Kufur Kecil dan Bentuk-Bentuknya

Oleh: Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Kufur kecil ialah kufur yang tidak menyebabkan orang yang bersangkutan keluar dari Islam. Contohnya:

1. Kufur nikmat

Dalilnya adalah firman Allah ta’ala yang mengajak bicara orang-orang mukmin dari kaum Nabi Musa ‘alaihis salam.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah), tatkala Rabb kalian memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (Ibrahim: 7)

2. Kufur amal

Yaitu setiap perbuatan maksiat yang oleh syariat dimasukkan ke dalam perbuatan kufur, namun pelakunya masih tetap sebagai seorang mukmin. Seperti sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

سَبَّابٌ الْمُسْلِمِ فُسُوْقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

“Mencaci-maki orang Islam adalah (perbuatan) fasik sedangkan memeranginya adalah (perbuatan) kufur.” (HR. Al-Bukhari)

لا يَزْنِي الْزَّانِي حِيْنَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِيْنَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمنٌ

“Tidaklah berzina seorang penzina, sedang ia dalam keadaan beriman (yang sempurna keimanannya -ed.). Dan tidaklah seorang minum khamar, ketika sedang minum khamar tersebut ia dalam keadaan beriman.” (HR. Muslim)

Perbuatan kufur semacam ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama Islam, berbeda dengan kufur i’tiqadi (dalam keyakinan).

3. Orang yang memutuskan suatu permasalahan dengan hukum selain yang diturunkan oleh Allah, sedangkan ia mengakui kebenaran hukum Allah. Ibnu ‘Abbas berkata, “Barangsiapa meyakini hal tersebut, sedang dia masih memutuskan dengan hukum selain yang diturunkan oleh Allah, maka dia adalah orang zhalim dan fasik.” Pendapat ini pula yang dipilih oleh Ibnu Jarir. Sedangkan Atha’ berkata, “Ia adalah kufur di bawah kufur (tidak sampai kafir yang mengeluarkan dia dari Islam -pent).”

(Sumber: منهاج الفرقة الناجية والطائفة المنصورة karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu. Edisi Indonesia: Manhaj Al-Firqah An-Najiyah, Jalan Golongan yang Selamat dan Kelompok yang Ditolong; hal 136-137. Penerjemah: Abu Umar Al-Bankawi. Muraja’ah: Al-Ustadz Ali Basuki. Penerbit: Penerbit Al-Ilmu Yogyakarta. Dinukil untuk http://akhwat.web.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: