-orang yang berpegang dengan Sunnah dan berada diatas kebenaran.Seharusnya kalian menolong Al Haq yang terang benderang yang ditampakkan oleh Alloh yang telah dijelaskan melalui dalil-dalilnya atau kalian jika tidak mau menolong Al haq lebih baik pergi dari sini dengan tenang dan terhormat sampai waktu yang kalian inginkan.
Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa alihi wasallam- bersabda :”Cintailah orang-orang yang kalian ingin mencintainya sesuai dengan kadarnya karena bisa jadi disuatu hari nanti orang tersebut menjadi orang yang kalian benci dan bencilah orang yang kalian ingin membencinya sesuai dengan kadarnya karena bisa jadi disuatu hari orang tersebut menjadi orang yang kalian cintai”.Ya lebih baik pergi dari sini dengan baik karena mungkin suatu saat Alloh melapangkan dadanya sehingga bisa kembali belajar disini dengan tenang dan leluasa tanpa ada orang yang mengatakan kepadanya :”Dulu kamu berbuat begini dan begitu atau berkata ini dan itu”.
Yang kedua diantara perkataan mereka adalah bahwa ini adalah bagian dari agama,yakni mereka meyakini dalam hatinya bahwa menolong Abdurrahman Al Adany yang telah berbuat dalam fitnah ini segala macam kemungkaran yang sebagiannya telah kita sebutkan diatas adalah bagian dari agama.Sementara mencerca saya dan mencari-cari kesalahan saya adalah bukan bagian dari agama menurut mereka sehingga diantara mereka ada yang berkata kepada yan lainnya :”Nasehatilah Yahya karena dia telah berbuat salah,telah berbuat begini dan begitu..”
Demikian juga mereka berusaha melakukan perekrutan thullab kami kepada kelompok mereka meskipun hanya dengan mengatakan :”Aku mutawaqif dalam fitnah ini”,karena maksud dari perkataan tersebut adalah dalam rangka untuk memasukkan keraguan dalam hati para thullab terhadap fitnah ini”.Akan tetapi perbuatan yang seperti ini menurut analogi mereka bukan bagian dari agama.
Jadi secara mudahnya,ukuran agama pada mereka adalah permusuhan kepada Yahya dan Darul Hadist Dammaj serta berpaling dari nasehatnya,kemudian disisi lain bersikap tunduk dan patuh serta senang terhadap semua perkataan yang datang dari kelompoknya walaupun perkataan tersebut disampaikan melalui sebagian kaset atau telepon atau secarik kertas.
Menurut analogi mereka pula bahwa bukan bagian dari agama berbagai perkara kebaikan yang mereka lihat disini seperti kerja sama dan tolong menolong dalam menyebarkan kebaikan atau saling menutup kekurangan yang ada didalamnya serta saling mencintai karena Alloh dengan meninggalkan attahaajur(sikap saling mendiamkan antara satu teman dengan teman yang lainnya)tanpa sebab yang syar’i atau tidak membuang waktu kepada perkara yang tidak berfaidah atau tidak melakukan perkara yang menelantarkan dakwah.
Menjadi terbalik sudah cara berpandang yang sehat di hati mereka dan lihatlah keajaiban-keajaiban yang ada pada hizbiyyah yang baru ini.

POINT XII: TAQLID BUTA (MENGIKUTI ORANG YANG BUKAN HUJJAH TANPA DALIL)

Demikian juga taqlid ada pada mereka.Kalian akan mendapati Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab tidaklah dia melakukan ceramah kecuali dia akan berkata:”Ulama'”.Baiklah kalau kalian bersama para ulama’,akan tetapi bukti-bukti dan keterangan yang jelas dan perkara-perkara yang lainnya yang terang benderang yang menunjukkan hizbiyyah Abdurahman Al Adany mau kalian kemanakan ini semua?Mereka berkata:”Pokoknya kami bersama para ulama’,bersama para ulama”.
Sekarang beliau menjadi da’i yang mengajak kepada taqlid dan membuang bukti dan dalil.Kalau seandainya para ulama’ tidak sesuai dengan keinginannya(Muhammad bin Abdul Wahhab Al Wushoby),dia tidak akan mengatakan kami bersama para ulama bahkan akan mencibirnya sebagai mata-mata atau menggunjingnya sebagai orang yang impoten,atau memberikan gelar/sebutan-sebutan yang lainnya yang tidak layak.Dia hanya memberi gelar ulama kepada orang yang menyetujui keinginannya.
Lihatlah sekarang kepada apa yang sedang mereka lakukan,mereka berusaha untuk melakukan perpecahan dengan cara mengadakan ceramah disana sini yang menghadirkan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab dan Abdurrahman Al Adany dengan pengumuman yang gemerlap:”Kami bersama fulan,fulan dan fulan….”menyebut dan menggambarkan orang-orang yang bersama mereka padahal sebagian orang yang disebut tersebut tidak ridho namanya dicantumkan dalam pengumuman.Semuanya itu mereka lakukan dalam rangka untuk menghasilkan suatu kalimat yang keluar dari penceramah yang bisa mengesankan kepada orang-orang yang lemah iman dan tidak mempunyai komitmen yang kuat dalam berpegang dengan Sunnah – yang mempunyai cara pandang bahwa orang yang memujinya berarti bersamanya sementara orang yang menjelekkannya berarti bukan kelompoknya – bahwa penceramah tersebut berpihak kepada kelompok mereka.
Cara pandang yang seperti ini tentunya bukan prinsip Salafy.Bahkan prinsip Salafy yang benar adalah berpegang dengan kuat kepada al haq dimanapun berada tanpa menghiraukan kepada orang yang memujinya atau yang mencelanya.Inilah prinsip yang diperintahkan oleh Alloh -subhaanahu wa ta’ala- sebagimana dalam firmannya:
+ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا_ [النساء : 135]
Artinya:”Wahai orang-orang yang beriman,jadilah kalian orang yang menegakkan keadilan,menjadi saksi karena Alloh meskipun kepada diri kalian sendiri,atau orang tua kalian,atau kerabat dekat kalian.Jika ia kaya atau miskin maka Alloh yang tahu kemaslahatanya.Maka janganlah kamumengikuti hawa nafsukarena ingn menyimpang dari kebenaran.Dan jika kam memutarbalikkan kata-kata atau enggan menjadi saksi maka sesungguhnya Alloh adalah Maha mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”.(Q.S.Nisa’:135).
Ini adalah prinsip yang benar,kami tidak menunggu seseorang untuk memujiku dulu baru kemudian aku bekerja sama dengannya atau aku tidak menunggu seseorang untuk mencelaku baru kemudian aku meninggalkannya atau menjadi musuhnya.
Maka jadilah hizbiyyah Abdurrahman Al Adany sebagai tempat berlindungnya orang yang mempunyai tujuan jelek terhadap dakwah yang ingin melampiaskan keinginannya.Mereka ingin agar aku tetap pada posisiku akan tetapi mereka bisa menyetirku sesuai dengan keinginannya atau kalau tidak bisa seperti itu mereka akan bilang:”Bangkitlah kamu menjadi lawannya Al Hajury” dibawah fitnahnya Abdurrahman Al Adany.

POINT XIII: TIDAK MENGHARGAI KINERJA ORANG LAIN DAN PENIPUAN KEPADA SEBAGIAN ULAMA’

Diantara perbuatan mereka yang menunjukkan bahwa mereka meremehkan hasil kerja dari amal sholih yang dilakukan oleh orang lain dan melakukan penipuan kepada sebagian para ulama’ adalah :
Dahulu Al Akh Amin bersama kita dan beliau telah berdiri dihadapan kalian,beliau berkata bahwa mereka mengatakan:”Bagaimana pendapat kalian kalau kita pergi kepada Syaikh Fulan kemudian kita putarbalikkan fakta kepadanya sehingga beliau menjadi sempit dadanya sehingga akhirnya beliau nanti sendiri yang akan melakukan pemutusan hubungan antara Syaikh Yahya dengan para masyayikh yang lainnya”.
Lihatlah perbuatan mereka,dengan dalil apa mereka melakukan hal itu?Apakah perbuatan ini adalah bagian dari manhaj salafy?Bahkan ini adalah manhajnya hizby,melakukan fitnah perpecahan didalam dakwah.Ini adalah manhajnya Iblis sebagaimana yang dikatakan oleh Rasululloh -shollallohu ‘alaihi wa alihi wasallam- Sesungguhnya syaithon telah putus asa untuk disembah di Jaziroh Arob,akan tetapi dia tidak putus asa untuk senantiasa menyalakan permusuhan/adu domba”.(HSR.Muslim).

POINT XIV: PERAMPASAN TERHADAP MASJID AHLUSSUNNAH

Usaha mereka untuk merampas dan menguasai masjid terkadang dengan cara melakukan pendekatan terhadap pengurus masjid atau dengan cara mendatangi salah seorang yang simpati terhadap mereka kemudian mengelabui mereka dengan iming-iming uang.Dengan cara ini mereka berhasil merekrut orang yang mungkin dahulunya kurus kering,namun ketika sudah simpati kepada mereka menjadi orang yang banyak bicara dan berani mencela kami atau menjadi orang yang garang dan tidak mau menghormati kedudukan orang lain.
Demikian juga mereka mempengaruhi para pengurus tersebut sampai diantara mereka ada yang dibelikan mobil,atau barang ini dan itu sehingga akhirnya mereka mau menjual dirinya kepada hizbiyyah dengan harga murah dan menjadi orang yang zuhud terhadap kebenaran.

POINT XV: GERAKAN BAWAH TANAH
Mereka mempunyai gerakan bawah tanah.(Mereka melakukan pembisikan-pembisikan kepada orang),bukan pembisikan yang dibolehkan oleh syariat seperti bisikan seseorang kepada temannya,akan tetapi bisikan mereka ibarat gerakan bawah tanah yang kalau seandainya gerakan ini muncul kalian akan melihat bahwa gerakan tersebut melampaui semua gerakan bawah tanah yang tersembunyi.
Mereka telah melakukan gerakan bawah tanah pada fitnahnya Al Bakry dan fitnah setelahnya,kami tidak mengetahui adanya gerakan tersebut sampai akhirnya terbongkar dan mereka mengeluarkan tulisan-tulisan di malzamah-malzamah.Padahal mereka sebelumnya sangat rapi dalam menyembunyikan gerakan bawah tanahnya.
Sekarang telah terkumpul lima belas point kesalahan mereka sebagaimana yang kalian dengar,dari tidak adanya penghormatan terhadap kinerja orang lain dalam kebaikan,kemudian tidak mau tahu terhadap hakikat agama yang benar ini,condong dan berpihak terhadap orang-orang yang terlantar dijalan-jalan hizbiyyah dan berpihak pula kepada orang-orang yang memusuhi dakwah ini sebagaimana yang kalian ketahui.Demikian juga upaya mereka untuk memakmurkan Markiz di Fuyusy dan lain sebagiannya dari perkataan mereka.
Apakah setelah terkumpul pada mereka semua hal tersebut,kemudian diperbolehkan bagi seseorang-baik yang berilmu atau yang awam-untuk mengatakan bahwa gerakan mereka bukan gerakan hizbiyyah yang terlarang?Salah,sungguh salah orang yang mengatakan demikian dan sungguh tidak pantas perkataannya ini untuk diikuti.
Penjelasan kita ini akan disebar dan akan ditampilkan kepada mereka,barang siapa yang mempunyai bantahan terhadap perkataan ini dipersilahkan untuk membantahnya.
Adapun berkaitan dengan saudara-saudara kita yang kami mendengar bahwa mereka adalah kelompok mutawaqif (orang-orang yang tidak punya sikap dalam fitnah Abdurrahman Al Adany),sesungguhnya perbuatan mereka ini tidak kami perkenankan dan tidak mendapatkan udzur lagi setelah mereka mendengar apa yang kami sampaikan ini, dan setelah kami menjelaskan permasalahan ini dengan susah payah bersama para ikhwan.Sementara kalian menunggu peluang untuk menggagalkan kerja keras kita tersebut sebagaimana yang telah mereka lakukan.Sehingga jangan heran jika seorang mutawaqif berjalan bersama ahlul haq kemudian mereka melakukan penggembosan.
Diantara mereka mengatakan :”Permasalahan ini,bukan permasalahan kita,kita tidak pantas untuk mengurusnya,biarkanlah para ulama untuk mengurusnya”.Kita katakan:”Benar,permasalahan diserahkan kepada para ulama’,akan tetapi dibutuhkan juga kerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan diantara ikhwan”.
Ini intinya dari apa yang kita sampaikan,kita cukupkan lima belas point didalam lembaran ini sebagai penjelas tentang hizbiyyahnya Abdurrahman Al Adany ini.
Setelah ini semua kalau disana ada orang yang mutawaqif dalam permasalahan ini,mereka tidak punya udzur lagi disisi kami,dan dia tidak punya udzur dan dalil pula dalam membela sikapnya tersebut,dan kami juga nyatakan tidak ridho terhadap sikapnya tersebut.
Apa yang kami sampaikan ini adalah penjelas dari keterangan yang aku sampaikan tadi malam yakni sesungguhnya orang-orang yang tidak punya sikap dalam permasalahan ini setelah kalian melihat dan mendengar sendiri hakekat yang terjadi,mereka sesungguhnya tidak mempunyai itikad baik terhadap dakwah ini dan juga terhadap markaz Dammaj.Akan tetapi sesungguhnya mereka telah melakukan pembelaan terhadap orang-orang yang menyusup dalam dakwah ini untuk melakukan kerusakan didalamnya bahkan sebagian mereka ingin malampiaskan balas dendam terhadap kami dan terus menginginkan berkobarnya api fitnah dengan memanfaatkan moment fitnah ini atau mereka ingin senantiasa mengadakan perlawanan terhadap al haq dengan beralasan kenapa si fulan tidak melakukan begini dan begitu,kenapa si fulan tidak membela kamu dalam permasalahan ini dan itu,…dan seterusnya.Tentunya semua alasan ini tidak bisa diterima.
Permasalahan ini sebenarnya yang ingin kami bicarakan dan kami ingin agar orang yang masih memiliki sifat fanatis/sikap membela kelompoknya tanpa alasan yan benar untuk berdiri dan menyampaikan apa yang masih menjadi permasalahannya sehingga kami bisa menjelaskannya dengan gamblang.
Jika orang tersebut sudah tidak memiliki hujjah dalam membela sikapnya namun terus membela mereka maka ketahuilah bahwa sesungguhnya orang tersebut orang yang menginginkan perkara yang tidak baik di tempat ini dengan mencari-cari kelemahan kita. Hal ini tentunya tidak kami perkenankan.
Apa yang kita bicarakan sekarang tidak tercakup didalamnya para masyayikh Yaman,mereka adalah saudara kami-mudah-mudahan Alloh -subhaanahu wa ta’ala senantiasa menjaga mereka- akan tetapi dalam permasalahan ini dengan yakin dan tanpa ragu-ragu kita katakan mereka
telah keliru.
Kita sampaikan ini dalam rangka untuk menjelaskan kepada orang-orang yang taqlid buta (mengikuti seseorang tanpa dalil) dalam fitnah ini kepada para masyayikh bahwa mereka telah salah.
Pada majelisnya Syaikh Robi’- mudah-mudahan Alloh menjaganya-para masyayikh berusaha agar Syaikh Robi’ membujukku supaya aku mau memaafkannya yakni Abdurrahman Al Adany,demi Alloh beliau berkata kepadaku sambil memegang jenggotku dan menciumnya :”Maafkanlah dia”,maka aku jawab:”Iya,aku maafkan permasalahan yang bersifat pribadi antara aku dan dia,Insya Alloh”.
Sampai disini mereka kelihatannya bersikap baik,akan tetapi ketika aku pulang ke Yaman setelah selesai dari ibadah Haji,aku tunggu sikap dan nasehat mereka yakni para masyayikh terhadap Abdurrahman Al Adany agar dia berlepas diri dari segala fitnah yang telah dilakukannya,dan menjelaskan bahwa dia telah berbuat ini dan itu.Namun harapanku kepada masyayikh tersebut sirna karena para masyayikh malah mengadakan pertemuan dengan dihadiri orang-orang yang fanatik kepada Abdurrahman Al Adany tanpa sepengetahuanku dan menghasilkan dari pertemuan tersebut pernyataan yang kami tidak meridhoinya.
Akhirnya kita jelaskan kepada mereka melalui surat bantahan bahwa sesungguhnya pernyataan mereka tersebut bukan pernyataan yang berlepas diri dari para pendusta Abdurrahman Al Adany dan komplotannya.
Seminggu kemudian muncul perkataan dari Abdurrahman Al Adany bahwa aku adalah orang yang paling fajir yakni dari kalangan orang yang dikatakan berilmu dan mendakwahkan agama dan lain sebagainya.
Konsekuensi dari perkataannya ini berarti aku di mata Abdurrahman Al Adany adalah orang yang paling fajir dan pendusta melebihi ‘Amr bin Kholid atau Al Qordowyatau fulan dan fulan atau Suwaydan dan sekian banyak orang-orang Rofidhoh,demikian pula orang-orang Shufi seperti Al Jifry atau Bin Hafidh dan yang lainnya dari tokoh-tokoh kejahatan.
Apakah hal ini menunjukkan Abdurrahman taraju’/bertaubat dari perbuatan hizbynya atau main-main didalam arena dakwah dalam rangka agar para masyayikh simpati dan berpihak kepadanya untuk kemudian bersamanya menyerang dakwah Ahlussunnah dengan memanfaatkan moment fitnah yang ada.
Kami mengatakan:”Kita menjelaskan fitnah ini kepada masyarakat melalui malzamah-malzamah yang telah dikoreksi dan dijamin kebenarannya,kita jelaskan dalam malzamah tersebut masalah ini dan itu dan sebagainya,semuanya tersebut kita lakukan sebagai bentuk kasih sayang kita kepada saudara-saudara kita Ahlussunnah”.Akan tetapi hal ini disambut oleh para masyayikh sebagai bentuk penyebaran fitnah.Orang yang membaca malzamah tersebut menurut mereka adalah orang-orang yang menginginkan tersebarnya fitnah sedangkan sebaliknya orang yang tidak mau menyebarkannya berarti adalah orang-orang yang telah berbuat adil dan telah menjaga stabilitas persaudaraan diantara Alussunnah.
Oleh karena itu perkara tawaqquf ini tidak akan kita terima,akankah kalian bersikap untuk tawaqquf terus sampai datang kepada kalian orang-orang yang mempengaruhi kalian dengan pemikirannya kepada hizbiyyah sementara kalian tidak mau berusaha memahami perkara yang sesungguhnya terjadi dan tidak mau pula untuk membaca tulisan-tulisan yang ada?Sesungguhnya telah lahir dari sikap yang seperti ini permasalahan negatif yang sangat banyak.
Intinya dari semua ini,yang ingin kami wasiatkan dalam permasalahan ini adalah sikap yang tegas dan tidak boleh untuk mengatakan aku mutawaqif karena kami tidak mau menerima sikap tawaqquf dalam permasalahan ini.
Adapun perkara yang berkaitan dengan para masyayikh-semoga Alloh Ta’ala menjaga mereka-aku senantiasa mengingatkan mereka,memuliakannya,mengirimi mereka surat dan kami senantiasa menasehati mereka karena Alloh.Aku nasehatkan dengan perkara yang aku lihat paling baik,baik ketika mereka datang kesini ataupun melalui surat.Aku sangat mencintai mereka karena Alloh,aku mendoakan mereka agar senantiasa mendapatkan taufiq dari Alloh dan agar mereka dijauhkan dari segala kejelekan.
Adapun yang berkaitan dengan Al Haq/kebenaran,aku menjelaskannya dengan bukti-bukti yang konkret,buktinya adalah lembaran kertas-kertas yang telah tersebar demikian pula perkataan-perkataan kami yang ada,semuanya menjelaskan bahwa perkara tawaqquf dalam permasalahan ini tidak diterima karena Al Haq sudah terang benderang.
Kami katakan juga,sesungguhnya orang yang tawaqquf adalah orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit yang mempunyai tujuan tertentu atau dia adalah orang yang tersamar baginya kebenaran dan mempunyai syubhat yang tidak bisa diterima,atau dia adalah orang yang lalai dari kebenaran.Oleh karena itu apa yang kami sampaikan ini adalah sebagai keterangan baginya dan setelahnya tidak boleh lagi untuk tawaqquf.
Mudah-mudahan Alloh -subhaanahu wa ta’ala-memberikan taufiqnya kepada kita semua,dan sebagaimana yang kami telah kemukakan bahwa bagi siapa saja yang masih mempunyai dakwah kepada tawaqquf maka kami akan memanggil orang tersebut,bukankah demikian….?
Dakwah adalah dakwah,hal yang demikian tidak akan kami biarkan akan tetapi kami akan berdiskusi dengannya sebagaimana kami telah mengundang berdiskusi kepada orang-orang yang melakukan fitnah kepada saya untuk duduk dimajelis ini membuktikan tuduhan mereka dan menyelesaikan permasalahannya akan tetapi mereka menolak hal tersebut dan memilih untuk terus sibuk menyalakan api fitnahnya tersebut sampai sekarang.Kami telah mengundang mereka jika sebagian dari mereka ada yang hadir di majelis ini berarti mereka telah mendengar perkataan saya ini,jika dari mereka tidak ada yang hadir di majelis ini maka kalian telah mendengarnya dan Insya Alloh hal ini akan sampai juga kepada pendengaran mereka.
Mudah-mudahan Alloh memberikan kepada kita taufiqnya dan menunjukkan kepada kita kepada jalan yang dicintainya dan diridhoinya.

RENUNGAN: KISAH MEMILUKAN DAN MEMALUKAN
Sebagai Peringatan Buat Salafiyyin
Dari muta’asshibin Abu Salman
Akhwat Jadi-Jadian Dari Buton

الحمد لله, حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضاه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا هبده ورسوله أما بعد:

Pada risalah ini kami hendak kutipkan kisah nyata yang memilukan kepada para salafiyyin Indonesia di manapun mereka berada,agar berhati-hati dari Abu Salman Musthofa (La Tapa- nama aslinya) asal Buton yang telah diusir dengan hina dina dari Darul Hadits Dammaj disebabkan kekejian dan kemungkaran yang ia lakukan di tengah para thullab yang sedang sibuk beribadah mendirikan shalat ditengah malam di bulan mubarakah Ramadhan (Tarawih) dan yang lainnya ronda malam untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan dari pihak orang-orang fajir Rafidhoh, eh dia malah sibuk keluar dari rumahnya dengan memakai cadar perempuan!
Tidak perlu kami ceritakan panjang lebar kisah yang memilukan dan memalukan mereka itu, karena kesaksian hurros (bagian keamanan) atau yang ronda malam yang menangkap langsung akhwat jadi-jadian ini telah mengemukakan persaksiannya dengan jelas, dan meyakinkan dan disaksikan oleh beberapa penjaga lain dan terekam dalam kaset. Berikut ini kami lampirkan kesaksian tersebut:

Persaksian Hurros

Berkata Al-Akh Faris Al-Wadi’i hafidzahullah –beliau adalah salah seorang penjaga di Darul Hadits-:
بسم الله الرحمن الرحيم
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم أما بعد،
Allah subhanahu wa ta’ala berkata dalam kitabnya yang mulia:
+وَلَا يَأْبَ الشُّهَدَاءُ إِذَا مَا دُعُوا_ [البقرة/282]
“Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi kesaksiannya) apabila mereka dipanggil.” [Al-Baqarah: 282].
Dan berkata Allah subhanahu wa ta’ala:
وَلَا تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ آَثِمٌ قَلْبُهُ [البقرة/283]
“Janganlah kalian menyembunyikan persaksian, barangsiapa yang menyembunyikannya maka sesungguhnya dia itu berdosa hatinya.” [Al-Baqarah: 283].
Berdasarkan ayat-ayat tadi, maka telah terjadi pada malam ahad di bulan Ramadhan di Darul Hadits Dammaj suatu kisah yang memilukan dari seorang ikhwah asal Indonesia kami tidaklah senang hal ini dilakukan oleh al-akh ini yaitu bahwasanya manakala ikhwan sedang jaga malam pada malam itu, tiba-tiba mereka melihat ada orang yang keluar di jalan, dan insya Allah kisahnya akan dikisahkan oleh Al-Akh Hamd Al-Wadi’i hafidzahullah ta’ala karena dia termasuk orang yang menangkap orang ini, orang itu adalah Abu Salman, dan termasuk dari orang-orang yang menangkapnya ialah Al-Akh ‘Abid bin Qoid Al-Wadi’i dan Al-Akh Utsman bin Ahmad Mishri Al-Wadi’i insya Allah kisahnya yang ia lihat akan disebutkan oleh saudara kita, tuk melepas tanggung jawab dan sebagai hujatan dan bantahan terhadap orang yang mengatakan bahwasanya berita ini adalah dusta tidak dilakukan oleh orang ini.
Kami katakan sebelum saudara kita Hamd memulai, bahwasanya kami telah pergi kepada Syaikh dan mengabarkan kisah ini, maka beliau berkata: Wajib atas orang ini untuk keluar dari Dammaj, dan waktu ini jalan tertutup tidak bisa keluar, berkata Syaikh: Apabila dia bisa keluar di waktu ini maka dia harus segera keluar dari Dammaj.
Insya Allah kita akan dengar kisahnya dari saudara kita Hamd hafidzahullah ta’ala supaya tidak ada bagi seorangpun dari orang-orang Indonesia peluang untuk debat atau membersihkan orang ini (dari tuduhan tersebut), wa billahit taufiq.
Berkata Al-Akh Hamd hafidzahullahu ta’ala:
بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد،
Ketika itu saya jaga di atas rumah tinggi ini (bekas rumah Syaikh Muqbil) dan dua ikhwah berdiri di samping kedai(milik Zaid Al Wadi’i), kira-kira jam satu, setelah tegah malam, dan Syaikh Ahmad tengah shalat rakaat pertama yang panjang, tiba-tiba kami melihat seorang perempuan berjalan tanpa mahram, ikhwanpun heran dan terkejut, karena hal ini berbahaya bisa jadi (perempuan ini) samaran dari pihak orang-orang huwtsiy (Rafidhah yang hendak menyerang Dammaj), lalu ikhwah menyuruhnya berhenti yakni kami biasanya mengatakan kepada orang yang asing: utsbut, utsbut (artinya berhenti, berhenti), namun orang ini tidak berhenti, maka ikhwan mengarahkan senjata (AK) kepadanya. Dan yang pertama kali dikatakan kepadanya: Buka mukamu! Akupun segera turun karena perempuan ini berbahaya menurut ikhwan saya mau membantu mereka, saya sampai kepada mereka dan mukanya telah terbuka, akupun mengenalnya bahwasanya orang ini adalah Abu Salman Al-Indonisi kemudian ia duduk dan bergerak dan terdapat di tangannya telephone yang menyala, kami mengira ketika ia bergerak dia punya pistol maka kami memukulnya dengan pukulan tentara pakai senjata di punggungnya, pertama yang ia katakan kepada kami: (usturni, usturni ya ikhwan) tutupi saya, tutupi saya, tutupi saya ya ikhwan!
Berkata Al-akh Faris: Kalimat ini dikatakan oleh orang yang sudah mau terbongkar kedoknya supaya orang-orang diam darinya.
Dan berkata Al-akh Hamd: (ucapannya ini adalah) Bukti yang paling nyata bahwa orang ini sangat jelek. Dan dia ketika itu memakai hijab dengan lengkap, kemudian kami membawanya ke ruang hurros. Kukatakan kepada ikhwan: kita simpan dia sampai pagi hari sebagai ganjaran atas perbuatannya, lalu orang ini berkata: “Sesungguhnya saya tidak tersadarkan diri antara bangun dan tidur”, sementara sebelumnya ia berkata: tutupi saya, tutupi saya! Kalimat ini menunjukkan bahwasanya dia berada pada akal yang sempurna dan terjaga, kemudian dia berkata lagi setelahnya: Saya mengira ini adalah ‘Imamah, maka kukatakan: wahai Abu Salman, seandainya kamu mengira ini adalah ‘imamah niscaya kamu akan memakainya seperti ini, bukanlah seperti yang kamu lakukan ini bagaikan perempuan. Setelah itu dia berkata: Demi Allah saya takut dari huwtsiyyin. Kami katakan: (alasan ini) tidak cukup sampai kamu harus berhijab dengan pakaian wanita. Dan setelah fajar Al-akh Faris mengabarkan Asy-Syaikh maka Asy-syaikh berkata: Orang ini harus pergi, kami tidak merasa aman darinya kalau-kalau dia masuk menyelinap di tengah-tengah wanita-wanita (anak, istri dan saudara perempuan) kita. Alhamdulillah Allah telah membongkar kedok orang sakit ini dan telah nampak dihadapan seluruh manusia.
Berkata seorang penanya: Apakah kalian mendapatinya menuju kearah mesjid Nisa’? Al-Akh Hamd menjawab: “tidak dia berjalan menuju rumah orang Somali, arah selatan.
Al-akh Faris berkata: Insya Allah ikhwah-ikhwah Indonesia menyebarkan persaksian ini dan menyebarkan berita tentang Abu Salman. Dan pertama kali jalan terbuka Abu Salman akan pergi dari Dammaj, diusir dari Dammaj dengan izin Allah.
سبحانك اللهم وبحمد الله أشهد أن لا إله إلا أنت أستغفرك وأتوب إليك.
PERSAKSIAN ABU ‘AMMAR YASIR AL-YAFI’I HAFIDZAHULLAH
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله ومن والاه ، أما بعد:
Sebagian ikhwah Indonesia memintaku menulis apa yang kuketahui tentang Abu Salman Al-Indonisi hadahullah di mana kadangkala ia mengingkari dan membuat pembutaan terhadap apa yang telah ia perbuat, Maka kukatakan wabillahit taufiq:
Pada suatu malam di bulan Ramadhan Al-Mubarok tahun 1430, aku sedang jaga di samping rumah Asy-syaikh Yahya hafidzahullah, tiba-tiba seorang Akh dari penjaga markaz dari penduduk asli Dammaj meminta kunci pintu kamar hurros, maka kukatakan: kenapa??? Ia jawab: kami telah menangkap seseorang. Kukira salah seorang dari orang-orang huwtsiyyin, segera kulihat ternyata orang itu adalah Abu Salman Al-Indonisi, memakai jilbab perempuan, dengan muka yang terbuka. Maka kukatakan: Ini Abu Salman, kemudian Asy-syaikh Turki Muqowwid berdiri mengambil Jilbab darinya dan mengangkatnya dengan tangannya seraya berkata kepada Abu Salman: Apa ini?? Mengakulah –dan mengatakan ucapan yang keras dan mengancamnya- sedang dia diam, lalu Asy-syaikh Turki berkata: Apa yang kau perbuat dengan Jilbab perempuan ini? Kenapa kamu berhijab dengannya?? Maka Abu Salman menjawab –sebagaimana yang telah lewat bahwasanya ia tidak sadar-.
Setelah itu aku kembali jaga, di waktu sahur datanglah ikhwah yang menangkap Abu Salman lalu menyebutkan ucapan Abu Salman tadi, lalu berkata: Bagaimana bisa ia mengira jilbab itu adalah ‘Imamah sementara kita mendapatinya berhijab dengannya, menutupi muka dan badannya ibarat seorang akhwat di kegelapan malam.
Inilah yang kuketahui wa billahit taufiq, terakhir kunasihatkan Abu Salman supaya bertaqwa kepada Allah dan menjauhkan diri dari sikap menentang al-haq dan pengembannya, yang akan menambah kehinaan dan kelemahan baginya, Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
” وجعلت الذلة والصغار على من خالف أمري”.
“Dan dijadikan kerendahan dan kehinaan terhadap siapa yang menyelisihi perintahku.”
والحمد لله رب العالمين.

Ditulis oleh: Abu ‘Ammar Yasir Al-‘Alaaiy Al-Yafi’i.
PERSAKSIAN ABU MALIK AL-HADHRAMI HAFIDZAHULLAH
بسم الله الرحمن الرحيم
Aku Abu Malik Al-Hadhrami bersaksi dengan apa yamg kulihat dan dengarkan juga:
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهده الله فلا مضلل له ومن يضلل فلا هادي له وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم أما بعد:
Pada hari Ahad tanggal Sembilan dari bulan Ramadhan 1430, sungguh saya telah melihat sesuatu yang mengherankan manakala saya pergi ke mesjid untuk shalat tarawih, tiba-tiba para penjaga berada di samping rumah Abu Salman Al-Indonisi, maka kutanya mereka: Apa ada sesuatu? Mereka jawab: iya –kemudian dia menyebutkan kisah seperti kisah yang disebutkan oleh Akh Hamd-, kemudian berkata: Dan aku pergi ke ruang hurros, maka kudapati sebagaimana yang mereka katakan dan kulihat dia sedih karena kena pukul, dan kudapati di samping Abu Salman jilbab, lalu kuangkat jilbab itu dengan tanganku, ternyata jilbab itu persis dengan milik istriku, punya dua ujung yang tersambung, dan panjangnya sampai ke tanah apabila dikenakan oleh seorang wanita, dan di kedua kaki Abu Salman khuf (sepatu) hitam.
Inilah yang kusaksikan pada masalah ini wa billahit taufiq.

Ditulis oleh: Abu Malik Al-Hadhrami.
Sungguh Syaikhuna Abu Abdirrohman Yahya bin ‘Ali -hafidhahulloh- telah berbicara tentang Abu Salman -hadahulloh- sebagai berikut:
Ketika beliau -hafidhahulloh- dikabari Abu hazim Muhsin -hafidhahulloh- melalui via telepon bahwa Abu Salman -hadahulloh- menyuruhnya untuk bergabung dengan Luqman Ba ‘Abduh –akhzaahulloh- ketika itu Luqman Ba ‘Abduh –akhzaahulloh- sudah menympang dari manhaj salaf serentak Syaikh Yahya -hafidhahulloh- mengatakan :”Abu Salman ghalthoon (Salah besar)!.” [saksi: Abu Yusuf Abdul Malik, Abu Arqom, Sulaiman dan Rdwan].
Beliau pun -hafidhahulloh- mengatakan: “Abu Salman jika dia di Indonesia niscaya dia akan bergabung dengan Luqman Ba ‘Abduh.” [saksi Abu Turob].
Beliaupun -hafidhahulloh- berkata:”Abu Salman qolbuhu baarid (hatinya dingin )”.Maknanya :”Sangatlah kecil kecemburuannya terhadap al haq dan ahlinya.Hal ini bisa terlihat ketika disodorkan kepadanya selebaran pelecehan Luqman Ba ‘Abduh –akhzaahulloh- terhadap syaikhuna Yahya -hafidhahulloh- dan beberapa masyayikh lainnya serta markiz salafiyah terbesar sedunia Dammaj dengan lantang dia berkata: “Saya mau belajar,saya tidak mau sibuk dengan fitnah. [saksi: Sulaiman Al-Amboniy, Mujahid Al-Makassariy, Muhammad Aji].
Syaikh Rabi’ mengatakan:”Jika dia melihat kebid’ahan telah tersebar dan memiliki da’i-da’i dan memiliki pengikut, pembela dan penyerang atas ahlus sunnah.Bagaimana dia diam?!! Dan perkataan mereka:”Perbuatan ini(ingkar mungkar) akan menghalangi dari menuntut ilmu.” Ini adalah dusta, ini adalah ilmu dan beramal dengannya. [Al Ajwibah ‘Al As Ilati Abi Rowahah Al Manhajiyah hal.34]
Bahkan dia pernah mengatakan: “Saya tidak mau bantah kecuali jika disuruh Syaikh Yahya!” [Sulaiman Al-Amboniy dan Mujahid Al-Makassariy]..Namun kenyataannya ketika dia disuruh Syaikh Yahya untuk membantah, tidak terlihat sedikit pun bukti perkataannya tersebut. Begitu pula ketika disodorkan kertas oleh Asy Syaikh AbdulHamid Al Hajury -hafidhahulloh- untuk membantah apa yang datang dari Luqman Ba ‘Abduh –akhzaahulloh-,dia enggan untuk melakukannya.
Wahai Abu Salman!
Beliau -hafidhahulloh- juga mengatakan:”Abu Salman memiliki beberapa syubhat.” [Muhammad bin Umar, Dzakwan, dan semua yang menghadiri persidangan perkara Anwar dan Deka (Abdurrahman) diruang tamu.
Dan terakhir setelah akhwat jadi-jadian tadi tersingkap cadarnya dan diusir oleh Syaikh kami dari sini, beliau di tanya oleh Al-Akh Abdul Ghofur hafidzahullah yang hasilnya apabila Abu Salman pulang dia tidak layak ngajar meskipun dia sudah taubat. Dan dia telah terjatuh di dalam beberapa kemungkaran di antaranya: tasyabbuh dengan wanita, isbal
Pada tanggal 4 Dzul Hijjah 1431 h. setelah Abus hengkang dari Dammaj dengan terhina Syaikh Yahya حفظه الله berkomentar : Abu Salman itu Abu ‘Abaya (pakaian wanita), dia tidak kabur kecuali setelah membikin banyak ikhwah pergi dari Dammaj. ucapan beliau ini beliau sampaikan di atas kursi beliau di masjid. Kemudian beliau berkata: tidak seorangpun dari mereka yang ternodai fitnah ini kecuali terbongkar kedoknya di belakang hari.
DAFTAR SEBAGIAN MUTAWAQQIFIEN
& MUTA’ASHIBIN
Sebenarnya kami tidak ingin menbuang-buang waktu percuma hanya untuk mengurusi perkara-perkara seperti ini terlebih karena sebagian mereka hanya mengekor dan takut terhadap beberapa pentolan yang dianggap memiliki tangan besi, akan tetapi setelah kita menyaksikan betapa banyak orang yang tertipu dengan perkara ini, dan juga diantara mereka yang sebelumnya kami anggap mereka tidak berkepentingan ternyata menampakkan jati dirinya dalam sebuah makalah yang mereka namakan :” رسالة مفتوحة ” yang lebih pantasnya dinamakan :” “رسالة مفضوحة maka mau tidak mau kami harus menerangkan kepada umat kondisi mereka, sebagai bentuk nasehat dan peringatan agar masing-masing yang bersangkutan membenahi diri, dan bagi umat untuk menghidari mereka kalau belum nampak kejujuran dan kesungguhan mereka dalam berbenah diri.
Nama-nama dibawah adalah mayoritas mereka yang ikut bertanda tangan dalam :””رسالة مفضوحة karena itu merupakan bukti nyata yang tidak bisa di pungkiri, adapun selain mereka kami sebutkan sesuai dengan apa yang nampak secara dhohir kondisi mereka selama di Dammaj atau ada yang mendengar langsung atau mengaku terang- terangan mauqif mereka dalam fitnah ini.
Mereka adalah para penghianat yang durhaka, tidak memiliki rasa syukur terhadap tempat mereka menimba ilmu, dan syaikh yang telah mengajari mereka, ini tentunya bagi yang pernah belajar di Dammaj, adapun yang terseret kebarisan mereka maka kondisinya agak lebih ringan, akan tetapi keberanian mereka menandatangi risalah tersebut merupakan bukti keteledoran dan kecerobohan mereka dan kesamaan fikiran mereka, maka keadaan mereka bisa disejajarkan dengan orang yang mereka ikuti.
Adapun para pembela Abu ‘Abaya yang telah berada di Indonesia ataupun yang masih berada di Dammaj- yang notebennya mereka juga barisan dan cabang mereka yang tertera di risalah mafdhuhah – maka kami mencukupkan dengan apa yang di tulis oleh Akh Shiddiq – hafidhohulloh- agar tidak terulang kembali di sini kecuali kalau kondisinya mengharuskan untuk menyebutnya.
Adapun mereka yang tidak terdengar atau tercium kemiringannya dalam masalah ini dan menjaga mulut dan pena serta kelakuannya karena belum mendapatkan kemantapan hati maka kami tidak akan mengusiknya selama tidak ada takhdzil (meremehkan dan merendahkan) usaha para pembawa kebenaran ini atau kepada yang telah mendapat taufiq untuk menerimanya .
Tibalah saatnya penyebutan nama-nama mereka dan apa dan kenapa mereka disebutkan disini, dan sengaja kami tulis dengan bahasa Arob agar lebih mengena dan bisa dipahami oleh teman-teman mereka yang bukan orang Indonesia dan juga karena sebagian masukan tentang mereka nara sumbernya dari orang Yaman.

بسم الله الرحمن الرحيم
أسماء بعض المتعصبين والمتوقفين الإندونيسيين

(1) أبو العباس إحسان مفتون من المتوقفين صاحب أبي توبة وكان يسكن معه في غرفة واحدة حين طرد، مكث فترة يسيرة في دماج ، وهو زميل آيف أيضا وممن يدافع عن الجمعية بالشدة ومن مفكريهم في هذه القضية.
(2) أبو بكر الجاكرتي متعصب، قليل الشكر ، لا يعرف قدر نفسه، من المتزلفين للقمان الحزبي وقال في شيخنا حفظه الله: إن له أخطاء كثيرة في العقيدة. وهو ممن وقّع في رسالة مفتوحة.
(3) أبو بكر يوسف البليتوعي متلون، مريض، ويجالس المرضى
(4) أبو توبة همامي حزبي من تحت ، متعصب جلد ، مفتون صاحب الدنيا ، مكث في دماج فترة طويلة نحو عشر سنين ولم يستفد شيئا، وخرج مطرودا بهذه الفتنة لأنه من رؤوس هذه العصابة فرع إندونيسيا وقد فتن كثيرا من الطلاب الإندونيسيين باعتبار أنه من قدمائهم، وقد تكلم هذا الفاجر في الشيخ يحيى حفظه الله وفي عرضه وأهله.
(5) أبو خالد أحمد درينتو تاجر ضال متعصب مفتون ، جاء إلى دماج هو وجميع أسرته ونووا أن يموتوا في دماج ، فلما ظهرت هذه الفتنة الخبيثة فهو ممن فتن ، باع جميع ما عنده بثمن بخس دراهم معدودة هاربا إلى البلاد، وقد نصحه الشيخ حفظه الله بأن يثبت في دماج لكنه أبى وأخذته العزة. وقد مكث في دماج أكثر من ثلاث سنين ولم يستفد شيئا، لا في اللغة العربية ولا في غيرها.
(6) أبو سعيد حمزة بن خليل مفتون مخدوع ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(7) أبو عبد الرحمن عمرو متعصب جلد، مكث في دماج فترة يسيرة مشغولا بالجلسات مع العدنيين المفتونين وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(8) أبو عبيد الله فوزان زميل عبد الجبار جلس في دماج فترة ويعمل في دكان حمزة باجري ولم يكمل كثيرا من الدروس حين رجع فأقام هناك مركزا مع الجمعية ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة
(9) أبو عبيدة شفر الدين كان من زعماء جمعية إحياء التراث فرع إندونيسيا، ثم تراجع عنها وجلس في دماج فترة مشغولا ببعض الأمور الخارجة عن الدراسة ووقع في بعض المشاكل ثم رجع، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(10) أبو عفيفة الشافعي مكث في دماج مدة يسيرة وأكثر دروسه بالأشرطة كسول في العبادة ويكثر الجدال، ثم هرب إلى السعودية فمسكته وأرجعته إلى البلاد وهو ممن يدافع عن الجمعية وجلس تحت جمعية أيضا اسمها “جمعية تعظيم السنة” وهو ممن سعى في إبطال محاضرة الشيخ حسن بن قاسم والشيخ محمد بن حزام حفظهما الله .
أبو عكاشة متوقف، يجلس في دماج مع المرضى والمتوقفين والمتعصبين المفتونين ويبتعد عن الثابتين، وقد تكلم هو مع الأخ محمد آجي حتى كاد أن يصرح بأنه متوقف وجاء بالحيدة والتدليس من ذلك أن الأخ محمد آجي سأله عن عبد الرحمن فأجاب: أنا ما عرفته وما رأيته. وسئل عن لقمان فقال: الشيخ البخاري لم يحزبه.ولما أرشده إلى قراءة الملازم قال : أنا مشغول بدروسي ومحفوظاتي.
(11) أبو فراس حمزة مفتون مخدوع ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(12) أبو كريمة عسكري كان في البداية مع جمعية إحياء التراث فرع إندونيسيا ثم خرج منها وذهب إلى مأرب فترة وطرد منها وجاء دماج أشهر ثم عاد إلى البلاد ، وهو ممن دافع عن الجمعية بشدة حيث كتب في هذا الباب رسالة رد بها على رسالة الأخ أبي الحسين حفظه الله ” الجمعية حركات بلا بركة” وسمى رسالته بـ : التماس البركة بإقامة الجمعية السلفية” وهي في الأصل باللغة الإندونيسية.وقد نصحه الشيخ محمد بن حزام حفظه الله هاتفيا بترك لقمان وشلته لكنه أصر وأخذته العزة .وعنده جمعية ضخمة اسمها :” جمعية ابن القيم”.وهو من الموقعين في رسالة مفتوحة.
(8) أبو نوفل حارث خائن متعصب مخذول موشوش، مكث في دماج فترة وجلس مع العدنيين المفتونين هو وأبو توبة وغيره ممن أخذهم الحراس في بيت ناصر العدني التاجر في بداية الفتنة ، أظهر توبته مرتين أمام الشيخ حفظه الله وألزمه الحراس أيضا بالتوبة من هذه الفتنة، ثم رجع إلى البلاد فعاد إلى شغفه وعناده حيث أرسل رسائل عبر الهاتف إلى الأخ الفاضل زكي فأبرز عنده شبهات واهية في الدفاع عن ابني مرعي بشدة. وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(9) أبو يحيى عبد الله الميداني مفتون وهو ممن تأثر بأبي توبة الحزبي ، مكث في دماج فترة قصيرة وخرج منها ولم يكمل الدروس فذهب إلى الشحر ثم رجع إلى البلاد وله علاقة تجارية مع مراد با فليع الحضرمي المفتون صاحب مكتبة الوادعي.
أحمد خادم بن حنان
مخدوع ، خريج الجامعة الإسلاية ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(13) أحمد طويل أحد اللعابين الطباخين البنائين من أصحاب آيف شفر الدين وشلته ، مكث في دماج فترة يسيرة مشغولا بالبنايات والتجولات وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(14) أحمد نيزا متعصب من أصحاب بلال الجزائري الحزبي مكث مدة في دماج ثم هرب إلى السعودية مع فوزي الليبي وحسين الجزائري المفتونين، ومسكوا وسجنوا في الطريق فلما علمت الحكومة اليمنية أنهم من طلاب دماج استشاروا الشيخ حفظه الله بإرجاعهم إلى دماج ، ولما أخبر الشيخ بأنهم مرضى قال : لا يرجعون ، خلوهم حيث شاءوا. فذهبوا إلى السعودية ومسكوا وسجنوا. وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
إدرال حارث مكث في دماج فترة يسيرة ثم رجع لأجل المرض الذي فيه ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
15 أساس الدين لقماني ،جمعي، متلون ومتحير، فإنه هو وبعض المتعصبين جاءوا إلى أبي حازم فأمروا بإيقاف الكلام في ابني مرعي. ،ولا يثبت على حال واحد حتى في دروسه التي فتحها، جلس في دماج مدة يسيرة لا يهتم بالدروس .
(16) أسامة بن فيصل مهري
جمعي ، خريج الجامعة الإسلاية ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(17) إقبال الجيلاجابي ثم الجاوي مفتون متعصب جمعي، جاء أول ما جاء مع أهله إلى معبر لسوء نظره بدماج ، ولما عرض له بعض المشاكل انتقل إلى دماج ، واعتنقه المرضى ونفخوه حتى صار من كبارهم ومفكريهم، ولم يلبث أن جلس في دماج سنة كاملة إذ صدرت من عبيد الجابري تلك الفتوى البائرة فلبى إقبال هذا النداء الخائن أهله فباع بيته وهرب وما ندري أين هو الآن، وهو ممن يدافع عن الجمعية والمؤسسة بالشدة وقال : إن الشيخ يحيى قد تراجع عن فتواه في تحريم الجمعية وهي منسوخة بفتواه الجديدة لأهل الهند، ونشر هذا الكلام في البلاد. وهو من أمناء لقمان وجواسيسه.
(18) الفضل الجيربوني المعروف بواوان. متستر، وكان يطعن في الشيخ يحيى بقوله :أنه لا ينصف حين طرد ياسين وشلته، وقال: لماذا تنشر ملازم في ابني مرعي ولا تنشر ملازمهم.
(19) آيف شفر الدين سياسي ، مغن،طباخ، لعاب،جويهل، صاحب السمر ، له أشعار غزلية ألقاها بين أصحابه فوق جبل حول دماج وهو كان رئيس لجنة الجهاد ، ولما ألغيت اللجنة ذهب إلى دماج هاربا من المشاكل التي وقعت بينه وبين الأساتذة، وجلس فيها فترة لم يهتم بالدروس ولا العلم بل همه الطباخة والتجول والترفه والتنعم والضحك واللعب مع كبر سنه ثم رجع إلى البلاد وفتح مركزا خاصا للأطفال دعمته الجمعية الكبيرة له ، وهو ممن يدافع عن الجمعية بشدة.وله دفاع عن ابني مرعي وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(20) أيوب أبو أيوب مفتون، متعصب مكث فترة يسيرة في دماج وكان في بداية الأمر نشيطا جلس بجانب الشيخ في الصف الأول، فلما جالس المفتونين صار منهم وكان زميل أيف وشلته في إلقاء الأشعارعلى الجبل تضييعا للوقت ، ولما رجع إلى البلاد التقى بشيخه جعفر صالح وهو من مزق الإعلان لبرامج محاضرة الشيخ أبي عبد السلام حسن بن القاسم الريمي.
(21) جعفر صالح الجاكرتي متعصب ، جمعي جلس فترة يسيرة في دماج ولما رجع أقام معهدا بالجمعية، وصد بعض الثابتين على إلقاء المحاضرة.
(22) حسن راشد
من متعصبي عبيد الجابري ، خريج الجامعة الإسلاية ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(23) خضر بن عبد الرحيم مكث في دماج مدة وهو ممن أسر العداوة للثابتين لما كان في دماج ثم ذهب إلى السعودية تهريبا ومسكته الحكومة ثم ردته إلى البلاد وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(24) خليف الهادي جمعي متسول مكث في دماج فترة يسيرة ثم رجع وأقام جمعية، اسمها ” جمعية دار الآثار”
(26) ذو الأكمل جمعي متوقف متسول من خريج الجامعة الإسلامية.
(27) ذو القرنين جمعي، متسول، من أكبر دعاة المتوقفين وهو ممن يستقبل عبد الله ابن مرعي في رحلته الأخيرة واستدعى إلى مركزه وصار مترجمه، وقد أمرنا شيخنا- حفظه الله- بتركه ونهى عن مجالسته.
(28) رضى الجاكرتي مدافع عن المرضى ويجالسهم ويكون سفيرا ومترجما لهم إذا كان أحدهم اعتدى حسيا على الثابتين قام هو وأعوانه للدفاع عنه إما بالشفاعة أو بالتماس الأعذار لهم.
(29) رويفع بن سليمي
مفتون ، هو قائم مع لقمان في مركز احد خريج الجامعة الإسلاية ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(30) سعيد أبو حذيفة صاحب الدنيا، مفتون بها، لقبه الشيخ بصاحب العفاري، كان في مأرب مع أبي الحسن ثم انتقل إلى دماج عند الفتن ولم يكن له موقف طيب، ثم اجترح سوءا فطرد من دماج لكن شفعه بعض الناس، ثم ذهب وأقام جمعية في صنعاء، وبعد فترة ذهب إلى الشحر ثم عاد إلى البلاد ثم رجع إلى صنعاء وفتح عيادة للتدليك ، وبلغنا عن بعض اليمنيين الذي قد تعالج عنده، أنه دلك رجالا ونساء.
(31) سهل أبو عبد الله ذو سوء الخلق، متدهور، متوقف، أخبرنا بذلك حمزة الحديدي وكان صاحب تسميعه وسأله عن حاله في هذه الفتنة فقال : أنا متوقف ولست وحدي في هذا المعهد بل أصحابي كثير.
(32) سيف الله الجاوي مسكين ضعيف، من عملاء لقمان ، جمعي وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(33) عارف المكاسري مفتون مخدوع، مكث في دماج يسيرة ثم خرج منها لأجل الدنيا وهو الآن فيما أخبرنا أنه في الشخر.
(13) عارف صاحب النظارة مسكين مفتون متعصب، جلس فترة يسيرة وهو صاحب أبي محفوظ الكذاب.معروف بمجالسة المرضى اليمنيين وغيرهم وخرج من دماج مع زميله هاربا إلى الفيوش.وقد كان في بداية الفتنة تكلم في الشيخ يحيى حفظه الله بكلام سيئ.
(34) عبد البر مفتون متعصب لعبد الله بن مرعي جدا، وقد درس في دماج مدة ثم ذهب إلى الشحر وهو ممن استدعى عبدالله في رحلته الأخيرة
(35) عبد الجبار وهو من المخذلين لمشاييخ دار الحديث وقال : هؤلاء مشايخ جدد وحقر شأنهم وهو أيضا ممن وقع في رسالة مفتوحة .
(36) عبد الحق ضعيف ، مخدوع، ومن كلامه : إن دماج قد تغيرت الآن ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(37) عبد الرحمن داني الطبيب مفتون متعصب ، مكث في دماج فترة يسيرة ، وهو من أصحاب حسين الجزائري المفتون، ومن خدام أبي خالد التاجر الضال. خرج من دماج إلى الشحر ففتح هناك عيادة المرضى مشغول بها.
(38) عبد الرحمن لنبوك مفتون ومغرور بلقمان، جلس في دماج فترة يسيرة وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(39) عبد الرحمن مبارك متعصب، مكث فترة في دماج ثم رجع وأقام معهدا مع الجمعية وكان معهده محلا لمحاضرة عبد الله بن مرعي ولقمان.
(40) عبد السلام جويهل زعيم المدرسة ، متسول جمعي مفتون
(41) عبد الصمد بن سالم باوزير ممن وقع في رسالة مفتوحة ومن زميل لقمان ومؤثريه .
(42) عبد الله فالو مريض ، متوقف، لما سأله الأخ صديق عن فتنة عبد الرحمن قال: أنا متوقف، وسئل عن لقمان ، قال : ليس بحزبي ولكنه مخطء، وسئل عن الجمعية، قال : أنا مع أستاذي عسكري، وسئل عن أبي عبايا قال:قد سألته عن ذلك ولكن لا ينبغي أن يعظم أمره.
(43) عبد المعطي أبو محمد الميداني لما كان في دماج في بداية فتنة جعفر عمر طالب كان أشدهم دفاعا عنه، ثم رجع إلى البلاد وحصل بينه وبين لقمان شيئ ثم اصطلحا وهو الآن معه في صده عن الحق، ومن أفاعيله أنه نهى عن انتشار الملازم الصادرة من دماج.
(44) عثمان أبو عبد الله من زميل الشافعي وعمل بعمله في إلغاء محاضرة الشيخين وهولما كان في دماج من المتوقفين.
(45) عدي عبد الله مسكين ، ضعيف، مريض من المرضى وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(46) عفيف الدين السداوي ممن لا يعرف معروفا ولا شكورا لشيخه والدار التي تربى فيها ، وقد كان يتبجه على الملأ بأنه من خواص تلاميذ شيخنا يحيى أول ما نزل البلاد ثم في هذه الفتنة غمز ولمز شيخنا -حفظه الله- بكلام فاحش ، وضحك مسرورا لما سمع لقمان وقع في شيخنا ، وكان يكذب على عبد الله الجحدري –حفظه الله- حيث كتب رسالة إليه وأخبر أنه أقام مركزه بلا تسول ولا صندوق ولا جمعية بل الواقع خلافه، عنده جمعية اسمها: “البينة السلفية” وهو من رؤساء هذه الفتنة في إندونيسيا وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(47) عليم الدين الميداني متعصب مفتون مريض، مكث مدة يسيرة في دماج معروف بمجالسة المرضى وهو المتهم بالكاتب المجهول الخائن الكذاب الجبان “أبي محفوظ علي بن عمران بن آدم الأندونوسي”، خرج من دماج هاربا إلى الفيوش فيما أخبرنا.
(48) عمر فوسو من جواسييس لقمان وأمنائه في دماج. مكث في دماج يسيرا ثم خرج منها بعد فتوى عبيد الجابري.
(49) قمر سعيدي
خريج الجامعة الإسلاية ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة
(50) لطفي (pak RT). مخذول مفتون، مكث في دماج يسيرا ، وخرج منها في أوائل الفتنة وله أقوال رديئة في الشيخ يحيى حفظه الله ، ومن أقواله السيئة أيضا أنه قال: إن طريقة دعوة الشيخ مقبل -رحمه الله- التي بغير الجمعية والتسول – لا يصلح أن نطبقها في بلادنا لأن الدعوة في بلادنا لا تقوم إلا بالجمعية.
(51) لقمان باعبده حزبي خبيث من أردى أتباع ابني مرعي وقد تكلم فيه شيخنا يحيى حفظه الله والشيخ محمد مانع والشيخ أبو عمرو الحجوري والشيخ محمد بن حزام والشيخ عبد الله الإرياني وغيرهم ، وقد أخبرنا بعض أصهاره الحضرميين أن عبد الرحمن بن مرعي نفسه جرحه وأفتى بطرده لما استفتوه في بعض قضية وقعت بين لقمان وبينهم فسألوا عبد الرحمن وأبهموا المسؤول عنه فأجاب قائلا : هذا الرجل لا يصلح أن تؤووه ولا أن تعاونوه بل ارموه. أو كما قال ، فقد ستر الأخ المذكور هذه القضية زمانا طويلا لأنه ظهر من لقمان التوبة والتراجع ولكن لما سمع وقرأ مما فعله لقمان بدماج والشيخ يحيى حفظه الله ما يستطيع أن يصبر على هذا، انتصارا للحق وأهله. والخبر عند محمد باريدي وطالب الحضرميين بتمامه. قال عبد الكريم الحضرمي المسجل حفظه الله :وقد أحرجه الشيخ مقبل رحمه الله مرة مما فعله، فأقامه أمام الطلاب بعد أن ضرب أخا يمنيا وقال له : لماذا تضرب أخاك يا أبا عبد الله؟؟ ثم جلس.
وقال الأخ يوسف الجزائري : لقمان حزبي من رأسه إلى قدمه.
(52) محمد السربيني مكث في دماج فترة ثم رجع فأقام الدعوة بالجمعية وهو ممن تدهور بهذه الفتنة حيث كتب بعض رسائل في دفاعه عن ابني مرعي وكلامه في دماج وشيخها بكلام فاحش وقد رد الأخ طارق البعداني -حفظه الله- على تلك الرسالة بعنوان :” الرد الشرعي على المفتري محمد السربيني ” وقدمها شيخنا حفظه وقال: الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه، أما بعد:
فقد طلب مني أخونا المفضال الداعي إلى الله أبو عبد الله طارق بن محمد الخياط البعداني حفظه الله أن أنظر فيما جمعه في رسالته هذه المسمى “الرد الشرعي على المفتري محمد السربيني وأمثاله من مماسح حزبية عبدالرحمن بن مرعي” فرأيت ما جمعه في الرسالة المذكورة يحتوي على ردٍّ واضحٍّ وبيانٍ فاضحٍ لنقولات المفتري السربيني المذكور وأمثاله من مماسح هذه الحزبية الجديدة، فجزى الله أخانا أبا عبدالله طارق البعداني خيرًا ونفع به وكبت أهل الإفك والإفتراءات والحماية عن التحزب وأهله كالسربىني ومثله، والله الموفّق.
كتبه يحيى بن علي الحجوري
في جماد الأولى 1430 هـ
وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
محمد بارمين مفتون ، متعصب ، مكث يسيرا في دماج ولا يهتم بالدروس بل أكثر أوقاته في السفريات، ثم رجع وأقا معهدا على الجمعية.
(53) محمد رفاعي متستر ، مريض، ومن أصحاب أبي عبايا فإنه سافر معه في آن واحد، متوقف لما كان في دماج، وبعد أن رجع إلى البلاد ، فإنه هو وبعض المتعصبين جاءوا إلى أبي حازم فأمروا بإيقاف الكلام في ابني مرعي.
(54) مختار أبو نسيم المعروف بابن رفاعي متعصب مفتون مكث في دماج مدة وجلس مع المفتونين العدنيين وغيرهم قال بعض الحراس : علمت أنه مريض. وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة .
(55) مروان أبو حفص ضعيف ، متسول، جمعي مكث في دماج فترة يسيرة وليس له كبير فائدة وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(56) منذر مفتون، مكث فترة في دماج وهومن أصحاب بلال الجزائري المريض .
(57) مهيمين مزعزع،متلون، مفتون ، مكث في دماج فترة يسيرة ثم رجع إلى البلاد على حال متحير، تارة مع أصحاب الجمعية وتارة مع لقمان .
(58) ميمون غلام أبي خالد التاجر الضال، كان في بداية الأمر يمشي على الجادة ولما جالس المفتونين صار منهم، وصار لا يهتم بالدروس بل مشغول عند سيده درينتو طول الأيام .
(59) يونس أخو فوزان مريض من المرضى جلس في دماج فترة، ساكتا في الظاهر ومروجا في الباطن وهو ممن زكاه لقمان بأنه من أفاضل إخوانه في دماج، قال شيخنا حفظه الله : تزكيته جرح ، وهو ممن وقع في رسالة مفتوحة.
(60) عبد العزيز البانجوونجي متستر ومقاول (من أكبر البنائين) ، غلام أبي خالد، لقماني ،لما أخبر أن لقمان قد جهز له شيئا في مركزه تبسم مسرورا، مكث في دماج مدة يسيرة ولم يهتد بدروس الشيخ حفظه الله بل مرة من المرات إنه يستمع درس ابن عقيل، ثم دعاه الشيخ إلى منوله ونصحه ولم يلبث إلا يسيرا حتى رجع إلى لبلاد مع أبي عبايا.

Peringatan:
Bagi yang tidak menerima dengan jadwal di atas, maka segera menunjukkan sikap ruju’nya dengan syarat yang telah ditentukan Alloh bagi yang telah berbuat seperti perbuatan kalian yaitu
+إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيم _ [البقرة/160 ]
Pertama : Taubat kepada Alloh dengan syarat-syaratnya:
Pertama: menyesali atas apa yang telah lewat dari perbuatan kalian membela orang yang tidak pantas dibela, dan mendiskreditkan orang dan tempat yang tak patut untuk kalian hinakan.
Kedua : tidak mengulangi perbuatan yang keji yang telah kalian taubati, dengan berusaha sekuat mungkin untuk menghindari majlis-majlis yang menggiring kembali kepada kekotoran.
Ketiga: meminta halal atau maaf kepada yang pernah kalian sakiti atau dholimi, kalian telah berbuat dholim tehadap Darul Hadits dan pengelola dan yang menjalankan roda perjalanannya yakni Syaikh Yahya dan para Thullabnya, maka tidak bisa diterima pembenahan diri kalian kecuali dengan meminta maaf kepada yang bersangkutan.
Kedua: Perbaikan diri, baik secara lisan, tulisan, perbuatan atau pergaulan, dengan tidak duduk-duduk dengan mereka yang masih berpenyakit dan penuh syubhat.
Ketiga : Menerangkan dan menjelaskan dengan terang-terangan(sebagaimana kalian terang-terangan melakukan kejahatan dengan ikut serta bergabung dengan mereka) bahwa kalian pernah terjerumus kedalam kekeliruan dan ketergelinciran, dan sekarang kalian telah mengakui bahwa perbutan yang telah lewat adalah keliru dan salah dan telah datang saatnya untuk berlepas diri dari seluruh kekejian yang telah kalian lakukan.
Kalau syarat-syarat tersebut kalian penuhi dengan sebenar-benarnya dan kesungguhan niat serta kikhlasan hati, itu semua menunjukan betapa besar jiwa kalian, dan betapa mulia akhlak kalian, dan Alloh tidak akan menyia-nyiakan usaha kalian.
Sebaliknya apabila kalian tetap bersikeras pada pendirian kalian, bahkan mungkin semakin membabi buta atau mungkin mentertawakan apa yang tertulis diatas, maka tidak sedikitpun merugikan kami bahkan akan merugikan kalian sendiri:
+يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ_ [يونس : 23]
Dan ingat bahwa Alloh tidak akan diam dengan perbuatan kalian, dan tidak akan membiarkan kerusakan diatas bumiNya, bahkan selalu mengawasinya, dan akan mengganjarnya sesuai tingkatannya.
Dan ketahuilah bahwa dengan keras kepala kalian ini akan menjadi sejarah hitam bagi kalian selama tidak ada perbaikan, karena penentang kebenaran akan mendapatkan kehinaan yang tidak ringan, sebagaimana yang telah terjadi pada umat sebelum kita.
Jangan kalian merasa besar dengan banyaknya pengikut dan seponsor yang menyertai kalian, karena bagaimanapun besarnya suatu kekuatan akan tetapi berlandaskan kesalahan dan kebobrokan pijakan apalagi kalau diatas kedholiman dan aniaya, pasti akan runtuh dan hangus, baik cepat atau lambat.
Ketahuilah bahwa angan-angan kalian dari awal permulaan fitnah hingga kini semakin nampak kegetirannya, bukankah kalian ditipu dengan berbagai bualan murahan yang tak terbukti sedikitpun, seperti apa yang pernah mereka janjikan bahwa para ulama baik ulama Yaman atau Haromain akan angkat suara menghantam Dammaj dan syaikh Yahya, para masyayikh akan besatu mentahdzir Dammaj dan syaikhnya, atau mungkin kalian berangan-angan kotor ketika terjadinya serangan dari Rofidhoh bahwa Dammaj akan sirna dan tak tersisa lagi, itu adalah angan-anagan kotor yang menunjukkan keringnya kecemburuan kalian terhadap kebenaran dan terlalu dalamnya kecenderungan kalian terhadap kebathilan akibat ‘ashobiyah yang telah menancap kuat dihati kalian, sehingga kalian tidak bisa lagi menggunakan akal adil dan sehat kalian dalam menilai suatu permasalahan.
Sementara kami, dengan banyaknya rongrongan dan besarnya goncangan semakin menambah kuat keyakinan kami atas kebenaran yang kami genggam, dan semakin menambah kemantapan kami atas janji Alloh dan semakin menjadi pemacu kami untuk selalu mengharap pertolonganNya, karena kami telah melihat langsung dengan mata kepala kami besarnya pertolongan Alloh dan agungnya penguatan Alloh kepada hambaNya yang berada di jalanNya, dan semakin jelas bagi kami ucapan Alloh ta’ala:
+ إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ * يَوْمَ لَا يَنْفَعُ الظَّالِمِينَ مَعْذِرَتُهُمْ وَلَهُمُ اللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوءُ الدَّارِ_ [غافر : 51 ، 52]
+ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ * وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ * ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ * أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ دَمَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلِلْكَافِرِينَ أَمْثَالُهَا * ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ مَوْلَى الَّذِينَ آَمَنُوا وَأَنَّ الْكَافِرِينَ لَا مَوْلَى لَهُمْ _ [محمد : 7 – 11]
+وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِين_ [الروم : 47]
+ثُمَّ نُنَجِّي رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آَمَنُوا كَذَلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنْجِ الْمُؤْمِنِينَ * قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي شَكٍّ مِنْ دِينِي فَلَا أَعْبُدُ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ أَعْبُدُ اللَّهَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ _ [يونس : 103 ، 104]

DAFTAR ISI
MUQODDIMAH 2
USAHA PARA PENGHIANAT UNTUK MENGAHANCURKAN DA’WAH 4
FITNAH ABUL HASSAN 8
FITNAH SHOLIH AL BAKRY 14
FITNAH ABDURRAHMAN AL ‘ADANY 17
POINT I:TERJADI PERPECAHAN DALAM DAKWAH 31
POINT II : PENGHINAAN 33
POINT III: ADU DOMBA YANG SENGIT 35
POINT IV: TAHDZIR BUTA 36
POINT V : FANATIK BUTA 39
POINT VI : AL WALA’ DAN BARO’ YANG SEMPIT 40
POINT VII: BERKUMPUL DENGAN SEBAGIAN KELOMPOK HIZBY 42
POINT VIII: TIDAK ADANYA SIKAP INGKAR MUNGKAR 43
POINT VIX : MENJAUHKAN & MENELANTARKAN PELAJAR PEMULA DAN PARA PEMUDA DARI KEBAIKAN 44
POINT X : LEMAH SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU 46
POINT XI : BANYAK ABSEN DARI DARS 48
POINT XII: TAQLID BUTA (MENGIKUTI ORANG YANG BUKAN HUJJAH TANPA DALIL) 50
POINT XIII: TIDAK MENGHARGAI KINERJA ORANG LAIN DAN PENIPUAN KEPADA SEBAGIAN ULAMA’ 53
POINT XIV: PERAMPASAN TERHADAP MASJID AHLUSSUNNAH 54
POINT XV: GERAKAN BAWAH TANAH 54
RENUNGAN: KISAH MEMILUKAN DAN MEMALUKAN 63
DAFTAR SEBAGIAN MUTAWAQQIFIEN 72
& MUTA’ASHIBIN 72
DAFTAR ISI 107