Hukum Bekerja Pada Rentenir

by Abu Muawiah


Tanya:
Bagaimana hukum bekerja membangun rumah untuk seorang rentenir dan mendapat upah dari hasil pekerjaan rumah tersebut? Jazakallahu khairan.

Abu Muhammad, Poso

Jawab:
Hukum asalnya adalah boleh, dan tidak mengapa dia mengambil dan menggunakan uang dari upah kerjanya karena hal itu adalah haknya. Adapun kalau dikatakan bahwa uang yang diterima oleh sang pekerja berasal dari uang riba, maka kami katakan bahwa hal tersebut tidak mengapa, karena ada kaidah di kalangan ulama yang berbunyi: “Al-Itsmu ‘alal mubasyir” yang artinya: Dosa ditanggung oleh orang yang melakukannya secara langsung. Jadi dosa dari riba ditanggung oleh rentenir tersebut dan tidak ditanggung oleh orang yang makan dari harta riba tersebut selain dirinya. Dalil dari kaidah ini adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى. وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
“(Yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 38-39)
Dan telah masyhur bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam mengadakan transaksi jual-beli dengan orang-orang Yahudi yang mereka ini terkenal berjual-beli dengan cara riba, dan terkadang beliau diundang makan oleh sebagian orang Yahudi lalu beliau memenuhi undangannya, bahkan beliau Shollallahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wasallam wafat dalam keadaan baju besi beliau masih tergadaikan pada seorang Yahudi.
Akan tetapi jika para pekerja di daerah tersebut bersepakat untuk tidak bekerja membantu rentenir tersebut sebagai bentuk nasehat kepadanya agar dia mau meninggalkan praktek-praktek ribanya serta sebagai bentuk waro’ (menjaga diri dan merasa cukup) dari harta yang haram maka hal tersebut  tentunya lebih afdhol, wallahu A’lam.

Iklan

Penulis: Abu Ibrohim (Admin kebenaranhanya1 (thetruthonly1))

Ingatlah bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah

2 thoughts on “Hukum Bekerja Pada Rentenir”

  1. berkaitan dgn penjelasan di atas, bolehkah menerima beasiswa pendidikan dari yayasan yg bergelut dibidang rokok? dan bolehkah menerima pemberian dari hasil curian?

    Suka

    1. ga boleh menerima beasiswa dari yayasan rokok sebab jelas rokok haram dan itu bukan hal yg darurat (menerima beasiswa rokok), pemberian hasil curian yang diketahui benar bahwa itu hasil curian ga boleh diterima, atau kalau bisa dia terima untuk dikembalikan kepada pemiliknya (org yg kecurian)tersebut jika mampu, bukan untuk dikonsumsi, adapun kalau bercampur antara hasil curian dan bukan hasil curian (halal) maka sedapatnya dipisahkan kalau mampu, dan kalau tidak maka dosa ditanggung pada orang yang mencuri tersebut, dan hendaknya dinasehati pencuri itu, wallaahu a’lam.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s