Hukum mendirikan yayasan dan organisasi untuk dakwah

Syaikh Yahya Al-Hajuri hafidhzohullaah

Soal :

Apa hukum mendirikan yayasan atau organisasi untuk menyebarkan da`wah salafiyyah? karena di negeri kami kalau yayasan atau organisasi ini tidak berdiri maka kebanyakan orang tidak tertarik kepadanya bahkan mereka menuduhnya sebagai da`wah yang sesat. Maka sebagian da`i mendirikannya untuk kesinambungan  da`wah ini. Jazakumullahu Khairan.

Jawab :

Saya katakan kepadamu wahai saudaraku ajarkanlah pelajaran di masjid dan tetaplah di dalamnya walaupun sendiri. Barangsiapa yang datang kepadamu di atas kebaikan dan sunnah dan walaupun hanya sepuluh orang bersamamu dan kamu ajari mereka kitab dan sunnah  maka engkau dianggap sebagai da`i yang beruntung dan berhasil.

Demi Allah sepuluh orang yang datang kepadamu dan kamu mengajari kitab Allah dan sunnah Rasulullah shallallahu `alaihi wa aalihi wa sallam kepada mereka dan mereka keluar sebagai ulama dan da`i maka sesungguhnya engkau beruntung. Tinggalkanlah keinginan mencari pengikut yang banyak dan mengumpulkan pengikut dari sana dan sini dengan alasan orang awwam berkata demikian mereka menginginkan demikian dan mereka menyukai demikian.

Wahai saudaraku, orang-orang awwam sangat butuh pengarahan untuk diri mereka sendiri bukanlah mereka yang mengarahkanmu dan menguasaimu, sebaliknya kamulah yang harus menjelaskan kepada mereka bahwa belajar agama di masjid adalah lebih utama. Dan bahwasanya kita salafiyyun tidak butuh terhadap organisasi, karena organisasi ini tidaklah mendatangkan sesuatu bagi manusia kecuali percekcokan, penyakit, perpecahan dan perselisihan serta menyempitkan dada.

Rasulullah Shallalahu `alaihi wa aalihi wa sallam bersabda:

«من أحدث فى أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد»

“Barangsiapa yang mengada-ada dalam perkara agama kami ini maka yang ia bukan bagian darinya maka ia tertolak” (Hadist Aisyah Radiyallahu `anha Riwayat Al-Bukahri (2697) dan Muslim (1718))

Demi Allah ketetapan dan kondisi  perkara ini di zaman  Rasulullah shallallahu `alaihi wa aalihi wa sallam sudah ada. Ustman bin Affan radhiyallahu `anhu dia adalah golongan hartawan, Abdurrahman bin `Auf radhiyallahu `anhu ia adalah golongan hartawan dan Abu Thalhah setelah itu menjadi golongan hartawan juga dan sejumlah  hartawan dari shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di sisi mereka ada Ashaabus Suffah. Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi shodaqoh maka beliau mengirimkan shodaqoh itu kepada mereka sebagaimana riwayat dari Abu Hurairah (diriwatkan Al-Bukhari 6452) dan jika beliau diberi hadiah maka beliau mengambil sebagiannya kemudian beliau memberikan kepada mereka dan beliau tidak berkata “Berkumpullah kalian dan buatlah kotak infaq atau organisasi untuk Ashabus Suffah dan yang semisal dengan Ashabus Suffah“. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika didatangi tamu maka beliau mengirim tamu itu kepada keluarga-keluarga beliau, maka beliau tidak mendapatkan sesuatu kecuali air. Setiap istri beliau berkata, “Demi Allah kami tidak memiliki sesuatu keculai air,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Siapa yang hendak menjamu tamu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”  maka dibawalah dia oleh salah seorang shahabat beliau dan ia diberi makan makanan anak kecil. (Hadist tersebut di dalam As-Shahihain dari hadist Abu Hurairah, Al-Bukhari 4889 dan Muslim 2094)

Janganlah salah satu  di antara kalian merasa gentar dan takut untuk mengatakan kebenaran. Demi Allah organisasi-organisasi ini tidaklah datang dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya katakan ini dengan terus terang!! Ia tidaklah datang kecuali dari orang-orang yang menganggap baik dalam agama mereka. Mereka tidak memiliki syara’ yang benar yang mereka jalani di dalam agama mereka. Karena itu mereka mendatangkan sesuatu dari mereka sendiri untuk mereka jalani seperti Jam’iyyah Yunus, organisasi ini, organisasi itu. Adapun kita, maka agama kita adalah agama rahmah dan agama kita adalah agama yang benar, memberi hak pada setiap yang berhak mendapatkannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

«الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا»

“Seorang mukmin dan mukmin yang lain ibarat bangunan. Yang mana sebagiannya mengokohkan sebagian yang lain.” (Hadits Abu Musa Al Asy’ari, Bukhari 481 dan Muslim 2585)

«مثل الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ»

“Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam menyayangi dan mencintai sesama mereka seperti satu jasad.” (Muttafaqun ‘alaihi dari hadits Nu’man bin Basyir)

Sedangkan agama kita adalah agama yang mensyariatkan zakat, sedekah, dan berbuat baik kepada orang tua dan memberi hak tetangga, hak persaudaraan dan memuliakan tamu, maka kita tidak butuh terhadap organisasi semacam ini. Kita berjalan di atas jalan salaf kita –rahimahumullah-.

(Al As’ilah Al Indonisiah, 25 Jumadi Tsaniyah 1424 H)

Iklan

Penulis: Abu Ibrohim (Admin kebenaranhanya1 (thetruthonly1))

Ingatlah bahwa tiada yang berhak disembah selain Allah

25 thoughts on “Hukum mendirikan yayasan dan organisasi untuk dakwah”

  1. apa ada dalil yang sharih yang menunjukkan bid’ahnya yayasan???…kamu melarang tapi kamu sendiri melakukannya..!!!…kaishan pemilik blog ini..dia semakin tersesat dengan “copas2an” nya….sempga Allah menampakkan hakekat dari makar kalian…

    Suka

    1. A N – N I S A ‘

      4:115. Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

      Suka

  2. *Bgm dgn firman Allah dlm QS. 3:104: “Hendaklah ada segolongan umat yg menyeru kpd kebaikan & mencegah kpd kemungkaran…”
    *Bagaimana dgn perkataan Ali radhiyallahu ‘anhu yg masyhur: “Kebaikan yg tdk terorganisir akan dikalahkan oleh Kejahatan yg terorganisir”.
    Pantaslah umat Islam skrg ini dikalahkn oleh musuh2nya, krn pengorganisasian/manajemen mrk lebih handal dr pd kita.
    * Bgm pula dgn hadits Rasulullah, yg maknanya “Jika kalian bersafar 3 org, mk angkatlah 1 org sbg pemimpin kalian”.
    Dlm brsafar sj & brkumpul 3 org, Rasulullah memerintahkan utk mengangkat 1 org pemimpin. Apatah lagi jk saat ini jumlah kita yg berkumpul sangat lebih dr 3 org, pastilah ada yg diangkat jd pemimpin. Kalau sdh ada pemimpin, anggota & manajemen (pengaturan), mk itu sdh dikatakan sbg organisasi/kelompok.
    Wallahu a’lam.

    Suka

    1. *da’i tidak perlu organisasi/yayasan
      *perkataan ali rodhiayallohu ‘anhu bukan perintah untuk mendirikan organisasi/yayasan, dan organisasi atau ayayasan apa yg didirikan Ali rodhiallohu ‘anhu???
      *org safar beda dgn org mukim, negara beda dgn organisasi/yayasan, negara punya wilayah, kekuasaan dan persenjataan, sedangkan organisasi/yayasan tidak punya apa2 kecuali fanatik hizby, dan dikhowatirkan yayasan/organisasi menjadi pemberontak karena menganggap dirinya sama dgn negara, waliyyaadzubillaah

      Suka

  3. Organisasi/yayasan bukanlah masalah Tauqifiyah, tapi ia adalah sebagai Wasilah utk brdakwah. Pd zaman Rasulullah mmg belum ada yg namanya organisasi/yayasan, tapi Rasulullah selalu memerintahkan kita utk berjama’ah. Bukankah domba yg sendiri akan lebih mudah diterkam srigala dr pd domba yg banyak brkumpul (brjama’ah)? (al-hadits)
    Bukankah para ulama di Saudi Arabia jg memiliki Lajnah sbg wadah mrk brjama’ah?
    Organisasi/yayasan/lajnah/atau apalah namanya, itu hanyalah sbg bentuk Qiyas utk kita brjama’ah.
    Wallahu a’lam.

    Suka

    1. A N – N I S A ‘

      4:115. Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (salafussholeh), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.

      Suka

  4. Para org2 yg mengaku sbg Salafiyun, mrk mengaku tdk berorganisasi, tp di jama’ah mrk pun ada pemimpinnya. Itu sm aja dgn organisasi. Bahkan mrk menganggap bhw hanya pemimpin mrk lah yg plg benar, itu artinya mrk jg Hizbiyah.
    Kok bantahannya, itu2 aja dalilnya (QS. 4:115)..? Padahal berjama’ah itu jg suatu sunnah Rasulullah, masak sih dianggap menentang Allah & Rasul-Nya..? Istighfarlah..!!!

    Suka

    1. tidak ada pemimpin salafyyun dalam urusan agama selain Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam,

      adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada putrinya Fathimah radihyallahu ‘anha :

      فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ

      “Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya”. Dikeluarkan oleh Bukhary no.5928 dan Muslim no.2450.

      Suka

  5. Jalan orang mukmin itu selama masih berada pada manhaj Ahlussunnah wal jama’ah, bukan berarti meninggalkan perkara-perkara yang tidak ada pada zaman Rasulullah Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam.
    Waktu itu terbuang sia-sia untuk membahas hal yang tidak jelas dalilnya.

    Suka

  6. akhi sungguh tak pantas bagi antum menimpali orang2 yg menyanggah tulisan copas antum ttg yayasan diatas dgn QS.4:115, itu saama saja engkau telah memastikannya menjadi ahli neraka.

    Suka

  7. taubat id taubat , sebelum terlambat , minta maaf juga sama semua ustad ustad salafi yang antum katakan hizbi, belum terlambat koq kawan,..

    Suka

  8. said,kayknya loe,taqlid buta deh…………..loe harus banyak belajar ilmu fiqhi dehh..ustatmu juga harus banyak belajar.khusus di indonesia loe ngaku2 salaf anti perpecahan,malah sekarang terpecah belah,dan aku yakin dakwah loe mudah di pecah belah kerna tidak terorganisir dengan baik…yayasan/ormas harus ada,namun tetap bermanhaj salaf. saya sangat mendukung ormas Salaf Wahdah Ilamiyah,salah satu ormas islam yang berada diatas alquran dan hadist sesuai pemahaman salaf,semoga teman2 salafy lain bisa seperti Wahdah Islamiyah,Agar tujuan/dakwah kita semakin jelas dan terorganisir dengan baik..kerna rasulullah bangga dengan ummatnya yang banyak.

    Suka

  9. buat kawan2 semua,
    teliti hati kita dulu,apakah kita ini orang yang mencari kebenaran atau pembenaran??
    jika kita mencari kebenaran, maka insyaAllah Allah akan menunjukkan jalan-Nya..tp jika kita hanya mencari pembenaran, insyaAllah sesatlah kita..

    mari teliti hati kita kawan,
    jgn takliq buta,
    jika kita mencari kebenaran, niscaya kita akan belajar pada banyak guru, dan bukan hanya dari 1 mahzab..

    Suka

  10. Dari Abu hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
    “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang2 yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)
    Tafsir dari hadits diatas disebutkan dalam hadits Abdurrahman bin Sanah radhiallahu anhu dia berkata:
    قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَنْ الْغُرَبَاءُ قَالَ الَّذِينَ يُصْلِحُونَ إِذَا فَسَدَ النَّاسُ
    “Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang asing itu?” Beliau menjawab, “Orang2 yang berbuat baik jika manusia telah rusak.” (HR. Ahmad 13/400 dan dinyatakan shahih oleh al Albani dalam shahih wa dha’if al jami’ no. 7368)
    Dari penafsiran di atas bisa disimpulkan kalau maksud dari kata al ghuroba’ adalah orang yang istiqomah di atas agama Allah, yg mengikhlaskan amalan ibadah mereka hanya kepada Allah dan mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yang tetap berbuat yang haq ketika manusia telah rusak(jauh dari tuntunan syari’at). dan diantara kerusakan yayasan(jum’iyyat) adalah memecah-belah barisan salafiyyun, bermudah2an dengan gambar makhluk bernyawa/foto, terbukanya fitnah harta(sehingga memfitnah orang2 yg terkait, sebagaimana realita yang terjadi), dan kerusakan lainnya. Kami bersyukur kepada Allah yang telah meneguhkan hati kami untuk senantiasa berpegang pada sunnah rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam. Kami meyakini bahwa tanpa yayasan adalah jalan yang lebih selamat. Apalagib setelah diketahui kerusakan2 yang ada pada yayasan, maka ini menambah keyakinan kami. maka cukuplah bagi kami firman Rabbul ‘alamin:
    “katankanlah : jika kamu benar2 mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa2mu. Allah Maha pengampun Lagi Maha Penyayang” [ Ali imran : 31]
    dan firmanNya TA’ala:
    “Dan apa saja yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah ia. Dan apa saja yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah.” [Al Hasyr: 7]
    Tidak bermudah2 dengan perkara baru dalam agama adalah jalan keselamatan, terlebih jika perkara itu masih perkara syubhat(samar), maka meninggalkannya adalah lebih utama, sebagaimana sabda nabi shallallahu’alaihi wasallam:
    “Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara2 yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari 2051 dan Muslim 1599).
    Wallahu a’lam bishowab

    Suka

  11. Kalo organisasi atau yayasan adalah bid’ah karena tdk ada tuntunan, trus bagaimana dgn negara\state nation? Tdk pernah ada contoh sama sekali dr rasulullah t,,,pemilu, kabinet,dll. Kalo masalah berdakwah saja harus teliti sampe sedetail ini apalagi urusan yg lbh besar yg mana mengurusi semua kepentingan kaum muslimin, menerapkan had, dll trus tdk mengikuti syariat, gimana ini? Afwan, barakallahu fiykum.

    Suka

    1. Bismillaaah,
      kalau kita samakan negara dengan yayasan maka pendiri yayasan itu mendirikan negara di dalam negara, maka itu lebih berbahaya lagi, berarti yayasan itu adalah pemberontakan. wallohul musta’an

      Suka

  12. afwan, ulama arab saudi membuat suatu kelompak yg bernama lajnahdaimah.apakah ulama disana jg trmasuk sudah brbuat bid’ah ? mohon pencerahan. sykran

    Suka

    1. lajnah daimah bukan orgaisasi bukan pula yayasan dia adalah komisi fatwa dan juga tidak semua ulama ada di dalamnya bahkan ada ulama yg tidak mau masuk seperti syaikh robi’, baarokallohu fiikum

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s