MINHAJUT TABI’IN DALAM MENYELISIHI ORANG-ORANG YANG TAQLID

Bismillaahirrohmaanirrohiim

PENGANTAR PENULIS

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله حمدا كثيرا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى, وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد:

Tulisan ini merupakan salah satu dari tulisan kami yang berjudul “MINHAJUT TABI’IN FII MUKHALAFATIL MUQALLIDIN” yang kemudian saudara kami Abu Zakariya Harits Al-Jawiy menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia dan memberikan beberapa tambahan pada catatan kami, setelah diperlihatkan kepada kami maka kami sisipkan pula sedikit tambahan catatan kaki untuk melengkapi catatan kaki yang beliau tambahkan, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan menjadikan kami dan beliau selalu di atas As-Sunnah.

والحمد لله

Ditulis oleh hamba yang faqir atas ampunan Robbnya

Abul ‘Abbas Khadhir Al-Mulkiy

Di Darul Hadits Dammaj-Yaman.

MINHAJUT TABI’IN

DALAM MENYELISIHI ORANG-ORANG YANG TAQLID

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا  قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا) [الكهف :1 2]

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya sebuah kitab tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya, sebagai bimbingan yang lurus untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih bahwa mereka akan mendapatkan balasan yang baik”. (Al-Kahfi: 1-2).

Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan Aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, yang Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutusnya dengan agama yang tetap

(هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي) [يوسف :108]

Ini adalah jalanku dan aku menyeru kepada Allah di atas ilmu, saya dan orang-orang yang mengikutiku” (Yusuf: 108) shalawat dan salam dan sebenar-benar keselamatan atasnya.

Kemudian dari pada itu:

Sungguh telah kokoh di dalam “Shahihain (Al-Bukhari dan Muslim)” dari hadits Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

« مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِى فَقَدْ أَطَاعَنِى ، وَمَنْ عَصَى أَمِيرِى فَقَدْ عَصَانِى).

“Barang siapa yang mentaatiku maka sungguh dia telah mentaati Allah dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah dan barang siapa yang mentaati pemimpinku maka sungguh dia telah mentaatiku, barang siapa yang mema’siati pemimpinku maka sungguh dia telah mema’siatiku”.

Dan sungguh kitab Allah (Al-Qur’an) telah menunjukkan atas hadits ini sebagaimana perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ) [النساء :59] .

Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan ta’atilah Rasul serta ulil amri (umara’ dan ulama’) diantara kalian”. (An-Nisa: 59).

Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan untuk mentaati-Nya dan mentaati rasul-Nya serta memerintahkan untuk mentaati ulil amri (yaitu ulama’ dan umara’)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhabarkan bahwa menta’ati beliau termasuk sebab seseorang masuk Jannah, dan bahwasanya memaksiati beliau termasuk sebab seseorang masuk neraka, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

(كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ « مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ أَبَى) رواه البخاري.

Semua umatku akan masuk jannah (surga), kecuali orang-orang yang enggan”. Para shahabat bertanya: Ya Rasulullah siapa orang enggan itu? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Barang siapa yang mentaatiku maka dia kan masuk jannah, dan barang siapa yang memaksiatiku maka sungguh dia telah enggan“. (HR. Bukhariy).

PASAL:

PENYELISIHAN RASUL SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM TERHADAP MUNCULNYA BID’AH DI DALAM ISLAM, DAN KENGERIAN BID’AH TERHADAP KAUM MUSLIMIN ITU SANGATLAH DAHSYAT MAKA DITEKANKAN SEKALI BAGI KAUM MUSLIMIN DAN BAHKAN HARUS BAGI MEREKA UNTUK MENGETAHUINYA DAN MEMPERINGATKAN DARINYA.

Seperti apa yang telah diada-adakan oleh sebagian kaum muslimin dalam da’wah, mulai dari jam’iyah, muassasah (yayasan-yayasan)

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

Barang siapa yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan bagian darinya, maka dia tertolak”.

PASAL:

PERINTAH UNTUK MENYELISIHI ORANG-ORANG YANG TAQLID

Allah ta’ala berkata:

(فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)  [النحل: 43].

Bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak mengetahui“. (An-Nahl: 43).

Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahTaqlid adalah termasuk salah satu penyakit umat-umat terdahulu, Allah ta’ala berkata:(اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ)  [التوبة:31].”Mereka menjadikan ulama-ulama dan rahib-rahib mereka sebagai sesembahan selain Allah, dan (begitu pula) Al-Masih Ibnu Maryam. Dan tidaklah mereka diperintah melainkan supaya mereka beribadah kepada sesembahan yang satu saja (yakni Allah) yang tidak ada sesembahan kecuali Dia, Maha Suci Allah terhadap apa-apa yang mereka persekutukan“. (At-Taubah: 31). Allah ta’ala juga berkata:

(وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آَبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ) [المائدة:104].

Jika dikatakan kepada mereka: Kemarilah kepada apa-apa yang telah Allah turunkan (Al-Qur’an) dan kepada Rasul-Nya (As-Sunnah)! Mereka menjawab: Cukuplah bagi kami apa-apa yang kami dapatkan dari bapak-bapak kami. Walaupun bapak-bapak mereka itu tidak memiliki ilmu sedikipun dan tidak pula bapak-bapak mereka mendapat petunjuk“. (Al-Maidah: 104).

Dan sungguh Islam telah mencela taqlid ini begitu pula orang-orang yang taqlid, Allah ta’ala berkata:

(يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسولَا (66) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا) [الأحزاب:66، 67].

Pada suatu hari nanti (hari kiamat) akan dibulak-balik wajah-wajah mereka di dalam neraka. Maka mereka mengatakan (dengan penuh penyesalan): Seandainya dahulu (ketika di dunia) kami mentaati Allah dan Rasul-Nya. Dan mereka berkata: Wahai Robb kami! Sesungguhnya kami telah membebek kepada pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, maka merekalah yang menyesatkan kami dari jalan (Mu)“. (Al-Ahzab: 66-67).

Pasal:

PERINTAH UNTUK MENYELISIHI FANATISME

Dan termasuk dari perkara yang tercela adalah ‘ashobiyyah (fanatik) terhadap teman atau mazhab walaupun di atas kebatilan

(وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ) [المائدة: 2].

Dan tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan taqwa dan janganlah tolong menolong di atas dosa dan permusuhan. dan bertaqwalah kalian kepada Allah. sesungguhnya Allah sangatlah pedih siksaan-(Nya)“. (Al-Maidah: 2).

Allah ta’ala juga berkata:

(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا [النساء: 135] .

Wahai orang-orang yang beriman jadilah kalian orang-orang yang benar-benar sebagai penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan para kerabatmu, meskipun ia kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (An-Nisa’: 135).

Dan telah tsabit di dalam Shahih Muslim, dari hadits Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau berkata:

(( مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ وَمَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِى يَضْربُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِى لِذِى عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَلَسْتُ مِنْه)) .

Barang siapa yang keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dari jama’ah maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyyah. dan barang siapa yang berperang di bawah bendera fanatime, dia marah karena fanatik atau menyeru kepada fanatik atau menolong karena fanatik kemudian dia terbunuh maka dia mati jahiliyyah, dan barang siapa yang keluar (memisahkan diri) dari umatku, dia memukul orang yang baik dan yang fajir (jahat)dan dia tidak membantu dari kemukminannya dan tidak pula memenuhi terhadap yang membuat perjanjian dengannya maka sungguh dia tidak termasuk dari kami dan kami bukan dari mereka”.

PASAL:

PERINTAH UNTUK MENYELISIHI PENGIKUT HAWA NAFSU

Allah subhana berkata:

(وَلَقَدْ آَتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ (16) وَآَتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (17) ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ) [الجاثية:16-18].

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada bani Israil Al-Kitab, kekuasaan dan kenabiaan dan kami berikan rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan atas bangsa-bangsa (pada masanya) dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka ilmu karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. sesungguhnya Robbmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya. kemudian kami jadikan kamu di atas syari’at, maka ikutlah syari’at tersebut dan janganlah kamu mengikuti keinginan orang-orang yang tidak berilmu“. (Al-Jaatsiyah: 15-18).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam “Al-Iqtidho’ (hal. 30): Allah subhanahu mengkhabarkan bahwasanya Dia telah memberikan ni’mat kepada bani Isroil dengan ni’mat dien (agama) dan ni’mat dunia. dan bahwasanya mereka berselisih setelah datang kepada mereka ilmu, diantara mereka saling membenci antara satu dengan yang lainnya, kemudian setelah diutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan suatu syari’at yang Dia menyari’atkannya  dan memerintahkan untuk mengikutinya dan melarang dari mengikuti hawa nafsu orang-orang yang mereka tidak memiliki ilmu. dan sungguh telah masuk pada orang-orang yang mereka tidak memiliki ilmu; setiap orang yang menyelisihi syari’atnya

Dan Allah ta’ala berkata:

(وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ) [الرعد: 37]

Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al-Qur’an itu sebagai perturan (yang benar) dalam bahasa Arob dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang ilmu kepadamu maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa Allah)”. (Ar-Ra’du: 37).

Dan Allah ta’ala berkata:

(وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ) [البقرة: 120]

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang kepadamu ilmu maka Allah tidak akan menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Al-Baqarah: 120).

Dan Allah ta’ala berkata:

(وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ) [البقرة :145].

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka (Yahudi dan Nasroni) setelah datang kepadamu ilmu, sesungguhnya kalau begitu kamu termasuk golongan orang-orang yang zhalim”. (Al-Baqarah: 145)

Di tulis oleh:

Abul Abbas Khadhir Al-Mulkiy Al-Indunisiy

di Darul Hadits Dammaj (17/12/1429 H).

بسم الله الرحمن الرحيم

منهاج التابعين في مخالفة المقلدين

(الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا  قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا) [الكهف :1 2]

وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. أرسله بالدين القيم والملة الحنيفية وجعله على شريعة من الأمر أمره باتباعها وأمره بأن يقول (هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي) [يوسف :108] صلى الله عليه وسلم تسليما.

وبعد, فقد ثبت في الصحيحين من حديث أبي هريرة رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ أَطَاعَنِى فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِى فَقَدْ أَطَاعَنِى ، وَمَنْ عَصَى أَمِيرِى فَقَدْ عَصَانِى).

فقد دل كتاب الله على هذا الحديث قال الله سبحانه (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ) [النساء :59] .

أمر الله سبحانه بطاعته وطاعة رسوله وأمر بطاعة أولي الأمر وهم العلماء والأمراء ولكن طاعة أولي الأمر بشرط أن لا يأمروا بمعصية الله فإن أمروا بذلك فلا طاعة لمخلوق في معصية الخالق. وقد بين المصطفى عليه الصلاة والسلام أن طاعة أولي الأمر من طاعته وأن طاعته من طاعة الله.

وأخبر رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم أن طاعته سبب لدخول الجنة وأن معصيته سبب لدخول النار. فعن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال: (كُلُّ أُمَّتِى يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ ، إِلاَّ مَنْ أَبَى » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ يَأْبَى قَالَ « مَنْ أَطَاعَنِى دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِى فَقَدْ أَبَى) رواه البخاري.

فصل:

مخالفة الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم بظهور البدع في الإسلام

وخطر البدع على المسلمين عظيم يتأكد عليهم وجوب معرفتها والتحذير منها.

مثل ما أحدث بعض المسلمين في الدعوة من الجمعيات والمؤسسات ومعاهد تربية النساء وغيرها من الأمور المحدثة التي لم يشرعها الله سبحانه وتعالى.

فقد جاء في الصحيحين من حديث عائشة رضي الله عنها، قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد) .

فصل:

الأمر بمخالفة المقلدين

قال تعالى: (فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ)  [النحل: 43].

قال الشيخ العلامة العثيمين رحمه الله في الأصول من علم الأصول: أهل الذكر هم أهل العلم والمقلد ليس من أهل العلم المتبوعين فإنما هو تابع لغيره,  اهـ

والتقليد هو داء الأمم السابقة قال تعالى: (اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ)  [التوبة:31].

وقال تعالى: (وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آَبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آَبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ) [المائدة:104].

وقد ذم الإسلام التقليد وأهله قال تعالى: (يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسولَا (66) وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا) [الأحزاب:66، 67].

فصل:

الأمر بمخالفة العصبية

ومن الأمور المذمومة التعصب للصاحب (أوالمذهب) و إِن كان مبطلا وقال تعالى (وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ) [المائدة: 2]

وقال تعالى  (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَى أَنْ تَعْدِلُوا وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا [النساء: 135] .

وقد ثبت في صحيح مسلم عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ (( مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ وَمَنْ خَرَجَ عَلَى أُمَّتِى يَضْرِبُ بَرَّهَا وَفَاجِرَهَا وَلاَ يَتَحَاشَ مِنْ مُؤْمِنِهَا وَلاَ يَفِى لِذِى عَهْدٍ عَهْدَهُ فَلَيْسَ مِنِّى وَلَسْتُ مِنْه)) .

فصل:

الأمر بمخالفة أصحاب الهوى

قال الله سبحانه: (وَلَقَدْ آَتَيْنَا بَنِي إِسْرَائِيلَ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى الْعَالَمِينَ (16) وَآَتَيْنَاهُمْ بَيِّنَاتٍ مِنَ الْأَمْرِ فَمَا اخْتَلَفُوا إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِي بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (17) ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ) [الجاثية:16-18]

وقال شيخ الإسلام ابن تيمية في الاقتضاء (ص: 30):  أخبر سبحانه أنه أنعم على بني إسرائيل بنعم الدين والدنيا ، وأنهم اختلفوا بعد مجيء العلم بغيا من بعضهم على بعض ثم جعل محمدا صلى الله عليه وسلم على شريعة شرعها له، وأمره باتباعها ، ونهاه عن اتباع أهواء الذين لا يعلمون، وقد دخل في الذين لا يعلمون: كل من خالف شريعته .اهـ

وقال تعالى: (وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا وَاقٍ) [الرعد: 37]

وقال تعالى: (وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ) [البقرة: 120] وقال تعالى: (وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ) [البقرة :145].

كتبه:

أبو العباس خضر الملكي الإندونيسي

بدار الحديث بدماج (17/12 / 1429هـ)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Penulis: Abu Ibrohim (Admin kebenaranhanya1 (thetruthonly1))

Ingatlah bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah

4 thoughts on “MINHAJUT TABI’IN DALAM MENYELISIHI ORANG-ORANG YANG TAQLID”

  1. afwan….

    untuk bicara ini jangan di blog ramboiestblast.wordpress.com, mereka semua masih awam, masih perlu dakwah kepada mereka, untuk itu jika ingin pembahasan lebih lanjut tentang hal ini di tempat yang lain, dan dengan porsi yang tepat.

    apakah manhaj salaf mengajarkan debat di blog yang isinya orang2 awam? apakah seperti itu adab rasulullah shalallahu’alaihi wasalam?

    bagaimana bisa mengajak orang untuk bermanhaj salaf, sementara dari mereka banyak yg waktunya untuk bersepeda motor ria, kerja, ngamati dunia otomotif melulu?

    Suka

  2. afwan jika ana terlalu cepat merespon, ana adalah orang yg lagi meniti manhaj salaf, mutholib, mungkin antum memiliki ilmu yg lebih ketimbang ana, hanya saja bagi mereka yg awam kata2 bid’ah itu sebagai petir disiang hari, bagaimana mau bahas bid’ah, bisa2 mereka lari dari kebenaran, malah mencemooh, maka dakwah itu adalah tauhid dulu, penegakan tauhid pelurusan aqidah, diantara mereka yg hadir di blog ana ttg otomotif (ramboiestblast.wordpress.com) adalah orang2 awam yg tauhid mereka mungkin belum kuat, untuk itu jgn bicara ttg masalah yayasan.

    Suka

    1. A L – N A H L

      16:125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s