Kerusakan Akal Luqmanyyun.

INILAH BUKTI KERUSAKAN AKAL LUQMANIYYUN (pengikut Luqman Ba’abduh)
Oleh : Abu Zakaria Irham bin Ahmad Al-Jawy waffaqohullōh

فاعتبروا يا أولي الأبصار

“Ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai mata hati…”

QS. Al-Hasyr: 2

Ibnul Qoyyim rohimahullōh berkata: “Siapa saja yang mempertahankan hawa nafsunya, maka rusaklah akal dan pemikirannya, sebab dia telah mengkhianati Allōh terhadap nikmat akal yang telah diberikan kepadanya tersebut.”
_
Roudhotul Muhibbin, hal. 386

  1. Dahulu ketika kita terangkan penyimpangan (oleh Syaikh Yahya Al-Hajūriy ;ed) keadaan Al-‘Adaniy, Al-Wushobiy dan Al-Imam dengan bukti-bukti (yg kuat), mereka gembor-gembor untuk menjauh dari fitnah (padahal mati-matian mengangkat tokoh mereka itu) . Sekarang..? …Mereka gembor-gembor untuk menolong yang haqq dalam suatu fitnah (dengan menendang tokoh yg mereka bela diatas, dan terbaru Hani Buraik, setelah sebelumnya dibawa keliling menjadi syaikh “mulia” diatas mimbar-mimbar dauroh, kini menjadi hina ;ed).

Mengapa baru sekarang?! Ya, karena sekarang datangnya dari arah Syaikh Robi’…!

  1. Dahulu mereka puja kitab AL-IBANAH (penulis Muhammad al-Imam ;ed) sebagai kitab manhaj yang bagus. Dikaji beramai-ramai oleh para asatidz (ustadz-ustadz) mereka. Kita terangkan sekitar 45 poin penyelisihan dari manhaj salaf padanya, mereka tidak mau terima.

Baru setelah Syaikh Robi’ instruksikan untuk tinggalkan kitab itu, mereka mundur diam-diam tanpa ada usaha menerangkan penyimpangan kitab tersebut. Yaah, karena memang mereka tidak paham manhaj salaf, yang penting ikut fatwa Syaikh Robi’…! (faktanya, ada banyak fatwa Syaikh Robi’ mereka sembunyikan atau di tafsirkan sesuai hawa nafsu mereka seperti perkara YAYASAN UNTUK DAKWAH, KOTAK INFAQ / DONASI DAKWAH dll ;ed)

  1. Dulu ketika Al-Imam gembor-gembor kalau Rofidhoh tidak kafir di saat kami berjuang melawan Rofidhoh (disebar oleh Afifuddin Gresik, sempat BERKELIT, setelah disebarkan bukti nya baru Afifuddin mengaku dan cukup mengatakan “kenapa gak tabayyun sih” ;ed) mereka diam seribu bahasa. Sekarang baru mereka katakan bahwa pernyataan Al-Imam itu batil. Mengapa? Karena datangnya dari arah Syaikh Robi’…!

  2. Dahulu, ketika Ahlu Dammaj (ikhwah yang di Dammaj) melakukan hijroh, mereka mencibir dan menghina (bahkan tuduhan keji pengikut Luqmaniyyun di internet bahwa syaikh Yahya alhajuri lari dari peperangan dan hidup nyaman menjadi marbot masjid di Saudi). Sekarang mereka menyatakan bahwa seharusnya Al-Imam keluar saja dari daerahnya kalau khawatir dengan keselamatan dirinya. Berarti apa yang Syaikhuna Yahya putuskan (hijrah) dahulu itu haqq. Mengapa kalian mencibir…?!

  3. Sekarang Muhammad bin Abdulwahab Al-Wushobiy yang dulu mereka junjung-junjung ketika membela Al-Imam dengan kaidah yang dahulu mereka gembor-gemborkan untuk membantah kita, akankah mereka sadar bahwa mereka itu di atas hawa nafsu dan penyimpangan?!

فلما زاغوا أزاغ الله قلوبهم

“Ketika mereka terus menyimpang dari al haqq padahal telah mengetahuinya, maka Allōh palingkan hati mereka dari menerima hidayah (petunjuk), sebagai hukuman atas penyimpangan yang mereka inginkan sendiri.”

QS. Ash Shof: 5

Masih banyak lagi kerancuan-kerancuan mereka dalam menghukumi perkara yang semua itu kembalinya kepada perkataan Ibnul Qoyyim rohimahullōh di atas…

Apakah suatu kebenaran, jika berasal dari Syaikh Yahya dan tidak diterangkan atau disetujui Syaikh Robi lantas menjadi kebatilan, sehingga kalian tidak mau menerimanya?!

Apakah suatu kebatilan, jika didiamkan oleh Syaikh Robi’ lantas akan menjadi kebenaran, sehingga kalian tetap mempertahankannya?!

TIDAK…!! YANG HAQQ TETAPLAH HAQQ, DAN BATHIL TETAPLAH BATHIL …!

Alhamdulillah atas hidayah-Nya kepada kita, sehingga bisa mengetahui al-haqq itu haqq dan yang bathil itu bathil.
-Selesai-

Firman Allōh yang mulia memberitakan tentang kebiasaan orang Yahudi dan Nashrani :

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai rabb-rabb selain Allōh..(Qs. At-Taubah:31)

Asy-Syaikh Shalih al-Utsaimin rohimahullōh berkata, “Barangsiapa mentaati Ulama’ dalam menyelisihi perintah atau keputusan Allōh dan Rasul-Nya, maka dia telah menjadikan mereka sebagai rabb selain Allōh dengan penilaian pengaturan yang berkaitan dengan syari’at, karena dia menilai mereka sebagai para pembuat syari’at, dan menilai pembuatan syari’at itu sebagai syari’at yang diamalkan”.
_
al-Qaulul Mufīd ‘ala Kitābit Tauhīd, 2/101

Berkata Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi hadahullōh ;

طالب الحق لا يصرفه الإعجاب والإكبار للشخصيات الكبيرة عن اتباع الحق والإنصاف والعدل، فإن الحق أحق أن يتبع والحجة لا يجوز إسقاطها من أجل هذا الرجل العظيم أو ذاك، فمبدأ المسلم المنصف الطالب للحق دائماً:

Kagum dan takjub terhadap individu-individu tertentu yang agung tidaklah memalingkan seorang pencari kebenaran dari mengikuti kebenaran dan tetap bersikap inshaf lagi adil. Karena kebenaran itu lebih berhak untuk diikuti. Dan hujjah tidaklah boleh digugurkan hanya karena seorang yang agung ini atau yang itu. Maka landasan seorang muslim yang adil yang mencari kebenaran selalu :

قل هاتوا برهانكم إن كنتم صادقين

“Katakanlah: Datangkanlah hujjahmu bila kalian orang-orang yang benar.”
_
Qs. Al-Baqarah : 111

Berkata Asy-Syaikh Yahyā Al-Hajūriy hafidzahullōh :

الكلام الحق وملازمته يزيد الإيمان وكذا الفعل الحق ، والموفق من تحرى الحق في كلامه وأفعاله.

Perkataan yang benar dan menetapinya menambah iman, begitu pula perbuatan yang benar, orang yang mendapatkan taufiq adalah orang teliti dalam mencari Al- haq baik dalam ucapan ataupun perbuatan.

Beliau juga berkata :

من أخذ الحق فهو عادل لقوله تعالى :
وممن خلقنا أمة يهدون بالحق وبه يعدلون

Barangsiapa mengambil al-Haqq (kebenaran), dia itulah orang yang adil karena firman Allōh : ”Dan di antara makhluq yang kami ciptakan adalah umat yang mengambil kebenaran sebagai petunjuk dan dengannya dia berbuat adil.”
__
Qs. Al A’rōf: 181

Walhamdulillah

Follow ISNAD on TELEGRAM
http://www.bit.do/isnadnet

Iklan

Penulis: Admin

Ingatlah bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah

2 tanggapan untuk “Kerusakan Akal Luqmanyyun.”

  1. Kalau akal antum masih sehat.. dan kalau ant sadari, bukankah DAHULU antum pernah salah ?? Perjalanan mencari kebenaran banyak di alami oleh para salaf, bukan memastikan kebenaran seseorang sampai mati !

    Semoga akal antum sehat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s