Pertolongan Tidak Akan Didapatkan Oleh Orang-Orang yang Sujud di Kuburan

Syaikh Abdul Malik Ibnu Ahmad Ramadhani

Perkara yang paling besar yang perlu disiapkan orang-orang yang beriman agar memiliki kekuatan atas musuh-musuhnya adalah hendaknya mereka senatiasa berhubungan dengan Allah Subhanahu wata’ala melalui tauhid, mahabbah (kecintaan), pengharapan, takut, inabah (kembali padanya), khusyu’, tawakkal dan selalu berada di sisinya serta mencukupkan dari selainnya. Allah Ta’ala telah menjelaskan dalam kitabnya bahwa orang-orang yang berhak untuk menjadi pemimpin di bumi-Nya adalah yang didalam hati mereka terdapat al khouf (takut) dari kedudukannya dan takut dari ancamannya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا فَأَوْحَى إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ. وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الأرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ذَلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ

Orang-orang kafir berkata kepada Rasul-rasul mereka: “Kami sungguh-sungguh akan mengusir kamu dari negeri kami atau kamu kembali kepada agama kami”. Maka Rabb mewahyukan kepada mereka: “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu, dan Kami pasti akan menempatkan kamu di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah untuk) orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadirat-Ku dan yang takut kepada ancaman-Ku”. (QS. Ibrahim:13–14).

Mereka adalah ahli tauhid yang murni, yang mereka telah dijanjikan Allah Ta’ala dengan pertolongan, keteguhan, keamanan dan khilafah (kepemimpinan). Allah Subhanahu wata’ala berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. (QS. An-Nur : 55).

Apakah kaum muslimin telah memperhatikan satu syarat yang agung ini

يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا

· Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku ?

· Apakah pertolongan akan didapatkan oleh orang-orang yang menggantungkan harapannya pada batu ?

· Apakah pertolongan akan didapatkan oleh orang-orang yang beristighotsah pada orang yang telah mati ?

· Apakah pertolongan akan didapatkan oleh orang-orang yang sujud di kuburan?

· Apakah pertolongan akan didapatkan oleh orang-orang yang thawaf di kuburan seorang yang shalih ?

· Dan apakah pertolongan akan didapatkan oleh orang-orang yang menjadikan perkara lahir dan batinnya di tangan wali ? atau, oleh yang bersumpah atas seorang nabi?

Mereka semua tidak akan mendapatkan pertolongan, dan sejenis mereka pada kalangan kita banyak, bahkan mayoritas. Imam Ahmad telah meriwayatkan dengan sanad yang shahih bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Berilah kabar gembira pada umat ini dengan sanjungan, dan dien, ketinggian, pertolongan, dan keteguhan di muka bumi, barangsiapa di antara mereka yang beramal dengan amalan akhirat untuk tujuan dunia tidak akan mendapatkan bagiannya di akhirat.”

Maka kabar gembira itu nyata, dan janjinya pun benar. Tidak ada keraguan di dalamnya. Akan tetapi perhatikanlah syarat ikhlas, dalam sabdanya,

“Barangsiapa di antara mereka yang beramal dengan amalan akhirat untuk tujuan dunia.”

Yakni sifat amalan tersebut adalah baik. Tetapi tujuan darinya adalah dunia dan perhiasannya yang murahan. Oleh sebab itu maka tidak akan ditolong lalu bagaimana dengan seseorang yang amalannya bukan amalan akhirat yakni tanpa disertai dengan ta’at kepada Allah azza wa jalla?!

[Dinukil dari kitab As Sabil ilal ‘Izzi wal Tamkin, Edisi Indonesia Jalan Meraih Kemuliaan, Penerjemah Ustadz Abu Hamzah Yusuf As-Salafi, Penerbit Pustaka Ats-TsiQaatPress, Judul asli Bagian 1: Tauhid]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: