Biografi Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam

 ترجمة الشيخ محمد بن علي بن حزام

تأليف محمد بن سليم من جزيرة سيرام

Terjemah Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam

Titisan Pena Muhammad bin Salim dari Pulau Seram

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد:

        Tulisan ini kami susun sebagai bentuk rasa syukur kami kepada para ulama ahlussunnah terkhusus yang ada di Darul Hadits Dammaj, mensyukuri jasa mereka secara otomatis menjadi perwujudan atas kesyukuran kepada Allah Ta’ala, diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud dengan sanad shahih dari hadits Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau berkata:

«لاَ يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لاَ يَشْكُرُ النَّاسَ».

“Tidak bersyukur kepada Allah siapa yang tidak bersyukur kepada manusia”. Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Imam At-Tirmidzi –semoga Allah merahmatinya- dan beliau berkata: Ini adalah hadits hasan shahih. Dan diriwayatkan pula oleh Al-Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Asy’ats bin Qais dan Abu Sa’id Al-Khudri –semoga Allah meridhai mereka semua-, di dalam riwayat lain pada Al-Imam Ahmad dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata:

«مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَا يَشْكُرُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ».

“Siapa yang tidak bersyukur kepada manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah –‘Azza wa Jalla-”.

Telah menjadi perkara yang dimaklumi bersama bahwa kesyukuran seseorang kepada orang lain adalah merupakan perkara yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana dalam perkataan-Nya dalam surat Ibrohim:

﴿وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ﴾

“Dan (ingatlah pula), tatkala Robb kalian memaklumkan; “Sesungguhnya jika kalian bersyukur, maka pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian mengkufuri (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

           Maka pada kesempatan ini kami sengaja menulis biografi singkat Syaikh Muhammad bin Hizam Al-Fadhli yang mana beliau telah mendapatkan ni’mat yang luar biasa dari Allah Ta’ala berupa direzqikannya kepada beliau dengan ilmu yang bermanfaat:

﴿وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ﴾

“Dan adapun tentang ni’mat Robbmu maka ceritakanlah!”.


 

Nama dan Nasab Beliau

Beliau  adalah Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhli Al-Ba’dani (lihat tulisan tangannya dalam muqaddimahnya terhadap tulisan kami yang berjudul “Ahkamus Siwak” dan “Irsyadul Qaum Biahkamin Naum”), syaikh kami An-Nashihul Amin Yahya bin Ali Al-Hajuri menyebutnya dengan Al-Ibi (lihat “Thabaqat” hal. 62). Kuniyah beliau adalah Abu Abdillah.

Gelar Beliau

Beliau diberi gelar oleh syaikh kami An-Nashihul Amin Yahya bin Ali Al-Hajuri sebagai seorang syaikh. ((lihat muqaddimah syaikh kami terhadap kitabnya “Ithaful Anam Biahkam wa Masail Shiyam” hal. 3, tertulis pada tahun 1428 (seribu empat ratus dua delapan) hijriyyah)).

 

Syaikh-syaikh Beliau

Diantara syaikh-Syaikh beliau adalah:

ü   Al-Imam Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i –semoga Allah berahmatinya-.

ü   Asy-Syaikh An-Nashihul Amin Yahya bin Ali Al-Hajuri –semoga Allah menjaganya-.

Hafalan Beliau

Adapun kitab-kitab yang beliau hafal diantaranya:

ü  Al-Qur’anul Karim (dan terbukti beliau menjadi salah satu dari imam masjid Mazar’ah Darul Hadits Dammaj).

ü  Shahih Muslim.

ü  Ash-Shahihul Musnad Mimma Laisa Fish Shahihain. (Lihat “Ath-Thabaqat” no. 99, hal. 62).

   Catatan: Penyebutan hafalan disini bermaksud sebagai jawaban atas orang yang berani menjelekan Darul Hadits Dammaj, ketika orang itu menyaksikan keadaan Darul Hadits Dammaj diapun berkata: Darul Hadits Dammaj terfokus hanya pada hafalan, kurang dalam pemahaman!. Maka kami katakan bahwa orang yang mengatakan itu ada dua kemungkinan: Pertama, dia itu bodoh dan tidak memiliki pemahaman namun berupaya untuk menutupinya, yang kedua karena memang dia tidak memiliki kemampuan untuk menghafal.

Karya Tulis Beliau

   Beliau memiliki banyak karya tulis, diantaranya:

ü  Al-Fawaidul Bahiyyah ‘Ala Lamiyuh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

ü  Dinul Islam Dinus Sa’adah.

ü  Munkarat Sa’at Filmujtama’at.

ü  Fathul ‘Allam Syarhu Bulughul Maram.

ü  Fathul Mannan Fima Shahha Min Mansukhil Qur’an.

ü  Ithaful Anam Biahkam wa Masailish Shiyam.

ü  Mulakhash Nuniyah Ibnu Qayyim.

ü  Tahqiq Bulughul Maram.

ü  Tahqiq Fathul Bari Libni Hajar Juz 6 (enam).

ü  Tahqiq Fathul Majid Syarhi Kitab Tauhid.

Kitab yang sedang ditulis adalah “Al-Jami’ush Shahih fil Fiqh”.

 

Kekokohan Manhaj Beliau

Ketika beliau berangkat umroh, beliau menyempatkan diri untuk menziarahi seorang mantan guru besar Universitas Islam Madinah Syaikh DR. Robi’ bin Hadi Al-Madkhali, dengan berkat pertolongan Allah Ta’ala kemudian dengan sebab kekokohan manhajnya, beliau kembali ke Darul Hadits Dammaj dengan selamat, tanpa membawa bekas-bekas syubhat dari mantan guru besar Syaikh DR. Robi’, beliau kembali ke Dammaj dalam keadaan seperti semula, kokoh di atas manhaj yang benar. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang terfitnah semisal Ali bin Ahmad Ar-Rozihi dan Hamzah Al-Jazairi dan yang semisal keduanya, ketika mereka menemui mantan guru besar Syaikh DR. Robi’ merekapun berbalik haluan dan ikut menjelek-jelekan Darul Hadits Dammaj, hal itu disebabkan karena mereka termakan oleh syubhatnya mantan guru besar.

 

Pelajaran yang Pernah Beliau Buka di Darul Hadits Dammaj

Beliau –semoga Allah menjaganya- telah banyak membuka pelajaran khusus mulai dari bidang aqidah, fiqih dan mushthalah serta ushul, dan yang paling banyak penuntut ilmu ikut hadir dalam pelajarannya, ketika beliau membuka tahqiqnya atas kitab “Fathul Majid” maka ratusan dari para penuntut ilmu hadir, dan lebih bertambah banyak lagi yang ikut ketika beliau membuka syarahnya atas kitab “Bulughul Maram” sampai-sampai masjid Al-Imam Al-Wadi’i (masjid lama) hampir penuh, dan para hadirin berebutan untuk mendapatkan tempat duduk lebih dekat dengan beliau, ini semua adalah keutamaan yang Allah berikan sebagai jawaban atas kesombongan para hizbiyyin, diantara mereka adalah Luqman bin Muhammad Ba’abduh dan Muhammad Sarbini katika gembong mereka yang bernama Abdurrahman Al-Adni berhasil membuat makar di Darul Hadits Dammaj  yang kemudian diusir dari dari Darul Hadits Dammaj maka berkatalah mereka: Di Darul Hadits Dammaj tidak ada lagi syaikh atau pengajar fiqih, begitu sebaliknya ketika Yasin Al-Adni diusir dari Dammaj karena fanatik dan persekongkolannya dengan Abdurrahman Al-Adni maka berkatalah Muhammad Sarbini dan para hizbiyyun lainnya: Di Darul Hadits Dammaj tidak ada lagi syaikh atau pengajar aqidah, maka kami katakan: Adapun masyaikh atau para pengajar aqidah sangatlah banyak, diantara mereka:

ü   Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhli Al-Ba’dani –semoga Allah menjaganya-.

ü   Saudara yang mulia Fathul Qadasi –semoga Allah menjaganya-, beliau termasuk salah seorang pengajar yang paling banyak penuntut ilmu hadir di majelisnya (setelah Syaikh Muhammad Hizam).

ü   Syaikh Sa’id Da’as Al-Yafi’i –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Abu ‘Amr Al-Hajuri -semoga Allah menjaganya-.

ü   Saudara yang mulia Abu Hafsh Al-‘Iraqi –semoga Allah menjaganya-,

ü   Syaikh Kamal Al-Adni –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Abdul Hamid Al-Hajuri –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Thariq Al-Ba’dani –semoga Allah menjaganya-.

Adapun bidang fiqih diantaranya:

ü   Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhli Al-Ba’dani –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Zaid Al-Umari Al-Adni –semoga Allah menjaganya-.

Adapun bidang mushthalah diantaranya:

ü   Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhli Al-Ba’dani –semoga Allah menjaganya-.

ü   Saudara yang mulia Turki Al-‘Abdani –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Husain Al-Hathib –semoga Allah menjaganya-.

Adapun bidang ushul diantaranya:

ü   Syaikh Muhammad bin Ali bin Hizam Al-Fadhli Al-Ba’dani –semoga Allah menjaganya-.

ü   Saudara yang mulia Abdullah Al-Khaulani –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Abdul Wahhab As-Samiri –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Sa’id Da’as Al-Yafi’i –semoga Allah menjaganya-.

ü   Syaikh Kamal Al-Adni –semoga Allah menjaganya-.

Adapun bidang nahwu dan lughah diantaranya:

ü   Syaikh Abu Bilal Khalid Al-Hadrami –semoga Allah menjaganya-.

ü   Saudara yang mulia Fathul Qadasi –semoga Allah menjaganya-.

ü   Saudara yang mulia Al-Alawi Al-Yamani –semoga Allah menjaganya-.

Adapun bidang tajwid diantaranya:

ü   Abdul Karim Al-Jazairi -semoga Allah menjaganya-.

ü   Hamzah Al-Afriqi –semoga Allah menjaganya-.

ü   Abdul Hakim Al-Amriki –semoga Allah menjaganya-.

Catatan: Yang kami sebutkan disini hanya yang paling banyak penuntut ilmu hadir di majelis mereka, adapun kalau yang hadir hanya sepuluh, dua puluh atau tiga puluh kebawah maka kami tidak bisa memastikannya karena pelajaran di Darul Hadits setiap harinya puluhan pelajaran, dan setiap pekan ada pembukaan pelajaran baru pada setiap bidang dari ilmu-ilmu syar’i, bagi penuntut ilmu baru binggung untuk memilih mana pelajaran yang perlu diambil.

Perhatiannya Beliau Terhadap Penuntut Ilmu

Disamping kesibukannya sebagai pengajar dan penulis beliau juga meluangkan waktunya untuk membaca dan mengoreksi karya-karya tulis para penuntut ilmu, ketika kami menyerahkan sebuah karya tulis kami kepada beliau maka beliau menerimanya dengan senang hati dan meminta kami untuk menunggu beberapa pekan karena banyak karya tulis dari kawan-kawan masih belum beliau baca, diantara tulisan kami yang pernah beliau baca adalah:

ü  Thariqatu Ahlissunnah Fimukhalafati Ahli Bid’ah wal Furqah.

ü  Ahkamus Siwaki (dengan muqaddimah beliau).

ü  Isyadul Qaum Biahkamin Naum (dengan muqaddimah beliau).

ü  At-Tibyan ‘Ala Munkarat wal Makruhat Fisyahri Romadhan (dengan muqaddimah beliau).

Semangatnya Para Hizbiyyin dalam Mengikuti Pelajaran Beliau

          Ketika beliau membuka pelajaran, para hizbiyyin yang menyembunyikan kehizbiyyahannya ikut berbondong-bondong menghadiri majelisnya beliau, mereka menampakan semangat dan kecintaan kepada ilmu, mereka mengambil banyak pelajaran sampai dikatakan sebagai para pemborong pelajaran, mereka memiliki kekuatan dalam memurojaah (mengulangi pelajaran) sampai tengah-tengah malam, namun anehnya ketika masuk giliran mereka untuk jaga keamanan merekapun banyak membuat-buat alasan; alasan sakit, tidak kuat, dan yang semisal itu, diantara mereka adalah Yusuf alias Abu Bakar, namun kalau memborong pelajaran merekalah yang paling terdepan yang memiliki kekuatan yang luar biasa. Ketika penanggung jawab penjaga keamaan umum meminta kami selaku penanggung jawab keamaan khusus Indonesia untuk menyampaikan kepada orang-orang Indonesia bahwa orang-orang mutawaqqif (tidak menghizbikan Abdurrahman Al-Adni) tidak perlu diberi tugas jaga maka bergegaslah Abu Sa’id Yahya Al-Maidani (ajudan Khaliful Hadi) mengangkat kepalanya dan mengatakan bahwa dia adalah orang yang tidak menghizbikan Abdurrahman Al-Adni, maka kami mengatakan kepadanya untuk tidak perlu lagi jaga dia bersyukur sambil mengatakan Al-Hamdulillah. Dan yang lebih tampak bermuka dua adalah kawan-kawannnya yang mereka sangat bersemangat mengikuti pelajaran khusus, ketika di Dammaj mereka bersepakat dengan ahlussunnah bahwa Abdurrahman Al-Adni adalah hizbi, namun ketika mereka meninggalkan Dammaj langsung mereka mencabut pernyataan itu dan ikut-ikutan menjatuhnya nama baik Darul Hadits Dammaj, diantara mereka adalah Imam Al-Brebesi, Ridho Al-Jakarti, Azzam Al-Jawi, Abul Hasan (boneka Abu Afifah Husen Cikarang), Abdussalam Al-Jawi, Arifin alias Abul Abbas Ahmad Al-Amboni, Ahmad Al-Makassari, Abu Irsyad, Abdurrahman alias Deka, Yusuf alias Abu Bakar, Abu Hanifah Firman Al-Makassari, Ahmad Al-Kindari, dan yang lainnya, bahkan Ahmad Al-Kindari ketika sudah rencana untuk kabur dari Darul Hadits Dammaj dia menampakan keconkakannya, ketika kami mengutus salah seorang untuk memberitahu bahwa jadwal jaganya sudah masuk diapun berkata: Saya sudah mau pulang, saya butuh gizi, kalau saya jaga nanti sakit!. Ya -semoga Allah tidak merezqikan kepadanya makanan yang bergizi-, dengan keadaan mereka seperti itu maka Abu Ahmad Al-Limbori berkata:

    أعوذ بالله  من أناس                  تحزبوا قبل أن يفرقوا

Aku berlindung kepada Allah dari sekelompok orang

            Mereka berkelompok-kelompok sebelum mereka dipisahkan

            Dan tampak dari kekurangajaran mereka sebelum meninggalkan Darul Hadits Dammaj mereka membuat makar dan kejahatan dulu, diantara mereka:

ü Abu Abayah Mushthafa alias Abu Salman; memakai pakaian wanita plus cadar.

ü Zakariya alias Jaka; menyeret seseorang ke Khalil dan melakukan pemukulan terhadap yang lain.

ü Khalil Al-Jakarti (yang mengaku sebagai preman metropolitan, dan ikut membanggakannya).

ü Khalid; mencekik leher seseorang.

ü Abu Sahl Al-Jawi memukul seseorang.

ü Abu Hanifah Firman Al-Makassari; memukul seseorang sampai terjadi perkelahian.

ü Ada dari ustadz mereka memegang kemaluan seseorang yang sedang tidur setelah kejadian dia kabur ke Indonesia, samapi di Indonesia dijadikan sebagai ustadz besar.

 

Jarh Beliau Terhadap Para Hizbiyyin

Dalam selebaran nasehatnya untuk saudara-saudaranya salafiyyin Indonesia beliau memperingatkan dari bahayanya Luqman Ba’abduh dan mengatakan bahwa Luqman Ba’abduh pendusta.

Pada selebaran nasehatnya untuk salafiyyin di kota Ib beliau memperingatkan dari fitnah hizbiyyah Abdurrahman Al-Adni beserta jaringannya.

Dalam salah satu khutbah jum’atnya pada bulan suci Ramadhan beliau memperingatkan kaum muslimin dari hizbiyyah dan memperingatkan mereka untuk tidak mengeluarkan zakat kepada jam’iyyah karena jam’iyyah adalah wasilah kepada hizbiyyah.

 

Ta’dil Beliau Terhadap Ahlussunnah

Beliau berkata: Syaikh Yahya Al-Hajuri adalah syaikh kami, beliau adalah An-Nashihul Amin (penasehat terpercaya).

Ta’dil beliau terhadap ahlussunnah sangatlah banyak khususnya pada kitab-kitab ahlussunnah yang beliau beri muqaddimah, di dalamnya berisi ta’dil-an dan pujian terhadap para penulis kitab.

Menghargai dan Memuliakan Syaikhnya

Ketika Abu Abayah Mushthafa alias Abu Salman Al-Buthani memakai pakaian wanita plus cadar di kegelapan malam pada bulan Ramadhan, maka para hurros (penjaga keamanan) menangkapnya dan persaksian mereka direkam, maka datanglah seseorang bertanya kepada beliau apakah rekaman tersebur boleh disebarkan? Dan apakah itu termasuk membongkar aib? Maka beliau dengan merendah diri berkata: Tanyakan ke Syaikh!.

Ketika terjadi lagi perang antara muslim dan Kristen di Ambon kami bergegas bertanya kepada beliau maka beliau mengatakan: Sebaiknya kamu ke Syaikh sehingga beliau mengeluarkan fatwa tentang itu, yang nanti saudara-saudara kita di Ambon merasa tenang.

Ketika beliau mengajar sering mengutip pendapat syaikhnya.

Catatan: Kalau beliau menyebutkan syaikh maka yang dimaksud adalah syaikh Yahya Al-Hajuri.

Menghargai Pendapat Orang yang Memiliki Hujjah

Ketika ada seseorang yang membela Dzulqarnain Al-Makassari Al-Hizbi datang kepada beliau menanyakan tentang perihalnya, apakah dia adalah hizbi? Maka beliau berkata: Bagaimana aku mengatakan dia hizbi sementara aku tidak tahu prihalnya?! Penanya berkata lagi: Bukankah syaikh telah membaca tulisan saudara Khadir yang berjudul “Thariqati Ahlissunnah” pada tulisan tersebut beliau menegaskan bahwa Dzulqarnain adalah hizbi? Beliau berkata: Itu pendapat beliau, dan aku menghargai pendapatnya.

Setelah kejadian itu penanya menyampaikan kepada kami, maka kami langsung menemui beliau, lalu beliau menentukan waktu besoknya setelah shalat dhuha untuk kami kemukakan hujjah-hujjah kami tentang Dzulqarnain yang beliau menginginkan penjelasan terperinci tentangnya, maka kami menjumpai beliau pada waktu yang ditentukan dan kami kemukakan hujjah-hujjah kami, yang kami sertai dengan jawaban dari syaikh kami An-Nashihul Amin atas pertanyaan kami tentang Dzulqarnain, permasalahan ini telah kami kemukakan di dalam tulisan “Hadza Firaqu Baini Wabainak”.

Penghinaan dan Pelecehan Para Hizbiyyin Terhadap Beliau

Ketika beliau telah teranggap sebagai seorang syaikh di Darul Hadits Dammaj maka para hizbiyyin mulai melakukan pelecehan dan penghinaan, diantara mereka adalah Abdul Jabbar, Luqman Ba’abduh dan Muhammad As-Sarbini dan yang lainnya, mereka mengatakan: “Telah bermunculan syaikh-syaikh baru di Darul Hadits Dammaj, padahal kita tahu siapa mereka itu?”. Dan perkataan mereka itu telah kami bantah pada beberapa tulisan kami Walhamdulillah, silahkan merujuk!.

Keluarnya Beliau dari Negri Yaman untuk Berdakwah

            Ketika para hizbiyyin yang bergerak di bawah naungan yayasan Asy-Syari’ah Jogjakarta menjalankan makar terselubung dalam upaya menjatuhkan nama baik Darul Hadits Dammaj dengan mendatangkan tokoh-tokoh besar hizbiyyin semisal Abdurrahman Al-Adni dan saudaranya Abdullah Al-Mar’I serta Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari maka kawan-kawan kami di Indonesia menginginkan untuk mendatangkan pula para masyayikh dari kalangan ahlussunnah sebagai salah satu jalan keluar untuk mengantisifasi wabah penyakit hizbiyyah yang dilancarkan oleh para pegawai yayasan Asy-Syariah Jogjakarta, mereka kemudian meminta syaikh kami An-Nashihul Amin untuk mengutus dua masyayikh ke bumi Nusantara, maka syaikh kami langsung menghubungi Syaikh Hasan bin Qasim Ar-Rimi dan meminta Syaikh Muhammad Hizam supaya keduanya ke Nusantara, Qadarallah keduanya tercegah masuk ke bumi Nusantara, keduanya hanya bisa masuk ke bumi Melayu (Malaysia), sekembalinya dari Melayu Syaikh Muhammad mengisahkan perjalanan dakwahnya, setelah itu beliau menulis sebuah tulisan yang berjudul Dinul Islam Dinus Sa’adah, yang menjadi latar belakang beliau menulis kitab tersebut karena menyaksikan berbagai perkara di bumi Melayu.

Kesabaran dan Kesederhanaan Beliau

Beliau dalam kesehariannya sama dengan para penuntut ilmu, beliau senantiasa hadir di pelajaran umum syaikh kami An-Nashihul Amin, beliau tinggal di mazra’ah, dan sering beliau membawa lampu cash dari rumahnya untuk di cash di markiz Darul Hadits sehingga bisa beliau gunakan sebagai penerang di rumahnya pada malam hari, terkadang beliau datang ke markiz dengan membawa cergen untuk mengankat air, selesai pelajaran umum beliau mengangkat air dari samping markiz dibawa ke rumahnya, beliau memiliki rumah yang sangat sederhana yang terbuat dari tanah liat. Dan sudah berkali-kali kami menyaksikan beliau jalan ke pasar atau ke masjid dengan tanpa memakai pengalas kaki.

            Ketika beliau selesai mengajar sekitar jam 11 (sebelas) menjelang zhuhur beliau ke kamarnya di depan pintu masjid, beliau terkadang bisa masuk ke dalam kamar kalau sudah dikumandangkan azan zhuhur, hal itu disebabkan karena banyaknya para penuntut ilmu yang mengelilingi beliau untuk bertanya tentang berbagai permasalahan seputar fiqih, mulai dari berdiri dari tempat mengajar sampai ke kamarnya para penuntut ilmu terus mengikutinya untuk bertanya tentang berbagai permasalahan fiqih.

            Biografi ini kami tulis pada malam kamis mulai jam 10 (sepuluh) malam sampai jam 1 (satu) malam. Kami memohon kepada Allah Ta’ala semoga menjadikan amalan kami ini ikhlas hanya semata-mata mengharap ganjaran dari-Nya, dan kami memohon pula kepada-Nya semoga menjadikan tulisan yang ringkas ini bermanfaat untuk kami, para pembaca dan siapa saja yang mau mengambil pelajaran.

TAMAM

Tegakan kebenaran dengan tamam

Tanggapilah kerancuan dengan tajam

Teliti tulisan kami yang berjudul Tajam

Tiuplah kobaran api fitnah supaya padam

            Tabiat rendah dengan tampak bermuka asam

            Tidaklah kelembutan ada pada pendendam

            Tahanlah lisanmu dari kesalahan atau diam

            Takutlah kamu kepada Robb pencipta alam

            Tabiat manusia seperti Hawa dan nabi Adam

Tabah menghadapi ujian adalah sebab hidup tentram

Tentara yang terjahat tentaranya presiden Sadam

Timbulkan kerusuhan jadikan hidup tidak tentram

Tembakan dan api peperangan tidak pernah padam

            Tentara laskar jihad membantai dengan senjata tajam

            Tangkap anggotanya langsung disiksa dan dirajam

            Terhunuskan pedang ke orang-orang beranekaragam

            Tapi laskar jihad masih bisa merasa hidup tentram

            Tak mengapa semoga Allah Ta’ala memberi ancam

Tahukah kamu hukuman bagi yang berbuat kejam

Tanggapannya ada dalam kitab Bulughul Maram

Tentang penjelasannya ada dalam Fathul ‘Allam

Taatilah Allah dengan puasa dan shalat malam

Tentang pembahasannya ada di kitab Ithaful Anam

            Tulisan Idahram dan Sa’id Aqil yang hitam kelam

            Ternyata salafi dijadikan sebagai kambing hitam

            Telah kami tulis bantahan ringkas buat mbah Idahram

            Terlalu ringkasnya karena kami dibilang belum dalam

            Tentang dalam ilmu adalah syubhat orang-orang silam

Tuan Idahram mengagumkan kuburan dan tempat maqam

Tunduk kepada kiayi dan syaithan yang mencengkram

Tuduhan dan kedustaannya yang paling beranekaragam

            Tentara Raja Su’ud meratakan kubah dan tempat maqam

            Tentu mereka berdalil dengan perkataan Khairul Anam

            Telah ada riwayat dari Ali untuk meratakan tempat maqam

            Tampil meninggikan kuburan adalah akhlaq orang silam

Tuan Sa’id Aqil adalah bodoh tentang ancaman jahannam

Tumit-tumit yang tertutupi sarung tempatnya di jahannam

Tumit-tumit yang tidak terbasahi air wudhu juga di jahannam

Tulisannya bukti tentang jauhnya dari sunnah Khairul Anam

            Tanggapan atas mereka ada di syarah Nawaqidul Islam

            Terbongkar kesesatan mereka melalui lisan syaikhul Islam

            Tebalnya Majmu’ Fatawa itu sebagai penjelas yang dalam

            Telah ada pula di kitab Al-Iqtidha’ karya Syaikhul Islam

Tidaklah mereka terus membakar tapi nanti pasti akan padam

Telah Allah janjikan bahwa ahlu tauhid akan menguasai alam

 Download doc.

About these ads
9 comments
  1. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA YANG AHLU BID’AH

    Tanya:
    Ana membaca beberapa kitab yang berkaitan dengan hajr terhadap ahlu bid’ah, bagaimana kalau ahlu bid’ah adalah orang tua kita, apa di hajr juga sebagaimana ahlu bid’ah lainnya?.

    Jawab:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Alhamdulillah tidak ada satu permasalahan pun di dalam agama kita melainkan sudah pernah terjadi di zaman salaf, Alloh Ta’ala berkata:

    فلا تقل لهما أف ولا تنهر هما وقل لهما قولا كريما

    “Maka janganlah kamu berkata kepada keduanya (dengan perkataan) “heh” dan janganlah kamu membentak keduanya, dan berkatalah kepada keduanya dengan perkataan yang mulia”.

    Metode seperti ini yang dipraktekan oleh Al-Kholil ‘Alaihissholatu Wassalam, beliau berkata kepada bapaknya dengan perkataan yang sopan dengan seruan “Ya Abati” (wahai ayahanda), penggunaan kata “abati” di dalam kebiasaan orang Arob adalah termasuk kata penuh kelembutan, kata ini lebih mulia dari kata “abi” (bapakku).

    Al-Kholil ‘Alaihissalam adalah teladan ahlu tauhid, tidak dibenarkan bagi seseorang yang mengaku sebagai ahlu tauhid kemudian kasar dan tidak sopan kepada kedua orang tuanya.

    Orang tua (ya’ni bapaknya) Al-Kholil adalah seorang musyrik, bahkan termasuk pentolan dari kaum musyrikin di zamannya, namun Al-Kholil ‘Alaihissalam masih menghormati dan mengucapkan kata-kata yang mulia lagi sopan kepada bapaknya, maka tentu lebih layak lagi untuk kedua orang tua yang muslim, walaupun keduanya termasuk dari ahlu bid’ah namun keduanya masih memiliki hak bakti dari putra-putrinya, tidak dibenarkan bagi seseorang ketika dia telah mempelajari manhaj dan aqidah Ahlissunnah wal Jama’ah kemudian membiarkan kedua orang tuanya dengan alasan sedang dihajr, Alloh Ta’ala telah mengatur masalah ini sebagaimana perkataan-Nya:

    وإن جاهداك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما، وصاحبهما في الدنيا معروفا

    “Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan-Ku terhadap apa yang kamu tidak memiliki ilmu maka janganlah kamu mentaati keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan baik”.

    Pada ayat ini, sangat jelas menerangkan kalau kedua orang tua memaksa putra-putrinya untuk mema’siati Alloh, baik dengan bentuk melakukan kesyirikan, kebid’ahan ataupun kema’siatan bersamaan dengan itu tetap bagi putra-putrinya diperintah untuk berbuat baik kepada keduanya”.

    Dijawab oleh:
    Abu Ahmad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (13 Dzulqo’dah 1435).

  2. DIANTARA PERKARA MANHAJIYYAH

    Tanya:
    Sebagian da’i tidak menganggap Abdurrahman Al-Adeny dan pengikutnya sebagai hizbiyyun karena mereka tidak melihat sifat-sifat hizbiyyah pada Abdurrohman Al-Adeny dan pengikutnya, apa jawaban antum dalam masalah ini?.

    Jawab:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Hal demikian itu disebabkan peremehan mereka terhadap penyelisihan yang mereka lakukan terhadap manhaj Ahlissunnah wal Jama’ah, yang menurut mereka remeh dan kecil:

    وتحسبونه هينا، وهو عند الله عظيم

    “Dan kalian menganggapnya remeh, namun dia di sisi Alloh adalah besar”.

    Awal mula kejelekan Abdurrohman Al-Adniy dan jaringannya adalah melakukan pendataan di Dammaj terhadap siapa saja yang diinginkan untuk bergabung dengan mereka, menurut mereka ini adalah remeh dan perkara kecil, mereka menyadari atau pun tidak, bahwasanya ini adalah perkara baru yang mereka munculkan di dalam da’wah, yang ujung-ujungnya memunculkan perpecahan terhadap kesatuan Ahlussunnah wal Jama’ah.

    Anggaplah perkara ini remeh -sesuai anggapan mereka-, namun bukankah mereka melakukannya dengan menambah kejelekan di atas kejekan?!.

    Dengan sebab perkara itu mereka memprovokasi para da’i dan para penuntut ilmu sehingga terjadi permusuhan dan kebencian di antara mereka.

    Dengan sebab perkara itu pula, mereka memunculkan al-wala’ wal baro’ yang sempit, siapa yang menyalahi perkara itu maka mereka cap “safih” (tolol) atau “jahil” (bodoh).

    Bila ada yang menjelaskan perkara mereka itu, maka mereka men-hajr orang tersebut, bila penjelasannya disebar lewat situs maka situsnya disikat dan pemilik situsnya ditelanjangi aib-aibnya, di “safih”-“safih”kan, bila penjelasannya berupa malzamah atau buku maka diancam para penyebar dan para penerbitnya.

    Belum lagi ancaman-ancaman mereka terhadap para penyebar penjelasan dan para pemberi penjelasan, bahkan terjadi pemukulan di sana sini. Nas’alulloha Assalamah wal ‘Afiyah.

    Belum lagi ta’ashubnya mereka terhadap pentolan mereka, karena pentolan itu adalah guru mereka atau mantan guru mereka, maka mereka pun membelanya mati-matian, orang yang membantah mereka hanya sekata atau satu lembar malzamah maka mereka cerca dan cela habis-habisan, waktu-waktu mereka dihabiskan untuk ini, betapa hina dan rendahnya siapa saja yang melakukan perbuatan ini dan yang ikut-ikutan mencontoh perbuatan seperti ini. Hasbunallohu Wani’mal Wakil.

    Ketika Syaikhuna Al-Hajuriy ‘Afallohu ‘anhu menjelaskan kesalahan dan penyelisihan Abdurrohman Al-Adniy tersebut, maka para jaringan dan orang-orang yang fanatik kepada Abdurrohman Al-Adniy kemudian bersenandung “Al-Hajuriy mencari pembenaran terhadap dirinya”.

    Ketika Syaikhuna Al-Hajuriy menyatakaan ketidak sukaannya terhadap pujian-pujian dari para penyair dan minta untuk dihapus supaya tidak dibawa kepada ta’wilan-ta’wilan batil, maka orang-orang yang fanatik kepada Abdurrohman Al-Adniy kemudian menyuarakan dengan penuh kecongkakan “Al-Hajuriy berbuat demikian karena sudah terjepit”.
    Yang lain lagi menyuarakan “Al-Hajuriy takut nanti di jarh oleh Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan”, ini yang dahulu kami dengarkan dari teman-teman bencong mereka yang hina.

    Padahal Syaikhuna meminta untuk dihapus itu diantaranya karena untuk mencegah jangan sampai muncul sangkaan-sangkaan para penyangka.

    Dahulu Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwiy tidak melihat hizbiyyah pada Abdurrohman Al-Adniy, namun ketika nampak di depan matanya apa yang dilakukan oleh Abdurrohman Al-Adniy yang berawal dari perkara yang mereka anggap remeh hingga membawa kepada al-wala’ wal baro’ yang sempit, dan cinta dan benci bukan karena Alloh lagi tapi karena ta’ashub kepada hizbiyyah (fanatik golongan) maka Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwiy kemudian menghukumi mereka sebagai hizbiyyun.

    Perbuatan mereka yang terakhir sudah sangat cukup sebagai bukti kalau mereka adalah hizbiyyun yang pikun.

    Ketika muncul jihad melawan kaum Rofidhoh di Dammaj maka mereka (Abdurrohman Al-Adniy dan kawan-kawannya serta jaringannya) tidak menampakan pembelaan, malah mereka memunculkan kebencian dan permusuhan serta memunculkan penta’dilan kepada kaum Rofidhoh.

    Yang mau ikut jihad digembosi dan dinasehatkan untuk tidak ikut jihad ke Kitaf atau ke Hasyid karena Syaikhuna Al-Hajuriy dan siapa saja yang bersamanya dicap sebagai pembuat kerusakan:

    فاعتبروا يا أولى الأبصار

    “Maka ambillah pelajaran oleh
    kalian wahai orang-orang yang memiliki pandangan (wawasan)”.

    Dijawab oleh:
    Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy Hadahullohu wa ‘Afahu (14 Dzulqo’dah 1435).

  3. MENELADANI PARA BIKSU
    DALAM MENGAGUNGKAN BATU

    Tanya:
    Di dusun Wailapia-Seram-Maluku ada sebuah batu, batu tersebut di letakan di masjid, lalu masyarakat mengkeramatkannya, bila mereka memiliki hajat atau cita-cita maka mereka meminta dan memohon kepada batu tersebut, apa pendapat pak ustadz tentang batu tadi?.

    Jawab:

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Tidak diragukan lagi bahwa masyarakat di kampung tersebut telah terjatuh ke dalam kesyirikan yang terbesar, batu tersebut adalah sarang jin, kami katakan seperti ini karena kami mengetahui dari salah seorang dari keturunan warga kampung tersebut, bahwasanya batu tersebut, awalnya ditemukan oleh salah seorang nelayan, dia melihat batu itu terapung di laut, karena batu itu ringan seperti gabus, dan batu tersebut di dalam bahasa mereka disebut dengan “wacu lanto” (batu terapung).

    Seorang nelayan tadi, pada awalnya mendengar suara, setelah ditelusuri ternyata dari batu tersebut, kemudian dia membawa batu tersebut ke kampungnya hingga kemudian tokoh-tokoh masyarakat kampung tersebut meletakannya di masjid.

    Jika kita melihat asal mula kesyirikan muncul di jaziroh Arob adalah seperti itu pula kejadiaannya, ada yang membawa berhala kemudian di letakan di Ka’bah, mereka keramatkan berhala tersebut, lama kelamaan mereka sujud dan menyembahnya.

    Seorang nelayan tersebut keadaanya sama dengan biksu dari negri Cina, ketika salah seorang muridnya terhantam badai hingga terjatuh ke dalam laut, tiba-tiba dilihat muncul di atas batu terapung, dan murid tersebut dalam keadaan pingsan, maka biksu dan murid-muridnya berterima kasih kepada batu terapung tadi, mereka mengagungkan batu tersebut, sehingga di bawa ke candi mereka, lalu mereka sembah.

    Bila kita melihat ke dusun Wailapia maka sungguh kita telah melihat kesyirikan yang nyata seperti yang dilakukan oleh kaum musyrikin di negri Cina tersebut, mereka sama dalam berdoa dan memohon kepada batu terapung, ini jelas kekufuran yang nyata, Alloh Ta’ala berkata di dalam Al-Qur’an Al-Karim:

    يدعو من دون الله ما لا يضره وما لا ينفعه، ذلك هو الضلال البعيد، يدعو لمن ضره أقرب من نفعه، لبئس المولى ولبئس العشير

    “Dia menyeru kepada selain Alloh, yang tidak memudhorotkannya dan tidak pula memberikan manfaat kepadanya, demikian itu adalah kesesatan yang jauh, dia berdoa kepada sesuatu yang memudhoratkannya, yang lebih dekat dari manfaatnya, sesungguhnya yang diserunya itu adalah sejahat-jahatnya kawan”.

    Sungguh benar perkataan Alloh Ta’ala ini, dengan sebab perbuatan mereka berdoa dan memohon kepada batu tersebut maka akan memudhorotkan kehidupan mereka di dunia ini, berupa dipermainkan oleh syaithon, dan di akhirat kelak mereka termasuk orang yang paling merugi, oleh karena itu Ibrohim ‘Alaihishsholatu Wassalam berkata kepada kaumnya yang melakukan kesyirikan:

    أف لكم ولما تعبدون من دون الله أفلا تعقلون

    “Heh kecelakaanlah bagi kalian dan apa yang kalian sembah selain Alloh, maka tidakkah kalian pikirkan”.

    Orang-orang yang memohon dan berdoa kepada “wacu lanto” (batu terapung) itu, benar-benar telah ditipu oleh syaithon, mereka tahu kalau “wacu lanto” itu sangat lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa:

    إن الذين يدعون من دون الله لن يخلقوا ذبابا ولو اجتمعوا له، وإن يسلبهم الذباب شيئا لا يستنقذوه منه، ضعف الطالب والمطلوب

    “Sesungguhnya orang-orang yang menyeru selain Alloh, sekali-kali tidak bisa menciptakan seekor lalat-pun walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka maka mereka tidak dapat merampasnya kembali, sangat lemah orang yang menyeru dan (sangat lemah pula) yang diseru”.

    Dijawab oleh:
    Abu Ahmad Muhammad Al-Limboriy ‘Afallohu ‘anhu (14 Dzulqo’dah 1435).

  4. abu abdirrohman hammad said:

    bismillah. semoga Alloh tabaroka wata’ala senantiasa menambah&memberkahi ilmu dien yang telah Dia subhanahu wata’ala karuniakan kepada kita, serta menolong&mengokohkan kita dalam meniti manhaj yang haq ini. terkhusus bagi para masyaikh dan tholabul’ilm hafidzokumullohu ta’ala di Dammaj harosahallohu ta’ala. Allohumma amien

  5. abu firdaus NAJIB cirebon said:

    BISMILLAH

    sy mau tny…
    diawal materi ada keterangan al-akh muhammad bin salim tulis bhw syeh muhammad bin ali bin hizam bada ziarah TANPA MEMBAWA SYUBHAT dari syeh DR.ROBI.
    memang apakah syubhat2 DR.ROBI yg di maksud tsb?KENAPA?
    siapakah beliau?

    JAZAKALLAH

  6. abu jihan said:

    meski kita jauh tetapi manhaj kebenaran inilah yang akan menyatukan kita khususnya dan umat umumnya,moga titik terang akan slalu menyinari langkah langkah kita dalam menngapai ridhonya Allah….amin..

  7. Muhammad Bakri said:

    masya Allah, semoga Beliau senantiasa demikian keadaannya hingga tadir datang, dan kitapun mendapatkan barokah dari ilmu-ilmu beliau insya Allah

  8. semangat terus akhi sebarkan kebenaran. mereka hizbiyun berpecah karena dunia dan kita bersatu karena akhirat. amien

    • BIOGRAFI SYAIKHUNA AL-FAQIH ABU BASYIR AL-HAJURIY ROHIMAHULLOH

      بسم الله الرحمن الرحيم

      NAMA DAN NASAB BELIAU

      Beliau Rohimahulloh adalah Syaikhuna Al-Faqih Abu Basyir Muhammad bin Ali bin Ali bin Yahya Az-Za’kariy Al-Hajuriy Rohimahulloh.

      Beliau hidup di lingkungan keluarga yang taat, beliau adalah cinta kepada kebaikan dan beliau menjaga sholat lima waktu yang dilaksanakan di masjid.

      Beliau benci terhadap tempat-tempat yang ada kejelekannya.

      Dengan kebaikan dan kecintaan beliau kepada kebaikan ini, Alloh-pun mudahkan dan lapangkan dadanya dalam menerima da’wah Ahlissunnah wal Jama’ah dan beliau istiqomah di atasnya:

      فمن يرد الله أن يهديه يشرح صدره للإسلام

      “Maka barang siapa yang Alloh inginkan untuk memberikan hidayah kepadanya maka Dia melapangkan dadanya dengan Islam”.

      Ketika beliau Rohimahulloh sudah mendapatkan hidayah untuk mengikuti Al-Islam yang dia adalah As-Sunnah maka Alloh Ta’ala menambah kebaikan kepadanya untuk menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj:

      من يرد الله به خيرا يفقه في الدين

      “Barang siapa yang Alloh inginkan kepadanya kebaikan maka Alloh memberikan kefaqihan kepadanya tentang agama”.

      Beliau berangkat menuntut ilmu di sisi Al-Imam Al-Wadi’iy Rohimahulloh di Darul Hadits Dammaj pada tahun 1418 Hijriyyah, beliau terus menuntut ilmu hingga Syaikhnya Al-Imam Al-Wadi’iy Rohimahulloh meninggal dunia pada tahun 1422 Hijriyyah.

      Beliau tidak terputus dalam menuntut ilmu, namun ketika Syaikhnya telah meninggal maka beliau terus menuntut ilmu di sisi Kholifah Syaikhnya yaitu Syaikhuna An-Nashihul Amin ‘Afallohu ‘anhu, beliau terus menerus belajar di sisinya hingga beliau Rohimahulloh wafat pada tanggal 19 Muharrom 1431 dengan umur 37 (tiga puluh tujuh) tahun.

      WAFATNYA BELIAU

      Beliau wafat dengan sebab jihad melawan kaum kafir Rofidhoh, beliau terkenal berakhlaq karimah dan suka menolong saudaranya, ketika harbussadisah (perang ke enam) antara pemerintah Yaman melawan kaum pemberontak kafir Rofidhoh beliau menyibukan diri dengan jihad di Jabal Thullab atau dikenal dengan Jabal Mazro’ah, ketika beliau melihat salah seorang Syaikh Qobilah yang bernama Hadiy Al-Wadi’iy ‘Afallohu ‘anhu terluka di Mazro’ah ketika hendak mendaki puncak Jabal, beliaupun bergegas untuk menolongnya, ketika beliau ingin mengangkatnya, ternyata tembakan dari pihak Rofidhoh mengenai kepala beliau, seketika itu beliau terjatuh langsung meninggal dunia. Pada malam harinya, kami bersama beberapa kawan mendaki Jabal Barroqoh untuk mengantar kebutuhan jaga, dan kami turun dari Jabal Barroqoh dengan mengambil jalan melewati Jabal Thullab, ketika kami turun dari Jabal tersebut dan melewati Mazro’ah A’la kami mendapati darah beliau masih segar lagi sangat banyak.

      Pada keesokan harinya beliau di kebumikan di maqbaroh Syuhada’ di perkampungan Alu Masaddir, di Asfal Wadi’ Dammaj.

      PUTRA-PUTRA BELIAU

      Alloh Ta’ala memberikan karunia kepada beliau dengan empat orang putra, mereka adalah:
      1. Basyir, dia adalah putra yang terbesarnya.
      2. Abdurrohman.
      3. Abdulloh.
      4. Hamzah.

      KITAB DAN KARANGAN ILMIYYAH BELIAU

      Di samping sebagai pengajar di Darul Hadits Dammaj, beliau juga memiliki bakat dalam menulis, diantara tulisan beliau adalah:

      1. Shifatu Sholatin Nabi Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, kitab ini telah diterbitkan dan telah tersebar, dan Syaikhuna Abu Muhammad Abdul Hamid Al-Hajuriy ‘Afallohu ‘anhu telah memberikan muqaddimah dengan memberikan ta’dil serta pujian kepada beliau serta dituliskan biografi beliau Rohimahulloh di muqaddimah kitab tersebut, dan Syaikhuna Abu Muhammad Abdul Hamid telah mengajarkan kitab tersebut kepada para penuntut ilmu ketika masih di Darul Hadits Dammaj.

      2. Al-Qoulul Hisan fii Fadhoil Ahlil Yaman, kitab ini sudah dicetak dan telah tersebar.

      3. Miftahuth Thullab ila ‘Ilmin Nahwi wal I’rob, kitab ini juga sudah diterbitkan dan telah tersebar.

      4. Al-‘Awaiq ‘an Tholibil Ilmi.

      5. Al-Muharromat minan Nisa’.

      6. Al-Amakin Al-Latiy Tubthilu fiiha As-Sholah.

      7. Al-Muntaqo’ minal Asy’ar.

      8. Nashihatun Lisy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil Wahhab Al-‘Abdaliy Al-Washobiy.

      9. Syarhur Rohbiyyah, kitab ini telah diterbitkan dan telah tersebar pula.

      10. Syarhu wa Tahqiqir Roid fii ‘Ilmil Faroid, kitab ini telah terbit dan telah tersebar pula.

      11. Syarhu ‘Umdatil Fiqhi Libni Qudamah Al-Maqdisiy.

      12. Syarhud Duroriy Al-Bahiyah Lisy Syaukaniy.

      13. Syarhu Lamiyatisy Syaikhil Islam.

      14. Syarhu Lum’atil I’tiqod.

      15. Atsarul Ma’ashiy ‘alal Umami wasy Syu’ub.

      16. Syarhun fii Tatabbu’is Sayyid Sabiq fii Kitabihi Fiqhissunnah.

      Semoga Alloh merohmati kami dan merohmati beliau, dan menjadikan ilmu kami dan ilmu beliau bermanfaat untuk Islam dan kaum muslimin.

      Ditulis oleh:
      Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy di Darul Hadits Sana’a pada 15 Dzulqo’dah 1435.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 105 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: