Adab Tidur

Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam.

Iklan

Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi setiap muslim, maka barang siapa yang memperhatikan tidurnya, niscaya dia akan mendapati bahwa tidumya beliau paling sempurna dan paling bermanfaat bagi tubuh. Beliau tidur di awal malam dan bangun di awal sepertiga malam.

Allah berfirman.:

Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan. (QS. Ar-Ruum: 23).

Allah juga befirman:

Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS. An-Naba’: 9).

Dari Abu Barzah rodhiallohu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya’ dan bercakap-cakap setelahnya. (HR. Bukhari 568 dan Muslim: 647.)

Al-Hafizh lbnu Hajar rohimahullohu  berkata: “Dibencinya tidur sebelum Isya’ karena dapat melalaikan pelakunya dari shalat isya’ hingga keluar waktunya, adapun bercakap-cakap setelahnya yang tidak ada manfaatnya, dapat menyebabkan tidur hingga shalat shubuh dan luput dari shalat malam”. (Fathul Bari 1/278)

Kemudian Al-Hafizh menegaskan bahwa larangan bercakap-cakap setelah Isya’ dikhususkan pada percakapan yang tidak ada manfaat dan kebaikan di dalamnya. (Fathul Bari 1/278)
Adapun percakapan yang bermanfaat maka tidaklah termasuk dalam larangan ini, sebagaimana diterangkan dalam sebuah riwayat bahwasanya Nabi bersama Abu Bakar pernah bercakap-cakap hingga larut malam karena urusan kaum muslimin. (HR. Tirmidzi 169, Ahmad 1115, dishahihkan oleh AI-Albani dalam As-Shahihah, 2781.)
Dari Baro’ Bin ‘Azib rodhiallohu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat”. (HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710.)
Imam Nawawi rohimahulloh berkata: “Hadits ini berisi anjuran berwudhu ketika hendak tidur, apabila seseorang telah mempunyai wudhu maka hal itu telah mencukupinya, karena maksud dari itu semua adalah tidur dalam keadaan suci khawatir maut menjemputnya seketika itu, maksud yang lain dengan berwudhu dapat menjauhkan diri dari gangguan syaithon dan perasaan takut ketika tidur”. (Syarah Shahih Muslim 17/197)
Dari Abu Hurairah rodhiallohu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang diantara kalian hendak tidur maka kebutilah tempat tidurnya dengan ujung sarungnya, karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang akan menimpa padanya”. (HR. Bukhari 6320 dan Muslim 2714.)
Faidah hadits:

  1. Sunnahnya mengebuti tempat tidur sebelum tidur. (Syarah Shahih Muslim 18/201.)
  2. Hendaklah mengebutinya tiga kali. (Fathul Bari 1 I/ /52)
  3. Membaca ‘Bismillah’ ketika mengebutinya sebagaimana hadits riwayat Muslim no. 2714.
  4. Bagi orang yang bangun dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi, maka dianjurkan untuk mengebutinya kembali. (sebagaimana hadits riwayat Tirmidzi. 3410, dishahihkan oleh AI-Albani dalam; Kalim Thoyyib:3410.)

Imam Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata: “Adalah Nabi Shallaahu ‘alaihi wa sallam tidur dengan berbaring ke kanan dan beliau meletakkan tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan”. (Zaadul Ma’ad 1/150.)

Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila kalian hendak mendatangi tempat tidur, maka berwudhulah seperti wudhu kalian untuk shalat kemudian berbaringlah kesisi kanan! (HR. Bukhari 247 dan Muslim 2710.)

Sahabat Mulia Hudzaifah rodhiallohu ‘anhu berkata: “Adalah Nabi apablla tidur beliau meletakkan tangannya di bawah pipinya”.(HR. Bukhari: 6314, Ahmad 3/5, Abu Dawud: 5045.)

Imam Ibnul Jauzy rohimahulloh berkata: “Keadaan tidur seperti ini sebagaimana ditegaskan oleh pakar kedokteran merupakan keadaan yang paling baik bagi tubuh”.(Farhul Bari 11/132.)
Membaca Ayat kursi : “Jika engkau membacanya, maka Allah senantiasa akan menjagamu dan syaithon tidak akan mendekatimu hingga pagi.” (HR. Bukhari 2311.)
Membaca surat Al-lkhlas, AI-Falaq, An-Naas, berdasarkan hadits A’isyah dia berkata: “Adalah Rasulullah apabila hendak tidur beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu meniupnya seraya membaca surat Al-lkhlas, Al-Falaq, An-Naas, kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya kebagian tubuh yang bisa diusap, dimulai dari kepala, wajah dan bagian tubuh lainnya sebanyak tiga kali “. (HR. Bukhari 5017, Abu Dawud 5056 dan Tirmidzi 3406.)
Dari Abu Mas’ud Al Badriyyi rodhiallohu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah barang siapa yang membacanya di waktu malam maka akan mencukupinya”. (HR. Bukhari 4008 dan Muslim 807.)
Banyak sekali do’a sebelum tidur yang telah diajarkan Nabi diantaranya:
“Yaa Allah dengan menyebut nama-Mu aku mati dan hidup”. (HR. Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417 dan Ibnu Majah 3880.)
Dari Tikhfah Al-Ghifari rodhiallohu ‘anhu dia berkata: Suatu ketika tatkala aku tidur di dalam mesjid, tiba-tiba ada seorang yang menghampiriku, sedangkan aku dalam keadaan tidur terlungkup, lalu dia membangunkanku dengan kakinya seraya berkata: “Bangunlah! Ini adalah bentuk tidur yang dibenci Allah”, maka akupun mengangkat kepalaku ternyata beliau adalah Nabi. (HR. Bukhari dalam Adab Mufrod 1187, Tirmidzi 2768, Ibnu Majah 3723, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Adab Mufrod 905, lihat Al-Misykah 4719.)
Berkata Syaroful Haq ‘Azhim Abadi: “Berdasarkan hadits ini, bahwa tidur telungkup diatas perut adalah dilarang, dan itu adalah bentuk tidurnya syaithon”. (Aunul Ma’bud 13/261.)

Ketika bangun dari tidur hendaklah kita berdo’a: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah sebelumnya mematikan kami dan hanya kepadaNya kami akan dibangkitkan “. (HR. Bukhari 6312, Abu Dawud 5049, Tirmidzi 3417, Ibnu Majah 3880.)

Penulis: Abu Ibrohim (Admin kebenaranhanya1 (thetruthonly1))

Ingatlah bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah

4 thoughts on “Adab Tidur”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s